Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Thursday, May 14, 2015

Mari Ubah Stigma Negatif Tentang HIV

Selama ini sebagian masyarakat masih memandang negatif orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka diidentikkan sebagai pendosa besar. Pandangan negatif tersebut amat keliru karena kenyataannya virus HIV bisa menginfeksi siapa pun.

Stigma tersebut hanya akan memperberat beban ODHA. Di sisi lain mereka harus melawan serangan virus mematikan itu dan di saat yang sama dia harus menutup rapat perihal penyakit yang dia derita dari warga sekitar, karena jika warga mengetahui bahwa dia menderita HIV/AIDS maka pengusiran dan diskriminasi akan menimpanya.

Padahal dengan pengobatan intensif dan pola hidup sehat, mereka yang positif HIV tetap bisa menikah, memiliki anak yang negatif HIV, dan hidup layaknya orang lain.


Mari ubah stigma orang tentang HIV. Ini contoh survivor HIV yang harus menderita HIV karena orang tuanya penderita HIV. "Jangan kucilkan mereka".


Namanya adalah Andrew Pulsipher dan beliau hidup dengan HIV+ sejak dilahirkan. Berikut adalah beberapa fakta tentangnya:

1. Andrew menikah dengan wanita yang luar biasa dan mereka akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-10 pada Oktober tahun ini.

2. Andrew memiliki 3 anak yang cantik. Mereka berumur 5, 3, dan 1 tahun.

3. Andrew telah hidup dengan HIV positif hampir 34 tahun. Dia tidak bisa mengatakan dengan penuh yakin bahwa dia adalah orang yang paling tua hidup dengan penyakit ini, tapi dia cukup yakin bahwa dia adalah salah satu orang tertua yang sejak dalam kandungan terinfeksi atau terlahir dengan HIV.

4. Anak yang terlahir dengan HIV dan tidak mendapat pengobatan biasanya meninggal dunia pada usia 3 - 7 tahun. Andrew mulai mendapatkan pengobatan sejak usia 8 tahun.

5. Andrew yang saat ini "tidak tereteksi". Ini bukan berarti dia adalah Ninja. Ungkapan tersebut berkaitan dengan jumlah virus yang terdeteksi dalam darah Andrew, namun demikian virus tersebut masih dapat bersembunyi di bagian lain dalam tubuhnya. Dan itu juga berarti obat yang setiap hari dikonsumsi bekerja dengan baik.

6. Kedua orang tuanya meninggal dunia karena AIDS. Ayahnya meninggal ketika Andrew berusia 4 tahun, dan ibunya meninggal ketika dia berusia 8 tahun.

7. Tidak ada saudara saudarinya yang memiliki HIV posotif, hanya kedua orangtuanya dan dirinya. Virus tersebut akan berakhir bersamanya.

8. Andrew dibesarkan bersama bibi, paman dan keempat anaknya, sepupu dari Andrew. Andrew memanggilnya ibu, ayah, kakak, dan adik karena itulah mereka bagi Andrew.

9. Andrew sangat jarang sekali membicarakan kepada orang lain bahwa dirinya memiliki HIV positif. Hanya sedikit kerabat di luar keluarga dekat dan beberapa teman dekat yang mengetahui. Hal ini bertujuan untuk memungkinkan masa kecil Andrew senormal mungkin seperti anak-anak pada umumnya.

10. Andrew membagikan pengalamannya ini dengan kita semua karena untuk pertama kalinya dia dapat benar-benar jujur terhadap dirinya dan orang lain. Hal ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk merasa nyaman dengan kondisi ini (hampir 34 tahun!). Dia mengetahui bahwa HIV selalu mendapat stigma negatif, tapi itu tidak seharusnya begitu dan Andrew ingin mengubah hal itu. Ini adalah penyakit yang dapat diobati dan Anda dapat hidup normal dengannya. Andrew buktinya. Andrew ingin mengedukasi masyarakat sehingga kita dapat melewati "Bagaimana Anda bisa kena HIV" menjadi "Bagaimana cara Anda menjalani hidup dengannya". Ada banyak keajaiban di dunia ini dan Andrew percaya bahwa hidupnya adalah salah satunya. Andrew bukan satu-satunya, kita semua memiliki kisah untuk diceritakan. Jika anda merasa tertarik membagikan kisah anda, silahkan lakukan. Kami akan senang untuk menjadi bagian dari perubahan dalam cara kita berbicara tentang HIV.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mari Ubah Stigma Negatif Tentang HIV

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

1 comments:

  1. setuju, sebaiknya kita tidak mengucilkan orang" yang terkena HIV

    ReplyDelete