Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, September 1, 2015

Efisiensi Dialisis (Cuci Darah)

Seringkali kita bingung bagaimana perawat atau dokter menentukan apakah hemodialisis (HD) kita cukup efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup kita.

Nah di dunia hemodialisis dikenal ada 2 cara paling sering dipakai untuk menentukan apakah HD yang kita lakukan sudah cukup efektif.

Cara tersebut adalah:
1. K t /v
2. URR (Urea Reduction Ratio)

Kedua cara tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan nya sendiri, tentunya kedua rumus tersebut juga berkaitan dengan perilaku hidup kita (aktivitas, pola makan,obat,dsb)

1. Kt/v

Kt/v adalah rumus yang menentukan apakah perawatan hemodialisis yang kita lakukan cukup efektif atau tidak, perhitungan ini berdasar

K = Urea Clearance (uji lolos urea, perbandingan BUN pre dan post HD)
t = Waktu dalam 1x perawatan
V = Volume dari distribusi UREA ( = 0,6 x berat tubuh )

Standar nilai Kt/V untuk indonesia saya belum tau, tapi saya sering menggunakan standard amerika serikat, yaitu mereka menggunakan nilai US National Kidney Foundation Kt/V ≥ 1.3.

Gambar mesin hemodialisis

2. URR (Urea Reduction Ratio)

Metode ini terkenal karena kesederhanaanya, namun seperti Kt/V rumus ini juga ada kelebihan dan kekurangannya juga, nilai minimum untuk bisa dibilang efektif adalah 65%.

Dimana:
Upre = pre-dialysis urea level
Upost = post-dialysis urea level

Ada beberapa metode sederhana untuk membantu bahwa Anda mendapatkan dialisis yang cukup efektif.

  • Tepat waktu untuk sesi dialisis Anda.
  • Pastikan Anda tinggal sampai akhir sesi hemodialisis.
  • Jangan puas dengan waktu HD yang lebih rendah dalam kasus staff perawat yang terburu-buru hendak mengakhiri HD.
  • Jika Anda merasa tidak nyaman atau gelisah menjelang akhir jangan ragu untuk meminta bantuan perawat anda, daripada anda harus drop dan mengakhiri hemodialisis meskipun masi ada waktu tersisa.
  • Perhatikan berapa kali dialyser yang sedang resued dan mencatat ketika Anda mendapatkan dialyser baru.
  • Cobalah untuk mendapatkan dialyser baru jika Anda merasa satu kembali tidak bekerja untuk Anda.
  • Ketat mengikuti batas asupan cairan antara HD ke HD berikut.
  • Jaga pula makanan anda, semakin banyak makanan anda makan, semakin tinggi efek nya, semakin berat pula HD yang anda harus jalani, dengan semakin berat HD yang anda jalani maka semakin berat pula kerja jantung anda. Ini adalah dilema semua pasien HD.

Ringkasan Efisiensi Dialisis

Nah memang menghitung keefektifan HD kita tidak semudah itu, bahkan saya rasa perawat-perawat pun mengalami kesulitan menghitungnya (coba anda tanyakan kepada mereka), namun sekarang jaman teknologi, semua bisa kita dapatkan dengan mudah, untuk memudahkan kita menghitungnya, cukup masuk aja di link yang saya berikan di bawah ini:

http://www.medindia.net/doctors/clinical_cal/ktvresult1.asp

dari link tersebut dengan mudah kita mendapatkan keterangan tentang Keefektivan hemodialisis kita (ada banyak kt/v dan URR calculators di internet, manfaatkan!)

yang diperlukan adalah:
  1. Blood urea nitrogen (BUN) sebelum HD
  2. BUN sesudah HD
  3. Lama 1x sesi HD
  4. Uf atau penarikan cairan pada waktu HD.
  5. Berat badan setelah HD
Sumber:
1. Wikipedia.com
2. Davita.com
3. Personal opinion (Iv An Aw)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Efisiensi Dialisis (Cuci Darah)

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment