Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Thursday, July 2, 2015

Apa Itu Rheumatoid Arthritis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Rheumatoid arthritis adalah kondisi kronis yang ditandai dengan inflamasi pada sendi perifer tangan, pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut dan kaki, biasanya di kedua sisi tubuh, berpotensi mengakibatkan kerusakan.

Kerusakan disebabkan oleh inflamasi persisten pada sinovium, membran yang melapisi sendi, dengan kerusakan lebih lanjut pada tulang rawan, erosi tulang dan kelainan bentuk sendi. Meskipun biasanya terbatas pada sendi, pada sebagian kasus juga dapat mempengaruhi sistem lain seperti paru-paru, jantung dan sistem saraf.

Penyebab Rheumatoid Arthritis

Penyebab RA belum diketahui secara pasti namun ada kecenderungan genetik yang kuat. Sekarang telah dipahami bahwa ada reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan sinovial tubuh sendiri, yang disebut reaksi autoimun.

Faktor Risiko Rheumatoid Arthritis

Sekitar satu persen dari populasi dunia terdampak rheumatoid arthritis, meskipun kita tidak memiliki angka prevalensi yang akurat untuk Indonesia. RA lebih sering terjadi pada wanita dengan dua sampai tiga kali lebih sering dibandingkan pria. Penyakit ini dapat menjangkiti seseorang pada usia berapa saja dan sering menyerang usia muda. Puncak onsetnya berada pada usia 40 sampai 50 tahun, dengan 80 persen dari orang yang memiliki RA berusia antara usia 35 sampai 50 tahun.

Ada kecenderungan genetik yang kuat: rheumatoid arthritis yang parah lebih sering ditemukan dalam keluarga yang sama-sama memiliki penyakit ini.

Tanda Dan Gejala Rheumatoid Arthritis

Ilustrasi: Deformasi sendi pada RA

Rheumatoid arthritis ditandai dengan polyarthritis kronis - yang berarti mempengaruhi banyak sendi. Sekitar dua dari tiga pasien RA memulai gejala dengan kelelahan yang tersembunyi, nyeri otot dan sendi yang samar, sampai munculnya inflamasi sinovial yang jelas. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Gejala spesifiknya biasanya muncul secara bertahap pada beberapa sendi, terutama pada tangan, pergelangan tangan, lutut dan kaki menjadi terdampak pada kedua sisi tubuh.

Sekitar 10 persen pasien memiliki presentasi yang lebih atipikal dengan tiba-tiba mengalami poliartritis, terkadang bersamaan dengan demam dan/atau penyakit sistemik, atau hanya dengan sendi tunggal seperti lutut yang terkena dampaknya.

Gejala utamanya adalah kekakuan, nyeri dan nyeri tekan pada semua sendi yang mengalami inflamasi. Kekakuan biasanya semakin memburuk setelah tidak ada aktivitas. Biasanya kekakuan di pagi hari berlangsung lebih dari satu jam. Durasi kekakuan pagi dapat digunakan sebagai ukuran kasar dari tingkat inflamasi, seperti untuk meningkatkan dosis obat.

Diagnosis Rheumatoid Arthritis

Diagnosis rheumatoid arthritis dapat ditegakkan ketika pasien memenuhi empat dari tujuh kriteria khusus yang ditentukan oleh American College of Rheumatology (ACR). Namun, diagnosis dapat dibuat secara tentatif atas dasar kecurigaan klinis, bahkan jika kriteria RA tidak hadir.

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk rheumatoid arthritis. Rheumatoid Factor (RF) dengan hasil positif ditemukan pada 85% pasien dengan RA. Pasien ini disebut seropositif. Tes RF pada sebagian pasien lain hasilnya negatif, hal ini disebut seronegatif. Meskipun kehadirannya tidak menegakkan diagnosis, nilai Rheumatoid Factor yang tinggi dapat memprediksi tingkat keparahan dan progresifnya penyakit, yang sering dengan manifestasi bukan sendi. Selain itu, tes ini mungkin positif pada kondisi medis lain dan pada orang tua.

Sebuah tes antibodi baru, anti-CCP, telah terbukti lebih spesifik dan lebih berguna dalam diagnosis rheumatoid arthritis pada awal penyakit.

Mereka yang memiliki rheumatoid arthritis aktif sering mengalami anemia. Erythrocyte sedimentation rate (ESR) meningkat pada banyak pasien dengan RA aktif, seperti C-Reactive Protein (CRP). Penanda inflamasi ini dapat digunakan untuk memantau perkembangan penyakit.

Foto sinar-X tidak selalu berguna pada awal penyakit, terutama untuk melihat pembengkakan jaringan lunak sekitar sendi dan cairan dalam ruang sendi. Namun, penampilan awal erosi tulang di sekitar margin sendi menunjukkan proses penyakit yang lebih agresif dan harus segera memperoleh pengobatan yang lebih agresif pula. Seiring penyakit berlangsung, kelainan menjadi lebih jelas, dengan penyempitan ruang sendi dan kerusakan margin sendi. Sinar-X berguna dalam memantau perkembangan karena dapat memberikan informasi independen terhadap respon pasien atas terapi tertentu.

Pencegahan Rheumatoid Arthritis

Sampai saat ini belum ada cara mencegah rheumatoid arthritis. Tidak ada tes darah rutin yang disarankan untuk RA. Kebiasaan merokok telah terbukti menjadi faktor risiko pengembangan RA, dan merokok bagi pasien RA dapat memperburuk kondisi.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa rheumatoid arthritis merupakan suatu kondisi medis yang dapat diobati, yang memerlukan intervensi mendesak pada saat-saat awal. Ini adalah masalah medis dan dokter spesialis yang tepat adalah rheumatologist.

Meskipun pengobatan homeopati seperti Omega 3 dan 6 dapat membantu mengurangi rasa sakit dan inflamasi, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa hal tersebut dapat memodifikasi penyakit. Disease-modifying Antirheumatic Drugs (DMARDs) adalah landasan dari semua terapi untuk RA dan harus diperkenalkan sesegera mungkin untuk mencapai remisi. Remisi didefinisikan sebagai tidak adanya nyeri atau pembengkakan sendi, atau indikator laboratorium dari inflamasi pada pasien yang dalam pengobatan.

Tujuan dari pengobatan rheumatoid arthritis adalah:
  • Meringankan nyeri
  • Mengurangi inflamasi
  • Mengelola penyakit dengan induksi awal dari remisi
  • Pemeliharaan fungsi

Latihan dan fisioterapi

Latihan dan fisioterapi dapat membantu. Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas sendi tanpa memperburuk inflamasi sendi. Mungkin berolahraga bisa menjadi dilema, karena sendi bisa bertambah nyeri. Caranya adalah - "Jika sendi bengkak - istirahat dulu. Jika tidak bengkak - latihan".

Obat-obatan

a) Pereda nyeri dan mengurangi inflamasi
Pereda nyeri sederhana, NSAIDs digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan. Cox 2 selective anti-inflammatories (COXIBs) tersedia dengan efek samping yang lebih sedikit pada gastro-intestinal. Obat ini mencakup Celebrex dan Prexige. Profil keamanan COXIBs lebih unggul daripada NSAIDs.

b) Disease-modifying Antirheumatic Drugs (DMARDs)
Pengobatan agresif awal dengan DMARDs sangatlah penting. Obat ini mampu mengurangi jumlah kerusakan sendi. Methotrexate merupakan obat DMARDs yang paling umum digunakan. Meskipun dikembangkan untuk kemoterapi, obat ini sangat efektif untuk RA dan tetap menjadi tulang punggung dari sebagian besar pengobatan. Chloroquine (Nivaquin), obat anti-malaria, and Sulphasalazine (Salazopyrine) merupakan obat yang sering digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan Methotrexate. Leflunomide (Arava) adalah DMARDs yang lebih mahal tapi lebih kuat, yang sering digunakan jika Methotrexate gagal meraih remisi.

c) Cortisosteroid
Corticosteroid sangat berguna dalam dosis rendah untuk mengelola gejala sambil menunggu obat pemodifikasi-penyakit bekerja. Obat ini bekerja cepat dalam melawan semua aspek dari RA. Kendati demikian, efek sampingnya tergantung dosis dan menutup kemungkinan untuk penggunaan jangka panjang. Penggunaan corticosteroid oral secara terus-menerus menunjukkan penyakit yang belum terkontrol dan kebutuhan terapi DMARDs yang lebih agresif.

Injeksi corticosteroid baik intramuskuler atau langsung ke sendi sangat membantu dalam mengendalikan kekambuhan penyakit. Dosis besar dibatasi hanya untuk situasi yang mengancam jiwa di mana ada penyakit sistemik dan keterlibatan organ. Dalam kasus ini, obat mungkin menyelamatkan jiwa.

Operasi

Operasi secara relatif dapat membantu pada awal penyakit jika ada inflamasi persisten pada sendi tunggal yang besar seperti lutut dan pergelangan tangan. Operasi ini disebut synovectomy dan dapat meringankan gejala jangka panjang.

Operasi penggantian sendi dicadangkan untuk pasien dengan sendi yang rusak parah. Prosedur yang paling sukses dilakukan pada pinggul dan lutut. Tujuan operasi penggantian sendi adalah untuk menghilangkan rasa sakit, membenarkan deformitas dan memberikan perbaikan fungsional. Rheumatoid arthritis merupakan masalah medis dan operasi hanya diberikan untuk pasien yang berada di bawah perawatan seorang rheumatologist yang berpengalaman.
sumber

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Rheumatoid Arthritis: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment