Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, October 6, 2015

Apakah Perawatan Bayi Prematur Cukup Dengan Inkubator Saja?

Masalah prematuritas sangat kompleks, tidak bisa inkubator rumahan menjadi solusi atas berbagai kompleksnya masalah prematuritas. Untuk yang sangat awam, kami para penggiat Komunitas Prematur Indonesia/Super Prematur memiliki kekhawatiran para orang tua dapat meminta pulang paksa/pulang lebih cepat dengan kondisi bayi yang belum stabil dan belum melewati serangkaian skrining berbagai organ mungilnya.

Saat merawat sendiri di rumah, bagaimana bila terjadi kegawatdaruratan, contoh 1 saja misalnya: bayi apnea (berhenti napas), kekurangan oksigen hingga badan membiru. Hitungan detik nyawa bisa hilang dan tidak ada waktu membawa bayi ke rumah sakit.

Merawat bayi preterm/prematur bukan hanya sekedar menghangatkan badan bayi, bukan hanya sekedar "membesarkan bayi" tetapi banyak hal yang perlu diperhatikan seperti : Apakah ROP (Retinopathy of Prematurity) ? Ini banyak sekali kasus yang terlambat diketahui, diketahui ketika bayi sudah kehilangan penglihatannya. Kemudian bagaimana kondisi jantungnya yang diketahui melalui Echo jantung? Lalu sudahkah lakukan EEG? Sudahkan OAE (Otoacoustic Emissions) – tes pendengaran? Bagaimana fungsi parunya? Apakah masih perlu alat bantu napas? Nah jadi bukan "hanya" sekedar perlu inkubator.

Tahukah bahwa ada yang namanya KMC (Kangoroo Mother Care) / PMK (Perawatan Metoda Kangguru)? Ketika bayi dinyatakan stabil dan boleh keluar dari rumah sakit pun ketika di rumah tidak dimasukkan ke inkubator, tapi terus melanjutkan KMC/PMK. Bila belum tau apa itu PMK mari simak tulisan saya ini :

Perawatan Metoda Kangguru (PMK) / Kangaroo Mother Care (KMC) adalah perawatan untuk bayi preterm / prematur, bayi yang lahir dengan usia gestasi kurang dari 37 minggu dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) dengan cara bayi melakukan skin to skin contact / kontak kulit dengan kulit dengan Ibunya.

Kangooro mother care vs inkubator

Nama kangguru dipilih untuk menggambarkan bahwa metoda PMK mirip dengan cara kangguru membawa anaknya (kantung di perut Ibu kangguru).

Pada tahun 1978, karena meningkatnya angka kematian bayi dan bayi yang sakit di sebuah NICU di Bogota, Kolombia, Dr. Edgar Rey Sanabria memperkenalkan metoda baru dalam merawat bayi BBLR dengan kondisi terbatasnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Rekomendasinya adalah Ibu melanjutkan kontak kulit dengan kulit dengan bayi untuk menjaga agar bayi tetap hangat dan memberikan ASI eksklusif sesuai kebutuhan bayi.

Dengan cara ini, kebutuhan akan inkubator dan tenaga kesehatan berkurang. Tubuh Ibu berfungsi sebagai thermoregulator (pengatur suhu tubuh) bagi bayi sehingga badan bayi tetap hangat dan dapat terhindar dari hipotermia (suhu tubuh dingin, di bawah 36,5 derajat Celsius). Hampir 2 dekade pelaksanaan dan penelitian mengenai PMK menyatakan bahwa PMK lebih dari sekedar alternatif pengganti inkubator – jadi bukan hanya bualan/omong kosong/janji surga semata. PMK adalah intervensi yang berdampak besar dan low cost + efisien yang telah terbukti menyelamatkan nyawa bayi preterm/premature &/ BBLR.

Secara spesifik manfaat PMK untuk Ibu dan bayi adalah sebagai berikut:

Manfaat Perawatan Metoda Kangguru (PMK) :

A. Untuk Ibu :
  • Meningkatkan kedekatan (bonding) dan kasih sayang dengan bayi
  • Meningkatkan produksi ASI
  • Meningkatkan hingga 2 kali lipat kesuksesan menyusui dan lamanya menyusui
  • Secara fisiologis tubuh Ibu terutama payudara Ibu merespon kebutuhan bayi akan kehangatan
  • Meningkatkan kepercayaan diri, merasa mampu dan puas dalam merawat bayi
  • Mengurangi stress (tertekannya hormon kortisol)
  • Menghemat pengeluaran

B. Manfaat Untuk bayi preterm / prematur dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) :
  • Suhu tubuh, detak jantung dan pernapasan normal
  • ASI mudah didapat dan selalu tersedia, membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi
  • Kontak kulit dengan kulit memberikan rasa tenang, mengurangi stress bayi
  • engurangi rasa sakit
  • Membantu meningkatkan pertumbuhan bayi (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala)
  • Meningkatkan kedekatan dan kasih sayang dengan Ibu
  • Berkurangnya resiko akan infeksi nosokomial, penyakit berat – penyakit saluran pernapasan bawah
  • Tidur lebih nyenyak
  • Keluar RS lebih cepat
  • Berkurangnya resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
  • Membantu perkembangan motorik bayi
  • Salah satu cara menangani bayi kolik
  • Perkembangan kognitif & motorik yang lebih baik

Perbandingan Hasil Perawatan Metoda Kangguru (PMK) Vs Inkubator

Alhamdulilah ternyata sudah ada penelitian-penelitian Evidence Based mengenai: Perbandingan hasil PMK vs Inkubator :
  1. Penelitian tingkat Meta analisis dari 3 RCT menunjukkan penurunan tingkat kematian bayi dengan BBL <2kg sebesar 51% bila mendapatkan PMK dibanding dengan perawatan konvensional inkubator.
  2. Ruth Feldman dan Arthur tahun 2002 membanding 73 bayi premature di NICU yang menerima PMK vs perawatan inkubator. Hasilnya para Ibu bayi premature yang melakukan PMK memiliki perasaan yang lebih tenang dan positif, terhindar dari depresi, sementara bayi menunjukkan respon positif yaitu lebih alert dan berkurang keengganan untuk menatap.
  3. Bayi yang melakukan PMK kenaikan Berat Badan per harinya lebih baik dibanding bayi yang dirawat konvensional (inkubator) : 23,99 gr vs 15,58 gr
  4. Para Ibu yang melakukan PMK lebih besar kemungkinan untuk menyusui & mencapai keberhasilan menyusui
  5. Perkembangan kognitif & motorik bayi-bayi yang mendapatkan PMK lebih baik dibandingkan bayi2 yang dirawat konvensional
  6. PMK yang dilaksanakan selama bayi dirawat di rumah sakit neurodevelopmentalnya lebih baik. Skor Mental Development Index dan Psychomotor Development Index menggunakan Bayley Scales of Infant Development yang dinilai pada saat usia 6 bulan dan 12 bulan hasilnya Lebih Tinggi dibanding bayi-bayi yang dirawat konvensional

Dua Cara PMK (Perawatan Metoda Kangguru) :

1. PMK Sesi pendek / PMK intermiten
PMK tidak dapat dijalankan sepanjang waktu karena kondisi kesehatan bayi yang tidak memungkinkan (bayi dirawat intensif di NICU). PMK dilakukan saat Ibu mendapat jadwal mengunjungi bayi. PMK dilakukan minimal satu jam per hari walau bayi masih diberikan alat-alat bantu jadi ya, bayi dengan kondisi ini memang banyak berada di inkubator.
2. PMK Kontinu
Bila kondisi bayi sudah stabil terutama bayi dapat bernapas sendiri (spontan) tanpa bantuan oksigen.
Masyaa Allah sambil saya mengumpulkan dan mempelajari berbagai penelitian mengenai PMK , makin saya bersyukur bahwa Allah sudah beri kemudahan jalan untuk merawat bayi-bayi yang ditakdirkan lahir lebih cepat dari perkiraan. Tiada lain tulisan saya ini untuk mengEdukasi, sayapun berharap pemerintah, terutama Kemenkes menaruh perhatian, melatih para tenaga kesehatan mengenai pelaksanaan PMK dan tentunya para orang tua tidak terus berhenti belajar.

Ditulis oleh Fatimah Berliana Monika Purba

Sumber :
1. KMC Saves Newborn : Maternal & Child Health Integrated Program USAID
2. KMC - No More Incubator Care : Muhammad Ali Jan, Department of Pediatrics Saidu Group of Teaching Hospitals
3. Kangaroo mother care' to prevent neonatal deaths due to preterm birth complications : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20348117
4. [Kangaroo Mother Care and conventional care: a review of literature]. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21843431
5. Effect of Kangaroo Mother Care on Vital Physiological Parameters of The Low Birth Weight Newborn http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4215507/
6. Kangaroo care for the preterm infant and family : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3287094/
7. Incubation and Kangaroo Mother Care : https://www.eemec.med.ed.ac.uk/wiki/wikinode.asp…
8. Kangaroo Mother Care in reducing pain in preterm neonates on heel prick. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22544676
9. Effect of Early Skin-to-Skin Contact on Mother-Preterm Infant Interaction Through 18 Months: Randomized Controlled Trial http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2818078/


Gambar bayi prematur penuh kabel dan selang yang dirawat di NICU

Jadi, bayi prematur untuk bertahan hidup tidak cukup dengan inkubator saja. Harus dirawat di NICU dengan inkubator yang dilengkapi:
  • selang untuk alat bantu napas
  • selang untuk suplai ASI/makanan
  • selang untuk infus
  • kabel untuk deteksi detak jantung, saturasi oksigen, suhu tubuh.
Masing-masing selang/kabel terhubung dengan alat bantu masing-masing. Dengan C-PAP ataupun Ventilator, dengan injektor ASI plus pengatur laju alirannya (harus habis berapa ml/satuan waktu), dengan infus digital (berapa ml persatuan waktu), mesin deteksi detak jantung dan saturasi oksigen.

Namun bagi BBLR yang sudah stabil dan boleh pulang dari rumah sakit, boleh saja menggunakan inkubator rumahan, tapi kangaroo mother care (KMC) jauh lebih bermanfaat bagi bayi. Bukan hanya masalah suhu, tetapi juga tentang kesuksesan pemberian ASI, bonding antara ibu dan anak. Bahkan KMC sudah dimulai sejak bayi masih di rumah sakit. Yang pasti rekomendasi WHO untuk penanganan BBLR di rumah bukan sediakan inkubator tapi KMC dengan segala keuntungannya bagi bayi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apakah Perawatan Bayi Prematur Cukup Dengan Inkubator Saja?

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment