Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, July 5, 2015

Meluruskan Tulisan Berjudul BPJS Dzolim (Isu 1,5 Tahun Lalu)

Terus dan akan terus bergulir seperti bola salju. Kasihan orang yang secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi orang lain untuk meneruskan berita yang bisa menyesatkan!

Hati-hati jika Anda menemukan tulisan berjudul "BPJS Dzolim, Tulisan Curhat Seorang Dokter", silakan membaca (jika mau), tetapi mohon JANGAN DISEBARKAN.

Mengapa demikian?

1) Tulisan itu kadaluarsa, ditulis saat awal bergulirnya JKN 1,5 tahun lalu, tepatnya 11 Januari 2014 ketika banyak dokter menyuarakan banyak Rumah Sakit akan bangkrut. Tapi nyatanya kan tidak.

2) Tulisan itu tidak relevan, karena ditulis diawal berlakunya JKN dimana berbagai pihak termasuk dokter dan Rumah Sakit bersangkutan belum memahami benar JKN dan sistem INA CBGs.

Sebelum anda berfikir menyebarkan, silakan baca tulisan yang menanggapi dan MELURUSKAN tulisan " BPJS dzolim" tersebut yaitu:

http://anjaris.me/benarkah-jkn-dan-ina-cbgs-merugikan-dokter-dan-pasien/

http://www.kompasiana.com/infobpjskesehatan/isu-lama-1-5-tahun-yang-lalu-yang-perlu-diluruskan-kembali_559646f821afbde6040d08e4

Mari menjadi pembaca yang kritis dan bertanggung jawab. Periksa dan konfirmasi kebenaran tulisan sebelum membagikan.

Terima kasih, semoga hidup Anda sehat bahagia. #BPJS Kesehatan

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Meluruskan Tulisan Berjudul BPJS Dzolim (Isu 1,5 Tahun Lalu)

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

5 comments:

  1. BPJS, di stigma in kaya apapun, kesiapan infrastruktur dan para pelakunya belum siap, saya sangat tidak menyarankan kepada seluruh keluarga untuk ngga usah ikut bpjs...ngapain kalau saat kita sakit malah sakit hati karena pelayanannya sangat ngga menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda kasus beda cerita, beda orang beda informasi yang diterima. Setiap hari ratusan ribu pasien BPJS dilayani di fasilitas kesehatan, kalau pelayanannya amburabul pasti kan sudah gempar, kenyataannya kan tidak. Hanya saja kalau ada satu dua keluhan di media sosial kesannya seperti dunia mau runtuh, belum lagi efek bola salju yang disebarkan oleh orang yang tidak pernah merasakan manfaat JKN. Tapi satu dua keluhan juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih baik. Yang penting adalah, jangan pukul rata semua pelayanan BPJS buruk.

      Kalau mau tau betapa banyaknya pasien yang mendapat manfaat dari BPJS, silahkan main ke RSUD/RSUP. Sebagai contoh, sebut saja pasien hemodialisis atau thalasemia. Mungkin orang awam belum tau apa itu? Mereka hanya sedikit (dikit banget malah) dari orang-orang yang merasakan manfaat JKN.

      Delete
  2. semoga aja tidak terjadi kekeruhan suasana dengan BPJS dan menjadi suatu layanan yang baik bagi kesehatan masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga JKN bisa lebih baik lagi, dan dapat memberi lebih banyak manfaat bagi mereka yang sakit atau memiliki kondisi medis tertentu.

      Delete
  3. Mungkin pada saat itu memang sistem dan dukungan BPJS nya sendiri belum siap. Jadinya yah begitu deh.

    ReplyDelete