Cara Hitung Denda BPJS Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL), Ada Contohnya!


Peserta asuransi kesehatan BPJS kesehatan (JKN-KIS) memiliki kewajiban membayar iuran sebelum akhir bulan berjalan setiap bulan, pembayaran iuran BPJS dilakukan sekaligus untuk seluruh anggota keluarga yang terdaftar dalan KK.

Jika tidak ingin ada kendala, pastikan anda membayar iuran asuransi kesehatan BPJS Kesehatan setiap bulan dan sesuaikan pemilihan kelas dengan keuangan anda.
Kelas 1 : 150.000/jiwa/bulan
Kelas 2 : 100.000/jiwa/bulan
Kelas 3 : 35.000/jiwa/bulan.

Jika telat membayar iuran, peserta BPJS akan dikenakan denda. Denda BPJS yang dimaksud bukanlah denda penambahan biaya iuran, melainkan denda pelayanan atau tambahan biaya jika dirawat inap. Denda BPJS ini disebut Denda Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL). Denda ini berlaku setelah pelunasan tunggakan BPJS jika dalam 45 hari peserta dirawat inap di rumah sakit.

Berapa besaran biaya denda rawat inap BPJS?


Kalau nunggak 1 bulan berapa bayar denda RITL nya? Kalau nunggak lebih dari 2 tahun berapa bayar denda BPJS nya?

Apabila dalam waktu 45 (empat puluh lima) hari sejak status kepesertaan aktif kembali, Peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap di FKRTL (rumah sakit) yang diperolehnya sebesar 5% dari biaya pelayanan kesehatan (INA CBG’s diagnosis awal) untuk setiap bulan tertunggak, maksimal 12 bulan tunggakan dengan maksimal nilai denda Rp. 30 juta. Perhitungan Denda Rawat Inap BPJS Kesehatan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020.

Apakah bayar iuran lewat tanggal 10 akan terkena denda?


Denda BPJS berlaku jika lewat bulan berjalan. Telat bayat lewat tanggal 10 belum dikenakan denda selama bulan belum berganti. Jika lewat bulan berjalan, kartu BPJS langsung non aktif dan ada tulisan denda Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) selama 45 hari pada aplikasi Mobile JKN.

Contoh denda BPJS rawat inap tingkat lanjut (RITL)

Contoh cara menghitung denda rawat inap tingkat lanjut (RITL) BPJS


Berikut ini adalah contoh perhitungan denda rawat inap BPJS Kesehatan. Jika berobat jalan atau rawat jalan, maka sistem denda ini tidak berlaku, yang berlaku hanya rawat inap saja. Berikut adalah cara perhitungan denda rawat inap tingkat lanjut BPJS Kesehatan yang baru.

Contoh penghitungan denda pelayanan atau denda rawat inap tingkat lanjut adalah sebagai berikut:

Misal peserta PBPU atau mandiri kelas 3 dengan iuran Rp 35.000,- per bulan per jiwa. Di dalam Kartu Keluarga (KK) ada 4 orang anggota keluarga dan semuanya menunggak 36 bulan.

Maka Tunggakan Iuran selama 36 bulan tersebut adalah:
Rp. 35.000,- x (24 bulan + 1 bulan berjalan) x 4 orang = Rp.3.500.000,-
Jumlah tunggakan iuran yang harus dilunasi adalah Rp. 3.500.000,- karena maksimal tunggakan yang dihitung adalah 24 bulan.

Setelah peserta melunasi tunggakan sebesar Rp. 3.500.000,- tersebut, kartu BPJS akan langsung aktif dan bisa digunakan untuk berobat pakai BPJS, namun ada denda rawat inap tingkat lanjut selama 45 hari.

Baca Juga: Program Rehab BPJS, Bayar Tunggakan Secara Dicicil

Jika dalam 45 hari setelah pelunasan tunggakan iuran peserta masuk rumah sakit dan dirawat inap, akan berlaku denda rawat inap yang harus dibayarkan terlebih dahulu untuk mendapatkan pelayanan rawat inap. Biasanya petugas RS memberi tahukan bahwa denda rawat inap harus dibayarkan di awal sebelum tindakan/perawatan yang besarannya sesuai tarif diagnosa.

Contoh penghitungan denda pelayanan rawat inap saat dirawat inap di rumah sakit :

Rumus denda RITL : 5% x diagnosa awal x jumlah bulan tertunggak (paling banyak 12 bulan).
Maksimal denda RITL : Rp. 30 juta.
 
Contoh menghitung denda BPJS ini jika peserta menunggak 36 bulan seperti tertulis di atas.

Contoh 1
Diagnosa : Operasi Pembedahan Caesar (Berat)
Tarif kode INA CBG's : O-6-10-III (RS Kelas C Swasta) = Rp. 6.587.900,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 6.587.900,- x 12 bulan = Rp 3.952.740,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta BPJS adalah Rp 3.952.740,-

Contoh 2
Diagnosa : Transplantasi Ginjal (Berat)
Tarif kode INA CBG's : N-1-01-III (RS Kelas C Swasta) = Rp. 105.130.700,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 105.130.700,- x 12 bulan = Rp 63.078.420,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta BPJS adalah Rp 30.000.00,- karena denda paling besar adalah Rp. 30.000.00,-

Contoh Surat Denda Rawat Inap Tingkat Lanjut RITL yang diberikan RS

Demikian contoh cara menghitung denda BPJS untuk rawat inap. Tidak ada denda bagi pasien yang hanya rawat jalan.

Kemana peserta harus membayar denda rawat inap?


Denda rawat inap tingkat lanjut dapat dibayarkan peserta melalui:
  1. Kantor Pos
  2. Bank Mandiri
  3. Bank BNI (Teller)
  4. Bank BRI (Teller dan ATM)
  5. Alfamart
Baca Juga: Selisih Biaya Naik Kelas VIP, Benarkah Bayar 75%?

Demikianlah artikel cara hitung denda BPJS rawat inap tingkat lanjut (RITL), ada contohnya. Anda dapat mengunjungi blog Pasien Sehat untuk melihat artikel kami lainnya.

7 komentar

  1. Just sharing :
    1. Mulai 2016 BPJS KESEHATAN sudah tidak mengenakan denda terhadap iuran yang tertunggak. Tunggakan murni akumulasi dari tanggungan iuran . Kemudian awal pandemi ada program relaksasi pembayaran tunggakan diatas 2 tahun sampai di 2021, di tahun 2022 ada program cicilan pembayaran tunggakan dan juga ada program pelunasan diatas 2 tahun cukup bayar 24 bulan + 1 bulan berjalan.
    2. Aturan denda yang muncul saat ada tunggakan kemudian dilunasi dan digunakan rawat inap (opname) maka muncullah yang namanya biaya Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) yang besarannya adalah 5% dari biaya diagnosa awal dan layanan RS x jumlah tunggakan berjalan.
    3. Jika peserta BPJS ingin melihat informasi tentang masa tenggang kartu BPJS dll, bisa download mobile JKN, lewat call center 165, bisa lewat kanal media sosial resmi BPJS di FB, Instagram atau Twitter.
    Itu sekedar sharing dari saya.... bahwa sebagai peserta BPJS kitalah yg harus pro aktif juga mencari informasi tentang kegunaan, manfaat serta resiko apa yg muncul saat kita terikat dalam asuransi milik pemerintah ini.

    BalasHapus
  2. Cara bayar dendanya gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pihak rumah sakit akan memberikan info
      Surat Denda Pelayanan RITL.

      Dan tidak dibenarkan membayar denda pelayanan RITL di rumah sakit tersebut.

      Tetapi bayar denda bisa lewat Indomaret atau kantor post, serahkan surat Denda Pelayanan RITL untuk membayarnya.

      Hapus
  3. Biasanya rutin bayar bpjs mandiri setiap bulannya sebelum tgl 10. Bulan ini kelupaan jadi bayarnya udah lewat dari tgl 10. Kena denda ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada denda, kecuali anda bayar lewat bulan, kemudian langsung buat rawat inap, ada denda rawat inap.

      Hapus
  4. Sy ada denda ritl, apakah awal bulan depan untuk persalinan kena denda. Apakah bisa d cover smua atau gimana. Mohon penjelasannya. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau melahirkannya di faskes 1 (puskesmas/bidan), tidak ada denda rawat inap.
      Kalau lahirannya di RS maka akan kena denda RITL.
      Dendanya baru bisa muncul saat masuk RS nanti. Hitungan dendanya :
      5% x lama nunggak (max. yg dihitung 12 bulan) x Diagnosa RS.

      Hapus


EmoticonEmoticon