Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Yang Dimaksud Dengan Denda Rawat Inap BPJS atau Denda Pelayanan RITL?


Denda rawat inap adalah denda pelayanan yang harus dibayar oleh peserta kepada BPJS Kesehatan karena peserta menjalani rawat inap di rumah sakit pada saat kepesertaan berstatus denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

Denda rawat inap menggantikan peraturan tentang denda sebelumnya yang berlaku untuk peserta yang terlambat membayar iuran. Denda keterlambatan pembayaran iuran telah dihapus sejak 1 juli 2016 dan sebagai gantinya saat ini berlaku denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut.

Sekarang sudah tidak ada lagi denda yang harus dibayar jika peserta terlambat membayar iuran BPJS, namun apabila peserta menunggak 1 bulan saja, kepesertaannya akan langsung dinonaktifkan dan kartu BPJS tidak dapat digunakan untuk berobat dengan tanggungan BPJS JKN-KIS. Selain itu jika sudah dilunasi tunggakannya, peserta akan dikenai status masa denda rawat inap tingkat lanjut sampai tanggal yang telah ditentukan.

Sebelumnya perlu kita ketahui, JKN dari BPJS Kesehatan berwujud asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba. Hasil pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

Apa yang dimaksud dengan denda rawat inap?


Denda rawat inap adalah denda pelayanan yang merupakan sanksi bagi peserta JKN-KIS karena keterlambatan pembayaran iuran dan menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali

Untuk melihat atau mengetahui status masa denda rawat inap tingkat lanjut (RITL) anda bisa melihatnya di aplikasi mobile JKN, anda bisa melihatnya dengan memilih menu "Info Peserta", dan anda akan melihat tulisan merah di bagian bawah setiap data peserta, kurang lebih akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


Anda akan melihat tulisan berwarna merah yang berbunyi, "Anda memasuki masa denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) mulai tgl..... sampai......" Artinya adalah anda sedang berada di masa bisa mendapatkan denda apabila pada rentang waktu tersebut anda menjalani rawat inap.

Apa penyebab munculnya masa denda rawat inap tingkat lanjut?


Sebagai peserta JKN sebaiknya kita mengetahui mengenai status denda rawat inap tingkat lanjut ini, agar kita tidak merasa dirugikan dikemudian hari dan bisa antisipasi.

Penyebab utama kenapa kepesertaan anda bisa masuk kedalam masa denda rawat inap tingkat lanjut yaitu :  Anda terlambat membayar iuran dan melunasinya.

Baca Juga: Cara Membuat Kartu BPJS PBI Yang Iurannya Dibayar Pemerintah

Kapan batas waktu bayar iuran bulanan BPJS?


Batas waktu bayar iuran adalah akhir bulan berjalan. Apabila terlambat bayar iuran sampai akhir bulan, pada tanggal 1 bulan berikutnya status kepesertaan akan nonaktif dan saat status nonaktif anda tidak dapat berobat dengan jaminan BPJS.

Untuk mengaktifkannya status kepesertaan kembali, anda harus melunasi seluruh tunggakannya, maka secara otomatis kartu akan aktif kembali dan bisa kembali digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan yang menerima BPJS.

Baca Juga: Cara Cicil Tunggakan Melalui Program REHAB BPJS

Namun ketika kartu yang awalnya nonaktif di aktifkan kembali, walaupun kartu kembali aktif dan dapat digunakan untuk berobat rawat jalan, kepesertaan anda akan langsung memasuki masa denda rawat inap tingkat lanjut selama 45 hari, dihitung mulai dari tanggal kartu anda aktif kembali setelah anda melunasi tunggakan.

Berapa besaran denda rawat inap tingkat lanjut?


Seperti apa yang diuraikan di atas, denda rawat inap tingkat lanjut berlaku selama 45 hari sejak kartu diaktifkan kembali atau sejak anda melakukan pindah kelas.

Dampak denda rawat inap baru akan anda dapatkan apabila anda melakukan rawat inap pada masa itu, konsequensinya adalah anda harus membayar denda sebesar:

5% x jumlah bulan menunggak x tarif INA CBG sesuai diagnosa awal masuk RS.

Jumlah bulan menunggak yang dihitung maksimal adalah 12 bulan dan denda pelayanan RITL yang dibayar peserta maksimal adalah Rp 30.000.000.

Contoh kasus hitung-hitungan berapa besaran denda RITL:

Ilustrasi 1.
Peserta Joko pada tanggal 1 Juni 2022 membayar iuran BPJS kelas 3 yang memiliki tunggakan 3 bulan, kemudian pada tanggal 1 Juli 2022 peserta dirawat dengan diagnosa awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan kode INA CBG J-4-17-III. Peserta dirawat inap di rumah sakit kelas B regional 1.

Maka denda pelayanan RITL yang harus dibayar adalah:
Diagnosa : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (Berat)
Tarif kode INA CBG's : J-4-17-III (RS Kelas B, Regional 1, BPJS Kelas 3) = Rp. 5.363.802,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 5.363.802,- x 3 bulan = Rp 804.570,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta Joko adalah Rp 804.570,-

Ilustrasi 2.
Peserta Widodo sudah menunggak selama 3 tahun (36 bulan) dengan kepesertaan BPJS mandiri kelas 3, pada tanggal 14 Juni 2022 peserta tersebut telah membayar tunggakan iurannya. Pada tanggal 10 Juli 2022 peserta dirawat inap untuk prosedur katup jantung dengan katerisasi berat dengan kode INA CBG I-1-02-III. Peserta dirawat inap di rumah sakit kelas A regional 1.

Maka denda pelayanan RITL yang harus dibayar adalah:
Diagnosa : Prosedur Katup Jantung Dengan Katerisasi Berat
Tarif kode INA CBG's : I-1-02-III (RS Kelas A, Regional 1, BPJS Kelas 3) = Rp. 66.443.771,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 66.443.771,- x 12 bulan = Rp 39.860.262,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta Widodo adalah Rp 30.000.000,-

Contoh surat denda rawat inap tingkat lanjut BPJS yang diberikan RS

Denda tersebut harus dibayarkan oleh peserta sendiri melalui kantor pos, bank mandiri, bank BRI (teller dan ATM), bank BNI (teller), dan alfamart sebelum pasien masuk rawat inap di rumah sakit, atau selambat-lambatnya pada saat pasien dinyatakan sudah bisa pulang. Dan tidak dibenarkan membayar denda tersebut ke pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit akan menginformasikan tentang denda rawat inap untuk anda dan bukti pembayaran dapat digunakan untuk syarat pelayanan pasien BPJS yang dirawat inap saat terkena masa denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

Demikian artikel apa yang dimaksud dengan denda rawat inap BPJS atau denda pelayanan RITL. Untuk melihat artikel lainnya, silahkan kunjungi blog Pasien Sehat dari browser Anda.

27 komentar untuk "Apa Yang Dimaksud Dengan Denda Rawat Inap BPJS atau Denda Pelayanan RITL?"

  1. kalau selama periode masa denda atau red notice tadi,peserta bpjs tidak mengalami rawat inap...? apa akan gugur masa denda nya dan status kepesertaan nya normal kembali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, status denda akan otomatis hilang setelah melewati masa denda 45 hari. Denda pun hanya berlaku jika rawat inap di faskes rujukan/rumah sakit, untuk rawat jalan tidak ada denda.

      Hapus
  2. Denda itu untuk denda biaya apa ,padahal kita telat bayar bpjs dan telah di lunasi keterlambatannya ,tp kok masih muncul denda ,maksud denda itu ke siapa dan untuk denda apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai namanya : Denda Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL); yaitu denda untuk peserta yang mendapatkan pelayanan rawat inap. Denda hanya berlaku jika rawat inap, untuk rawat jalan/berobat ke poliklinik tidak dikenakan denda. Denda berlaku selama 45 hari. Saat rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda, dan denda dibayarkan
      langsung ke BPJS melalui kantor pos/bank, dan tidak diperkenankan membayar denda ke pihak RS.

      Denda ini sudah ada sejak tahun 2016. Alasan munculnya denda rawat inap adalah karena banyaknya peserta BPJS yang hanya mendaftar BPJS tapi tidak membayar iuran bulanannya dan baru membayar iuran hanya ketika sakit.

      Hapus
  3. Itungan dendanya dari total tagihan selama di rawat (obat+rawat inap+dll) atau hanya rawat inap nya saja atau seperti apa ya?
    Tolong penjelasannya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda dihitung dari tarif INA CBG sesuai diagnosa awal masuk RS.
      Rumusnya: 5% x diagnosa INA CBG x jumlah bulan tertunggak

      Saat masuk RS untuk rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda RITL, denda dibayarkan langsung ke BPJS melalui kantor pos/bank. Bayar denda dahulu baru bisa dilayani rawat inapnya.

      Hapus
  4. Yang di maksud telat bayar tolong jelaskan orang awam kurang paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telat bayar iuran artinya anda tidak membayar iuran pada bulan berjalan. Misal, iuran bulan Agustus harus dibayar pada bulan Agustus. Jika sampai 1 September tidak dibayar maka status kepesertaan langsung nonaktif dan saat pelunasan tunggakan status kepesertaan langsung aktif kembali tapi ada status denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

      Hapus
  5. Pak, tolong bantu jelaskan. Ini saya byr bpjs seharusnya byr tgl 25 juli. Tp sy telat byr tgl 3 agsts. Sdgkn batas waktu pembayaran saya terhitung mulai 25 juli - 10 agsts. Sdgkn di lapora info peserta JKN, ada tulisan RITL. itu knp pak ? Tlg bantu jelaskan pak. Padahal di info iuran, sdh tertulis. LUNAS, bahkan menu Denda pun, gk ada tulis nilai denda yg di byrkan. Apa lg peserta ini, gak rawat inap atau rawat jalan. terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang seperti itu sistem pembayaran BPJS, batas pembayaran iuran adalah akhir bulan berjalan. Iuran yang muncul di bulan Juli harus dibayarkan maksimal pada akhir bulan Juli. Jika dibayar pada bulan Agustus maka sistem otomatis menganggap anda telat bayar 1 bulan. Lalu dikenakan status denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) dengan besaran : 1 x 5% x tarif diagnosa awal. Denda diberlakukan jika peserta memperoleh pelayanan rawat inap di rumah sakit. Untuk rawat jalan, tidak dikenakan denda.

      Hapus
  6. Kalau untuk proses lahiran dengan rawat inap kena nya berapa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persalinan normal di faskes tingkat pertama/puskesmas tidak ada denda RITL.
      Besaran denda pelayanan RITL untuk persalinan di rumah sakit tergantung jumlah tunggakan anda dan diagnosa. Coba cek di sini: https://www.pasiensehat.com/2022/07/berapa-denda-pelayanan-ritl-bpjs-untuk-persalinan-caesar-kelas-1.html

      Hapus
  7. Bulan agustus blom bayar dan bulan September kmrin tgl 7 sudah autodebet lewat mandiri 2 bulan
    Kenapa tadi mau kontrol gak bisa yah ? Katanya belom bayar . Akhirnya ke Indomaret bayar lagi .. berati bulan sept ini bayar 2 kali 2 bulan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin autodebetnya telat bayar ke BPJS Kesehatan. Dana anda sudah dipotong autodebet oleh pihak bank tapi pihak bank telat membayar ke BPJS Kesehatan.

      Hapus
  8. Istri saya pernah rawat inap.... Saya telat bayar 6 bulan..... Seumpama saya bayar iuranya 6 bulan ... Apakah bisa... Denda RiTL itu d bayar kalau masuk rs lagi.... Atau wajib di bayar walau tidak masuk rs....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda pelayanan RITL adalah denda yang HANYA dibayar saat masuk RS untuk rawat inap. Saat mengurus administrasi rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda yang besarannya sesuai dengan tarif INA CBG diagnosa awal. Selama masih ada status denda RITL yang berlaku 45 hari, setiap masuk untuk rawat inap di RS, peserta wajib membayar denda sebelum mendapat pelayanan rawat inap. Jika tidak ada rawat inap maka tidak ada denda.

      Hapus
  9. Jika denda msa RITL sudah habis, untuk kelanjutanya msal rawat inap msih di kenakan denda ap sudah bebas selagi iuran lancar ga telat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah bebas tidak ada denda jika sudah habis masa berlaku dendanya.

