Berat Badan Kering Pasien Hemodialisa

Bila Anda memiliki penyakit gagal ginjal kronis, berat badan kering sangat amat penting dicapai oleh setiap pasien hemodialisa.

Berat badan kering bagi pasien hemodialisa adalah berat minimum yang bisa dicapai, dimana berat tersebut sudah tidak dapat diturunkan lagi pada waktu menjalani dialisis, apabila dipaksa lebih rendah maka pasien tersebut akan mengalami dehidrasi, saat menjalani dialisis dapat dipastikan ngedrop.

Tidak ada cara pasti menentukan berat kering, setiap pasien hemodialisa harus mencari tahu sendiri, semua hanya pada pendekatan. Bisa dikatakan tolok ukurnya adalah berat di mana Anda merasa enak, namun karena ini relatif maka ini kurang akurat, karena seperti yang Anda alami, Anda naik 1 kg pun masih dapat merasa enak.

Berdasarkan pengalaman salah satu pasien hemodialisa yang menuliskannya di medsos
  • Berat kering adalah berat minimum yang bisa dicapai saat menjalani dialisis.
  • Cara untuk mengecek berat badan kering. Biasanya berat kering adalah jika bisa naik 10% dari berat kering tanpa sesak. Apabila belum naik 10% sudah terasa sesak, berarti ada masalah di berat kering, hb, kalium, atau paru-paru.
  • Batuk tanpa sebab dalam jangka waktu yang lama perlu dicurigai masalah paru.
  • Cara bernapas pasien hemodialisa pada waktu tidur terlentang juga terlihat berbeda apabila ada masalah pada pernapasannya.

Apabila terjadi kenaikan berat badan "luar biasa" karena banyak minum, hal ini sering terjadi pada pasien hemodialisa, sebaiknya segera dikeluarkan sesegera mungkin sebelum waktu menjalani dialisis berikutnya. Kenapa? Karena air yang masuk ke dalam tubuh kita lebih mudah dikeluarkan daripada yang sudah lama. Ilustrasinya seperti memasukkan tangan kita ke air, kalau sebentar kita angkat dan kita lap, pasti mudah kering. Kalau kita masukkan ke air selama satu jam, atau seperti setelah kita berenang dimana kulit kita sampe terlihat kusut, pasti lebih susah dikeringkan.

Banyak sekali pasien hemodialisa di Indonesia, yang masih mengalami masalah berat kering, namun mereka tidak menyadarinya, bahkan perawat-perawat mereka juga tidak. Baru diketahui setelah sesak, pneumonia, paru-paru basah , ascites, dan sebagainya. Selain menjalani dialisis tentu perlu diperlukan perubahan perilaku minum pasien, supaya setiap hemodialisis bisa mengeluarkan cairan secara maksimal dalam tubuhnya.

0 Comments

Posting Komentar