Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berapa Selisih Tarif Naik Kelas VIP dari Kelas 1 BPJS, Benarkah Bayar 75%?


Saat ini sedang ramai diberitakan oleh media nasional bahwa bulan Juli 2022 kelas standar BPJS akan diujicobakan di beberapa rumah sakit vertikal, dan saat kelas standar terealisasi, sistem kelas 1,2, dan 3 BPJS akan dihapuskan, namun kita masih menunggu berita resmi dari BPJS Kesehatan kapan penggantian sistem kelas standar ini terlaksana.

Program JKN-KIS yang berupa asurasi kesehatan dikelola BPJS kesehatan pada tahun 2022 ini masih menggunakan sistem kelas yakni, kelas 1, 2 dan 3. Tentang perbedaan kelas ini sudah pernah dijelaskan pada artikel terdahulu tentang perbedaan fasilitas kelas 1, 2 dan 3 BPJS.

Perbedaan kelas peserta BPJS berpengaruh pada hak ruang rawat inap pasien apabila peserta harus dirawat di rumah sakit. Untuk mendapatkan ruang rawat inap kelas 1, peserta harus terdaftar sebagai peserta kelas 1, begitu juga untuk kelas 2 dan kelas 3. Selain itu kelas juga mempengaruhi besaran iuran, iuran kelas 1 paling besar diikuti oleh kelas 2 dan kelas 3. Untuk pelayanan rawat jalan setiap peserta mendapatkan hak yang sama.

Sebelumnya perlu kita ketahui, JKN dari BPJS Kesehatan berwujud asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba. Hasil pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

Apakah Bisa Naik Kelas VIP Saat Rawat Inap?


Terkait naik kelas BPJS saat rawat inap atau saat kamar penuh, hal ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan, apakah bisa naik kelas VIP saat rawat inap? Benarkah naik kelas VIP dari kelas 1 bayar 75% dari tarif kelas 1 BPJS?

Baca Juga: Tanya Jawab Terbaru Seputar JKN-KIS (BPJS Kesehatan)

Saat menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit, terkadang pasien menginginkan ruang rawat inap kelas VIP, terutama untuk peserta BPJS kelas 1 yang merasa mampu untuk naik kelas VIP. Untuk mengatasi permasalahan tersebut untungnya BPJS Kesehatan memberlakukan sistem naik kelas dan turun kelas, artinya jika peserta menginginkan pindah ruangan rawat inap, peserta memiliki hak untuk turun kelas dan juga naik kelas perawatan.

Ketentuan ini diatur pada Pasal 10 ayat (5) Permenkes No. 51 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa peningkatan kelas perawatan hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta, begitu juga untuk turun kelas.

Contohnya untuk peserta kelas 1 BPJS, peserta kelas 1 dapat memilih untuk naik kelas perawatan menjadi kelas VIP atau turun kelas perawatan menjadi kelas 2. Untuk turun kelas peserta tidak akan dikenakan biaya alias ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, namun sayangnya bila peserta memilih naik kelas perawatan, ada selisih biaya yang harus dibayar oleh peserta.

Berapa Selisih Biaya Naik Kelas BPJS Ke VIP Saat Rawat Inap?


Seperti yang telah diuraikan di atas, ketika peserta BPJS memilih untuk naik kelas perawatan, maka peserta tersebut harus membayar selisih biaya sesuai dengan perhitungan yang telah ditentukan. Selisih bayar naik kelas adalah selisih antara tarif INA CBG’s antar kelas.

Sementara untuk peserta BPJS yang naik kelas rawat inap dari kelas 1 ke VIP, ketentuannya peserta BPJS harus membayar selisih biaya PALING BANYAK 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1.

INA CBG’s adalah kependekan dari Indonesian-Case Based Groups. Tarif INA CBG’s dapat diartikan sebagai sistem pembayaran dalam bentuk paket berdasarkan diagnosis penyakit dan prosedur pengobatan yang diderita pasien.

