Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, September 6, 2015

Informasi Vaksin Pneumokokus Konjugasi Untuk Orang Tua

Apa saja penyakit yang disebabkan oleh pneumokokus?
Infeksi pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Penyakit ini disebarkan melalui manusia ke manusia melalui percikan ludah (droplet).

Kuman pneumokokus dapat menimbulkan penyakit yang serius, termasuk pneumonia (radang paru), infeksi darah (sepsis), radang telinga tengah (otitis media), dan meningitis (infeksi selaput otak).

Meningitis pneumokokus sangat jarang terjadi (kurang dari 1 kasus per 100.000 orang per tahun), tetapi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lain, seperti ketulian dan kerusakan otak. Pada anak, penyakit ini dapat mematikan 1 diantara 10 kasus.

Anak berumur <2 tahun mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan penyakit yang serius dibandingkan anak lebih besar. Pada kondisi kesehatan tertentu (penurunan sistem kekebalan), orang tua >65 tahun, dan perokok berisiko terserang penyakit akibat pneumokokus.

Sebelum ada vaksinasi pneumokokus, infeksi ini menyebabkan masalah pada anak di bawah usia 5 tahun. Lebih dari 700 kasus meningitis, 13.000 infeksi darah, diperkirakan 5 juta infeksi pada telinga, dan sekitar 200 orang meninggal setiap tahun disebabkan infeksi pneumokokus.

Diperkirakan 4,000 dewasa meninggal tiap tahun disebabkan infeksi pneumokok. Infeksi pneumokok juga sulit diobati disebabkan beberapa tipe sudah resisten (tidak mempan) terhadap antibiotik.

Vaksin pneumokokus konjugasi dianjurkan untuk melindungi bayi, batita, dan lansia dari penyakit infeksi pneumokokus. Maka pencegahan melalui vaksinasi sangat dianjurkan.

Vaksin pneumokokus
Vaksin pneumokokus konjugasi diberikan secara rutin pada bayi usia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan, karena pada usia tersebut sangat rentan terinfeksi kuman pneumokokus. Namun dapat juga diberikan pada anak lebih besar.

Tipe vaksin pneumokokus yang lain adalah PPSV23, dapat juga diberikan pada anak dalam kesehatan tertentu yang berumur >2 tahun dan orang tua >65 tahun.

Perhatian khusus
  • Seseorang yang pernah mendapat reaksi alergi yang mengancam jiwanya yang disebabkan vaksinasi sebelumnya terhadap vaksin pneumokokus, tidak dianjurkan untuk divaksinasi. 
  • Seseorang yang pernah divaksinasi pneumokokus dan menimbulkan reaksi alergi berat tidak boleh divaksinasi ulang. 
  • Bila anak sedang sakit ketika akan divaksinasi, maka vaksin diberikan setelah sembuh. 
Dokter anda akan menjelaskan lebih jelas.

Ilustrasi vaksin pneumokokus

Apakah risiko vaksinasi pneumokokus?
Vaksin juga sama dengan obat dapat menimbulkan efek samping. Biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Reaksi yang serius dapat juga terjadi, tetapi sangat jarang.

Reaksi yang pernah dilaporkan akibat vaksinasi pneumokokus:
  • Anak dapat mengeluh pusing setelah suntikan, kehilangan nafsu makan sementara, kemerahan, dan rasa sakit pada tempat suntikan.
  • Diperkirakan 1 dari 3 anak mengalami pembengkakan pada tempat suntikan.
  • Diperkirakan 1 dari 3 anak mengalami demam namun tidak tinggi.
  • Diperkirakan 8 diantara 10 anak menjadi rewel.
  • Orang dewasa yang mendapat vaksinasi pneumokok melaporkan kemerahan, sakit, dan bengkak pada tempat suntikan, demam ringan, rasa lelah, sakit kepala, menggigil, atau sakit otot.
  • Reaksi alergi yang mengancam jiwa sangat jarang dilaporkan. 

Apa yang harus dilakukan bila terjadi reaksi serius?
Apa yang harus saya perhatikan?

  • Perhatikan gejala yang timbul seperti reaksi alergi berat, dan demam tinggi. 
  • Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, bengkak pada muka, bibir, kelopak mata, serta sesak napas, denyut jantung/nadi meningkat, pusing dan lemas. 
  • Gejala ini timbul segera beberap menit sampai 2 jam setelah vaksinasi. 

Apa yang saya harus dilakukan?
Bila anda duga reaksi alergi berat segera hubungi no telepon tempat dilakukan imunisasi.
Sumber
- Center of Disease Control and Prevention http://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/index.html
- Ranuh IG.N, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, Ismedijanto, Soedjatmiko, penyunting. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Edisi ke-5. Jakarta:Badan Penerbit IDAI;2014.
Sumber: IDAI.or.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Informasi Vaksin Pneumokokus Konjugasi Untuk Orang Tua

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. Nah, aku sangat benci jika orang meludah sembarangan. Naik kendaraan juga meludah dengan enaknya. Tanpa memikirkan orang lain. Semoga saja dengan ini, orang lebih disiplin dalam meludah, jangan sampai menyebarkan kuman pneukokus.

    ReplyDelete
  2. templatenya responsive banget, bolehlah aku dibagi template ini. Jika berkenan, ditunggu diinbx facebookku.

    ReplyDelete