      Hapus
  10. Selamat Pagi Author (PasienSehat),

    Izinkan saya bertanya, karena ini juga dialami oleh orang tua saya yang terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan dan memasuki fase Denda Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut.

    Meskipun sudah membayar lunas iuran, saat berobat pada tanggal 1 September ternyata harus membayar denda tersebut sesuai dengan perhitungan yang berlaku saat akan rawat inap. Jadi denda juga sudah lunas terbayarkan.

    Mohon bantuan pencerahan dari pertanyaan saya ini ya:
    1. Mengapa status denda RITL masih tercantum pada akun bagian Info Peserta walaupun sudah dilunasi?

    2. Apakah denda akan dikenakan kembali apabila pada bulan berikutnya, misalkan 1 Oktober orang tua saya berobat ke Rumah Sakit dan harus rawat inap kembali?

    Terima kasih atas perhatian dan bantuan pencerahannya.

    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang,

      1. Masa berlaku denda RITL adalah 45 hari sejak pelunasan tunggakan. Tanggal 1 September itu hari ke berapa setelah pelunasan? Jika belum lewat 45 hari status denda tetap ada. Status denda tidak berkaitan dengan sudah/belum membayar denda dan terus berlaku setiap kali rawat inap dalam 45 hari.

      2. Jika tanggal 1 Oktober masih ada status denda RITL, maka saat rawat inap kembali, akan ada denda lagi. Denda berlaku secara berulang setiap kali masuk rumah sakit untuk rawat inap dalam 45 hari. Karena itu usahakan kondisi pasien sudah stabil saat dipulangkan sehingga mengurangi kemungkinan kambuh dalam waktu dekat. Denda berlaku setiap rawat inap, untuk kontrol rawat jalan tidak ada denda.

      Hapus
  11. Batas waktu pembyaran denda itu smpai kpn y ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda harus segera dibayar setelah diinformasikan, karena pihak RS hanya bisa menagih biaya pengobatan anda ke BPJS jika denda sudah dibayar.

      Denda RITL diinformasikan oleh pihak rumah sakit saat peserta masuk untuk rawat inap. Peserta harus membayar denda terlebih dahulu sebelum mendapatkan pelayanan rawat inap, jika tidak segera dibayar maka tidak dilayani rawat inapnya. Denda dibayar langsung ke pihak BPJS melalui kantor post atau bank. Jika tidak ada rawat inap maka tidak ada denda, abaikan status denda RITL sampai hilang sendiri setelah 45 hari.

      Hapus
  12. Wong cilik,wong bodhi mumet,,ngrtine tunggakan dilunasi,rawat inap langsung ditanggung BPJS,,ternyata Eneng dendane.mumet..mumet..nulungi wong cilik Ponari menginginkan wong cilik to BPJS iki

    BalasHapus
  13. Jika ada keterangan RITL tapi dalam 45 hari akan ada rencana melahirkan di bidan normal pakai bpjs apa tetap kena denda ? Atau denda berlaku jika rawat inap di rumah sakit saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda RITL berlaku saat rawat inap di rumh sakit. Persalinan yang ditangani di faskes tingkat pertama (puskesmas/bidan) tidak ada denda RITL, tapi persalinan yang ditangani di faskes rujukan atau rumah sakit dikenakan denda RITL.

      Hapus
  14. Kalo saya BPJS Kesehatannya di bayarkan oleh perusahaan , terus kan perusahaan telat bayar , saya jadi kena masa tenggang , saat saya mau di rawat kan harus bayar denda , nah untuk pembayaran denda tersebut nanti kaya Virtual Accountnya di infokan ke kita sendiri atau hanya pihak perusahaan yang bisa akses ?Karna kaya pembayaran premi aja kita gak bisa akses tagihannya berapa .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk denda RITL, informasinya diberikan ke masing-masing peserta saat rawat inap. Besarannya ditentukan berdasarkan diagnosa awal saat masuk RS, setelah diketahui tarif INA CBG sesuai diagnosa awal, pihak RS/administrasi rawat inap akan menginformasikan besaran denda yang harus dibayar. Denda dibayar langsung ke pihak BPJS melalui kantor pos/bank. Apakah denda tersebut harus anda bayar sendiri atau bisa minta reimburse ke perusahaan itu tergantung kebijakan perusahaan anda.

      Hapus
close