Baca Juga: Bagaimana Kalau Biaya Melebihi Tarif INA-CBG's?

Tarif ini dibayarkan BPJS Kesehatan ke RS. Perhitungannya menggunakan standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan. Standar tarif itu tertuang di Permenkes Nomor 64 Tahun 2016, sampai tahun 2022 masih menggunakan standar tarif tersebut, kemungkinan saat penerapan Kelas Standar BPJS standar tarif tersebut akan diperbaharui.

Tarif INA CBG’s mencakup tarif untuk rawat jalan dan rawat inap, namun memiliki ketentuan bahwa tarif akan berbeda tergantung kelas rumah sakit dan regionalnya.


Bagaimana Jika Kelas Perawatan Sesuai Hak Penuh dan Harus Naik Kelas?


Jika kelas perawatan penuh, maka akan berlaku dua pilihan berdasarkan kesepakatan antara pasien dan pihak rumah sakit, dua pilihan tersebut adalah:
  • peserta dititipkan di kelas yang satu tingkat lebih tinggi, kemudian akan dipindahkan kembali ke ruang kelas yang sesuai haknya jika sudah tersedia.
  • peserta naik kelas atas keinginan sendiri, dan harus membayar selisih biaya.
Update peraturan selisih biaya naik kelas BPJS saat rawat inap tahun 2022

Contoh Cara Hitung Selisih Biaya Naik Kelas BPJS, Berapa Yang Harus Dibayar?


Untuk menghitung selisih biaya yang harus dibayar oleh peserta BPJS yang melakukan naik kelas perawatan BPJS anda bisa melihat ilustrasi di bawah ini:

Diagnosa : Operasi Pembedahan Caesar (Berat)

Tarif Kode INA-CBG's O-6-10-III, RS Kelas A Pemerintah di wilayah atau regional 1 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur), untuk rawat inap tarifnya adalah sebagai berikut:
  • Kelas 3 = Rp 10,660,100,-
  • Kelas 2 = Rp 12,792,100,-
  • Kelas 1 = Rp 14,924,100,-

Misalnya peserta naik kelas rawat inap dari Kelas 3 ke Kelas 2, maka peserta BPJS harus membayar selisih biaya.

Naik ke Kelas 2 dari Kelas 3. Perhitungannya:

Selisih biaya yang harus dibayar peserta
= 12,792,100,- – Rp 10,660,100,- = Rp 2.132.000,-

Peserta BPJS membayar selisih sebesar Rp 2.132.000,-

Artinya pihak RS akan mendapat pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan sebesar Rp 10,660,100,-, ditambah dari peserta sebesar Rp 2.132.000,-. Total Rp 12,792,100,- yang setara dengan tarif kelas 2.

Sedangkan jika peserta BPJS naik kelas rawat inap dari Kelas 1 ke VIP, tambahan biayanya:

Naik Kelas VIP dari Kelas 1. Perhitungannya:

Selisih biaya yang dibayar peserta BPJS untuk naik kelas VIP tetap dihitung dari total biaya VIP, bukan kamar saja, mulai dari kunjungan dokter, pemeriksaan medis yang diperlukan, obat-obatan, baik yang diminum maupun obat injeksi. Intinya selisih biaya naik kelas BPJS adalah selisih antara seluruh biaya rawat inap kelas VIP dan tarif INA CBG's kelas 1, namun ada ketentuan selisih bayar maksimal adalah 75% dari tarif INA CBG's kelas 1.

Selisih biaya kelas VIP paling banyak
= 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1
= 75% x Rp 14,924,100,- = Rp 11.193.075,-

Selisih biaya paling besar yang dibayarkan peserta BPJS adalah Rp 11.193.075,- dan bisa saja kurang dari besaran tersebut.

Baca Juga: Cara Hitung Denda Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL), Ada Contohnya!

Apakah Kelas Di Atas Kelas 1 Adalah Kelas VIP? Bagaimana Dengan Kelas 1 Utama?


Sistem pembagian kelas di setiap rumah sakit bisa berbeda, ada sebagian RS yang memiliki istilah "kelas 1 utama" yang bukan merupakan fasilitas untuk peserta BPJS kelas 1. Untuk jenis RS yang memiliki beberapa tingkatan kelas di atas kelas 1, maka yang dapat ditanggung BPJS dengan membayar selisih biaya jika naik kelas adalah naik ke satu tingkatkan di atas kelas 1, jadi naik kelas dari kelas 1 ke kelas 1 utama, selisih biayanya paling banyak adalah 75% dari tarif diagnosa INA-CBG kelas 1. Namun untuk naik kelas dari kelas 1 ke dua tingkatan di atas kelas 1, maka biayanya tidak dapat dicover sebagian oleh BPJS karena naik dua tingkatan kelas.

Demikian informasi tentang selisih tarif naik kelas VIP dari kelas 1 untuk peserta BPJS (JKN-KIS). Bila real cost besarannya melebihi tarif INA-CBG kelas 1 maka selisih biaya maksimal adalah 75% dari tarif diagnosa INA-CBG's kelas 1. Dan apabila real cost besarannya kurang dari tarif INA-CBGS kelas 1 maka diperkirakan selisih biaya sekitar 50-70% dari tarif INA-CBG kelas 1. Namun selisih biaya yang harus dibayar saat naik kelas hanya dapat diketahui setelah perawatan rawat inap berakhir dan pasien dipulangkan. 

Untuk mengetahui tarif INA-CBG yang masih berlaku sejak 2016 hingga 2022, standar tarif tersebut tertuang di Permenkes Nomor 64 Tahun 2016.

Demikianlah artikel berapa selisih tarif naik kelas VIP dari kelas 1 BPJS, benarkah bayar 75%. Anda dapat mengunjungi blog Pasien Sehat untuk melihat artikel kami lainnya.

Anda juga dapat membaca artikel seputar BPJS Kesehatan lainnya di sini:

30 komentar untuk "Berapa Selisih Tarif Naik Kelas VIP dari Kelas 1 BPJS, Benarkah Bayar 75%?"

  1. Jadi intinya biaya naik kelas rawat inap:

    Kalau mau naik kelas rawat inap dari Kelas 3 ke Kelas 2 atau dari Kelas 2 ke Kelas 1, peserta harus membayar selisih biaya antara tarif INA CBG's antar kelas.

    Naik kelas rawat inap dari kelas 1 ke VIP, peserta harus membayar selisih biaya paling banyak 75% dari tarif INA CBG's Kelas 1.

    BalasHapus
  2. Mau nanya nih, jika BPJS nya kelas 2 apakah bisa pilih ruangan VIP?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa.
      Untuk bayar selisih biaya hanya berlaku jika naik satu tingkat kelas perawatan.
      Kelas 3 naik ke kelas 2.
      Kelas 2 naik ke kelas 1.
      Kelas 1 baru bisa ke VIP.

      Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 pasal 10 ayat (5):
      "Kenaikan kelas perawatan yang lebih tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta."

      Hapus
  3. Bertanya Kak, kalo dari Kelas 1 ke VIP sudah bayar selisihnya 75%, stelah pulang ternyata biaya total dr rs masi dibawah INA-CBG, apa tetap kita bayar 75% atau ada pengembalian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya selisih bayarnya hanya selisih antara tarif VIP dan INA CBG kelas 1, jika besarannya lebih rendah dari 75% tarif INA CBG's kelas 1. Masalah pengembalian, mohon tanyakan ke RS nya.

      Hapus
  4. jadi hiitungannya seprti ini, INA-CBG : J-4-16-I : Rp. 4.805.600,-
    , kami bayar selisih 75% : Rp.3.604.200,-
    Total Selama Rawat Inap : 2.738.514

    apa ada pengembalian selisihnya, mhon penjelasannya, Terimkasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai aturan, jika naik kelas saat rawat inap, peserta harus membayar selisih biaya antara biaya keseluruhan saat dirawat di ruang VIP dan tarif INA CBG's Kelas 1, dengan maksimum selisih bayar adalah 75% dari tarif INA CBG's Kelas 1.

      Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 pasal 11:
      "b. untuk kenaikan kelas pelayanan rawat inap di atas kelas 1, harus membayar Selisih Biaya paling banyak sebesar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari Tarif INA-CBG."

      Saya hanya menjelaskan secara aturan, untuk masalah pengembalian silahkan tanya RS nya, karena itu kebijakan RS mau narik sesuai selisih biaya atau batas maksimumnya 75%.

      Hapus
  5. Saya pns gol 3 istri juga pns gol 3 otomatis dpt BPJS kelas 1 saya pernh tanya ke kantor BPJS.. Klu suami istri kelas 1.maka bisa naik kelas Ke VIP Gratis untuk Pns??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peraturannya sama, baik untuk PNS berapapun golongannya atau pun non PNS, kecuali ada asuransi lain yang menanggung selisih bayar naik hak kelas perawatan ketika rawat inap.
      Peraturan naik hak kamar rawat inap kelas 1 ke kelas VIP, maka harus bayar selisih kamar, obat, dokter, dll. Dengan selisih biaya paling banyak 75% dari tarif INA CBG kelas 1.
      Kalau turun hak kamar rawat inap dari kelas 1 ke kelas 2 atau 3, yang biasanya terjadi jika kamar penuh, tidak ada biaya tambahan alias gratis.

      Hapus
  6. Kamar penuh..saya tidak meminta untuk kelas VIP saya setuju kalau masih di ugd krna kelas 1 2 3 penuh..tapi saya dipindahkan ke VIP .APAKAH INI ADA PENAMBAHAN BIAYA?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung kesepakatan di awal saat dipindahkan. Sebaiknya ditanyakan ke pihak RS status kepindahannya, apakah pindah sementara atau pindah dengan bayar selisih naik kelas.
      Peraturannya RS dapat memindahkan pasien BPJS ke ruang VIP untuk sementara (biasanya tidak lebih dari 3 hari) jika kamar sesuai haknya penuh tanpa biaya tambahan, kemudian akan segera dipindahkan lagi ke ruangan kelas 1, 2, atau 3, jika tersedia tempat tidur yang kosong.
      Namun pihak RS juga dapat menawarkan pasien untuk pindah ke ruang VIP dengan membayar selisih biaya naik kelas perawatan selama pasien dirawat inap.

      Hapus
  7. Saya habis rawat inap kak.Bpjs kls 1 ke VIP dengan biaya total rawat VIP 4.541.000.tarif Ina CBG kls 1 4.562.000 bisakah dilakukan tindakan sesuai kelas 1 tapi saya bayar selisih kamar+dokter+obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tarif rawat inap VIP ditentukan oleh pihak RS. Biasanya apabila masuk ke ruang VIP maka seluruh tarif akan ikut naik, termasuk tindakan medis/operasi, tarif kamar, visit dokter, dan obat-obatan.
      Peraturan untuk pasien BPJS yang naik kelas rawat inap ke VIP adalah bayar selisih antara tarif INA CBG kelas 1 dan tarif VIP yang ditentukan RS, dengan maksimal yang boleh ditagihkan adalah 75% dari tarif INA CBG kelas 1. Kalau real cost VIP ternyata jauh lebih tinggi dari tarif INA CBG, tetap yang ditagih ke pasien adalah 75% dari tarif INA CBG (jika tidak sesuai bisa tanyakan perinciannya ke RS).
      Pihak RS akan menagihkan biaya perawatan sesuai tarif INA CBG kelas 1 ke BPJS, adapun selisih tarif kelas 1 dan VIP akan ditagihkan ke pasien.

      Hapus
  8. Mau tanya, untuk selisih yg dibayarkan kalau mau naik kelas rawat inap dari kelas 2 ke kelas 1 apakah dihitung keseluruhan tindakan operasi, konsultasi dokter, obat2an dan kamar rawat inap? Atau hanya selisih ina - cbg saja? Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya selisih antara tarif INA CBG kelas 1 dan tarif INA CBG kelas 2.

      Hapus
  9. Berati kesimpulannya kalo dr kelas 1 ke vip itu sudah pasti maksimal termahal angka 75% nya yaitu 11.193.075. Bener ngga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung diagnosa/tarif INA CBG sesuai diagnosa. Adapun yang 11 juta itu hanya contoh untuk diagnosa operasi caesar (berat) di RS kelas A regional 1.

      Hapus
  10. Waduh klo naik sampai 75% berat juga yaaa... Biasa di dirawat di vip 4-5 hari bisa mencapai 20jutaan,, brarti bayar 15 jutaan klo 75% yaaa,, 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selisih bayar maksimalnya adalah 75% dari tarif INA CBG kelas 1, bukan 75% dari total biaya dirawat di kelas VIP. Misal total biaya VIP 20 juta, tapi tarif INA CBG kelas 1 10 juta, selisih bayarnya 75% dari 10 juta.

      Hapus
  11. Saya mau operasi miom di rumah sakit swasta minta naik kelas dari kelas 1 ke VIP tidak diijinkan itu.Apakah hanya rumah sakit tertentu yang boleh naik kelas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peraturannya pasien bisa dipindahkan ke kelas VIP jika tidak ada tempat tidur kosong di kamar kelas 1, 2 dan 3. Namun untuk pindah ke kelas VIP atas permintaan pasien itu tergantung kesepakatan antara pasien dan pihak RS, karena kondisi ini tidak selalu saling menguntungkan. Pada kasus tertentu mungkin pihak RS akan menerima permintaan pasien, pada kasus lain pihak RS mungkin dapat menolak, namun hal ini tidak mengapa jika pasien masih mendapatkan pelayanan sesuai hak kelas perawatannya.

      Hapus
  12. Saya habis rawat inap kak.Bpjs kls 1 ke VIP dengan biaya total rawat VIP Rp. 5.079.688,15
    tarif Ina CBG kls 1
    Rp. 7.176.700
    Berapakah selisih biaya yang harus saya bayar ke RS?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai peraturan, selisih biaya adalah tarif VIP dikurangi tarif INA CBG kelas 1 dengan besaran paling besar adalah 75% dari tarif INA CBG kelas 1. Jika tarif VIP justru lebih rendah dari tarif INA CBG kelas 1 maka peserta tidak harus membayar selisih biaya. Namun terkadang pihak RS tetap mengenakan biaya administrasi karena peserta dirawat pada kamar yang lebih tinggi dari hak nya. Ada tidaknya selisih biaya dan rinciannya bisa ditanyakan ke pihak RS.

      Hapus
  13. Perhitungan ini sejak kapan ya kak berlakunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak akhir 2018 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2018. Aturan tentang selisih biaya sudah ada sejak awal program JKN, tetapi penetapan selisih biaya maksimal naik kelas VIP adalah 75% dari tarif INA CBG kelas 1 berlaku sejak akhir 2018.

      Hapus
  14. SELAMAT MALAM KAK...MAU NANYA MISAL NYA KALO BPJS SAYA KELAS I MAU NAIK KE VIP .APA CUMA KAMR NYA AJAH YG DIBAYAR KAK...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tarif ruang VIP biasanya semua tarif ikut naik, termasuk kamar, obat-obatan, tindakan medis, visit dokter, dll. Anda harus membayar seluruh selisih tarif antara kelas 1 dan VIP dengan biaya paling banyak sebesar 75% dari tarif INA CBG kelas 1.

      Hapus
  15. karna sebagian keluarga pasien menyatakan cuma ruangan ajah ditambah,saya menyatakan tidak cuma ruangan ajah yg dibayar selisih tapi ikut juga segala obat obatan,tindakan dokter dan segala pasien operasi minyal nya pasien ibu hamil....

    BalasHapus
close