Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, July 27, 2015

Vaksin Malaria Pertama Di Dunia

"Vaksin malaria pertama di dunia sudah disetujui untuk diproduksi massal. Penelitiannya sudah 30 tahun."

Vaksin malaria pertama di dunia telah mendapatkan lampu hijau dari regulator obat Eropa, vaksin ini direkomendasikan untuk digunakan pada bayi-bayi di Afrika yang berisiko tinggi terhadap penyakit yang berkaitan dengan nyamuk.

Suntikan, yang bernama RTS,S atau Mosquirix, akan menjadi vaksin manusia pertama yang digunakan untuk melawan penyakit parasit, dan dapat membantu mencegah jutaan kasus malaria pada negara yang menggunakannya.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan pembuat obat di Inggris Raya, GlaxoSmithKline (GSK) dalam kerjasama dengan PATH Malaria Vaccine Initiative.

Rekomendasi untuk lisensi obat yang dibuat oleh European Medicines Agency (EMA) biasanya didukung oleh Komisi Eropa dalam waktu beberapa bulan.

Mosquirix, juga didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation, yang kini juga dikaji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah berjanji memberikan panduan untuk kapan dan di mana harus digunakan sebelum akhir tahun ini.

Malaria diperkirakan telah membunuh 584.000 orang pada tahun 2013, sebagian besar korbannya berada di sub-Sahara Afrika.

Lebih dari 80 persen kematian malaria terjadi pada anak di bawah usia lima tahun.

Andrew Witty, chief executive GSK, mengatakan bahwa rekomendasi positif EMA adalah langkah lebih lanjut yang penting dalam membuat vaksin malaria pertama di dunia yang tersedia untuk anak-anak.

"Meskipun RTS,S sendiri bukan jawaban lengkap untuk malaria, penggunaan bersamaan dengan intervensi yang ada seperti kelambu atau insektisida dapat memberi kontribusi yang sangat berarti bagi pengendalian dampak malaria pada anak-anak dalam komunitas Afrika." katanya menambahkan.


"Perkembangan Signifikan"

Para ahli kesehatan dunia sudah lama berharap para ilmuwan mampu mengembangkan vaksin malaria yang efektif, dan para peneliti di GSK telah mengerjakan RTS,S selama 30 tahun.

Harapan bahwa suntikan vaksin akan menjadi jawaban akhir untuk memusnahkan malaria mulai pupus ketika data percobaan dirilis pada tahun 2011 dan 2012 hanya mengurangi episode malaria pada bayi berusia 6-12 minggu dengan 27 persen, dan sekitar 46 persen pada bayi berusia 5 -17 bulan.

Rekomendasi dari EMA adalah suntikan vaksin tetap harus diijinkan untuk penggunaan pada bayi yang mencakup semua kelompok usia dalam percobaan (dari 6 minggu sampai 17 bulan).

Sebagian ahli malaria telah menyatakan keprihatinan, kompleksitas dan potensi biaya penggelaran vaksin pertama ini ketika hanya memberikan perlindungan parsial membuatnya kurang menarik dan lebih berisiko.

Namun, Joe Cohen, seorang ilmuwan GSK yang telah memimpin pengembangan Mosquirix sejak tahun 1987, mengatakan ia tidak ragu vaksin ini dapat secara signifikan mengurangi jumlah korban dari penyakit dan kematian yang disebabkan oleh malaria di kalangan anak-anak Afrika.

"Saya sama sekali tidak ada keberatan dalam hal bergulirnya vaksin ini keluar," katanya kepada Reuters.

"Kenapa? Karena efektifitas, ketika diterjemahkan ke dalam kasus menghindari penyakit dan menghindari kematian, ini luar biasa. Ini akan memiliki dampak kesehatan masyarakat yang sangat besar."
sumber: Agencies

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Vaksin Malaria Pertama Di Dunia

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment