Mengenal Bronkitis Akut Pada Anak, Apa Penyebabnya?

Sering mendengar diagnosis Bronkitis? Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bronkitis ini?

Bronkitis adalah kondisi dimana terjadi radang pada saluran pernapasan yang bisa melibatkan trakea, bronkus, dan bronkiolus. Anak yang terkena bronkitis gejalanya napas tampak berat, dan biasanya mengalami batuk berdahak, meskipun batuk berdahak ini juga sangat umum ya bukan satu ciri pasti bronkitis. Dan batuk berdahak ini pun juga bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Apa sih penyebab bronkitis yang tersering? Pasti sebagian berpikir infeksi bakteri. Salah. Penyebab bronkitis tersering adalah infeksi virus. Bronkitis karena infeksi bakteri bisa saja terjadi, tapi jauh lebih jarang. Sebab lain dari bronkitis selain infeksi virus dan bakteri, juga bisa karena infeksi jamur, alergi, asap rokok, dan lain-lain.

Gejala utamanya bronkitis adalah batuk. Batuk bisa berdahak, bisa juga batuk kering. Karena infeksi ini terjadi pada saluran napas, bisa jadi infeksi terjadi pada saluran napas bagian atasnya, yaitu di hidung yang menyebabkan pilek, dan di tenggorokan yang menyebabkan tenggorokan pun bisa terasa sakit.

Karena bronktis disebabkan infeksi, maka bisa terjadi demam ringan. Bedanya, bronkitis disertai sesak napas dan bisa juga ada bunyi mengik. Ya, mirip seperti asma, di Amerika justru cukup sering terjadi anak asma tapi tidak di diagnosis sebagai asma, namun dikatakan sebagai bronkitis, karena gejalanya yang hampir mirip. Selain asma, dengan gejala mirip bronkitis adalah diagnosis bronkiolitis.

Nah, memperhatikan tingginya demam, kalau demamnya tinggi, lebih dari 39°C dan ada sesak napas atau napas cepat maka curiga boleh ke diagnosis pneumonia. Sebetulnya diagnosis bronkitis ini lebih sering pada pasien dewasa (anak juga bisa tapi seringnya dewasa). Pada pasien anak, bronkiolitis yang lebih sering terjadi. Pneumonia juga bisa (sering) ditemui pada anak.

Mengenai diagnosis ini dokter yang menentukan, namun sebagai info saja bagi orang tua. Penegakkan diagnosis bronkitis bisa dari anamnesis tanda dan gejala penyakit yang dialami anak, dan pemeriksaan rontgen paru bisa dibutuhkan sebagai penunjang mencari kemungkinan diagnosis.

Bronkitis akut, umumnya akan membaik dalam 10-14 hari. Cukup lama, pasti terasa lama bagi orang tua. 1-2 hari anak sakit saja sudah tidak tenang, apalagi 14 hari. Lalu ini dibiarkan saja? Ya, prinsipnya bronkitis akut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu paling lama 14 hari. Tidak ada komplikasi serius yang dikhawatirkan pada bronkitis akut.

Nah, tadi ada persentase kecil (sekitar 10%) kemungkinan penyebab bronkitis akut adalah infeksi bakteri. Maka dokter bisa saja meresepkan antibiotik. Meskipun penyebab terseringnya adalah infeksi virus, yang tidak memerlukan antibiotik. Obat batuk tidak membantu banyak dalam kasus bronkitis, diberikan hanya jika disarankan dokter, dimohon orang tua tidak membeli sendiri. Justru, madu dianjurkan untuk diberikan, pada anak yang sudah lebih dari 1 tahun.

Orang tua wajib tahu kapan harus membawa anak periksa ke dokter: kalau sebelumnya sudah diketahui ada asma, demam tinggi (>39°C), batuknya tidak reda dalam 7-10 hari, ada suara mengik atau sesak napas, ada darah pada dahak, dan anak tampak kesulitan bernapas.

Perhatikan tanda-tanda penting tadi. Bila ada yang ragu, lebih baik langsung dibawa periksa ke dokter, terutama kalau tampak sesak atau napas cepat, dan susah bernapas. Jangan mengandalkan konsultasi online, ini sebagai bekal awal saja bagi orang tua. Semoga informasi ini bisa membantu.

Demikianlah artikel mengenal bronkitis akut pada anak, apa penyebabnya. Anda dapat mengunjungi blog Pasien Sehat untuk melihat artikel kami lainnya.
Sumber : dr. Agung Zentyo Wibowo/Bee Kids

0 Comments

Posting Komentar