Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Wednesday, June 10, 2015

Apa Itu Kanker Pankreas: Mengenal Lebih Dekat

Pankreas adalah kelenjar yang terletak di belakang lambung di depan tulang belakang yang menghasilkan enzim kimia yang membantu memecah makanan, dan hormon yang mengontrol kadar gula dalam darah.

Ada dua jenis kelenjar di dalam pankreas: eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin memproduksi enzim yang dilepaskan ke usus untuk membantu tubuh mencerna makanan. Tanpa enzim tersebut, makanan akan melewati usus tanpa diserap.

Enzim dirilis melalui duktus/saluran-saluran kecil yang tergabung membentuk saluran yang lebih besar, yang kemudian disalurkan ke duktus/saluran pankreas. Saluran pankreas kemudian akan tergabung lagi bersama saluran empedu dan bermuara ke bagian awal dari usus kecil. Sebagian besar sel-sel pankreas (sekitar 95%) berada dalam kelenjar eksokrin dan saluran-saluran, inilah kenapa kanker pankreas biasanya dimulai dari bagian tersebut.


Siapa saja yang berisiko terkena kanker pankreas?

Faktor risiko dari kanker pankreas akan meningkat jika Anda memiliki:
  • Penyakit diabetes jangka panjang
  • Radang pankreas kronis
  • Kebiasaan merokok

Faktor lainnya, faktor genetik/keturunan dari kanker pankreas adalah sindrome berikut:
  • Peutz-Jeghers Syndrome (PJS)
  • Lynch Syndrome
  • MEN1 (type 1 multiple endocrine neoplasia) syndrome, langka
  • Von Hippel-Lindau Syndrome (VHL)

Kanker pankreas sulit dideteksi karena biasanya tidak memiliki gejala awal. Ketika gejalanya sudah muncul, gejalanya samar, kurang terlihat atau mudah diabaikan. Ditambah, posisi pankreas yang tersembunyi di balik organ lain menjadi sulit dideteksi. Jika dokter menduga pasien terkena kanker pankreas, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, tes radiologi, dan biopsi untuk menentukan diagnosis.

Gejala kanker pankreas termasuk:
  • penurunan berat badan
  • kelelahan
  • ikterus; menguningnya kulit dan mata
  • nyeri pada perut dan punggung
  • gangguan pencernaan; termasuk mual, kurang nafsu makan, muntah, BAB tidak teratur
  • bengkaknya kandung empedu (biasanya ditemukan dokter selama pemeriksaan)
  • penggumpalan darah

Kendati demikian, jenis kanker ini sering ditemukan setelah stadium lanjut dan memiliki kecenderungan untuk penyebaran cepat, kanker pankreas sulit untuk diobati. Pengobatan kanker pankreas dapat melibatkan operasi, kemoterapi, radiasi dan terapi yang ditargetkan--menggunakan zat kimia yang hanya menyerang sel-sel kanker.

Rata-rata risiko kanker pankreas sangat rendah. The American Cancer Society pada tahun 2015 memperkirakan akan ada 48.960 orang didiagnosis dengan kanker pankreas dan sekitar 40.560 orang akan meninggal dunia karenanya. Kasus kanker pankreas sedikit meningkat dalam satu dekade terakhir dan menyumbang 3 persen dari semua kasus kanker di Amerika Serikat. Risiko terkena penyakit kanker pankeras adalah 1.5% dari populasi, atau 1 dari 67 orang.

Bagaimana kanker pankreas terbentuk?

Kanker dapat berkembang ketika ada mutasi pada DNA. Dalam hal ini mutasi terjadi pada pankreas. Mutasi dan perubahan bentuk sel menyebabkan sel-sel tumbuh dengan cepat dan berumur lebih panjang dari sel-sel yang normal, sel-sel yang bermutasi akan terakumulasi dan membentuk tumor. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebagian besar kasus kanker pankreas dimulai pada sel-sel yang terdapat pada duktus/saluran-saluran pankreas. Ada jenis kanker lain yang dapat terbentuk pada daerah penghasil hormon pankreas, kanker ini disebut kanker endokrin pankreas atau kanker sel islet.
Sumber, Sumber, sumber

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Kanker Pankreas: Mengenal Lebih Dekat

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment