Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Yang Dimaksud Dengan Denda Rawat Inap BPJS atau Denda Pelayanan RITL?


Denda rawat inap adalah denda pelayanan yang harus dibayar oleh peserta kepada BPJS Kesehatan karena peserta menjalani rawat inap di rumah sakit pada saat kepesertaan berstatus denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

Denda rawat inap menggantikan peraturan tentang denda sebelumnya yang berlaku untuk peserta yang terlambat membayar iuran. Denda keterlambatan pembayaran iuran telah dihapus sejak 1 juli 2016 dan sebagai gantinya saat ini berlaku denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut.

Sekarang sudah tidak ada lagi denda yang harus dibayar jika peserta terlambat membayar iuran BPJS, namun apabila peserta menunggak 1 bulan saja, kepesertaannya akan langsung dinonaktifkan dan kartu BPJS tidak dapat digunakan untuk berobat dengan tanggungan BPJS JKN-KIS. Selain itu jika sudah dilunasi tunggakannya, peserta akan dikenai status masa denda rawat inap tingkat lanjut sampai tanggal yang telah ditentukan.

Sebelumnya perlu kita ketahui, JKN dari BPJS Kesehatan berwujud asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba. Hasil pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

Apa yang dimaksud dengan denda rawat inap?


Denda rawat inap adalah denda pelayanan yang merupakan sanksi bagi peserta JKN-KIS karena keterlambatan pembayaran iuran dan menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali

Untuk melihat atau mengetahui status masa denda rawat inap tingkat lanjut (RITL) anda bisa melihatnya di aplikasi mobile JKN, anda bisa melihatnya dengan memilih menu "Info Peserta", dan anda akan melihat tulisan merah di bagian bawah setiap data peserta, kurang lebih akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


Anda akan melihat tulisan berwarna merah yang berbunyi, "Anda memasuki masa denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) mulai tgl..... sampai......" Artinya adalah anda sedang berada di masa bisa mendapatkan denda apabila pada rentang waktu tersebut anda menjalani rawat inap.

Apa penyebab munculnya masa denda rawat inap tingkat lanjut?


Sebagai peserta JKN sebaiknya kita mengetahui mengenai status denda rawat inap tingkat lanjut ini, agar kita tidak merasa dirugikan dikemudian hari dan bisa antisipasi.

Penyebab utama kenapa kepesertaan anda bisa masuk kedalam masa denda rawat inap tingkat lanjut yaitu :  Anda terlambat membayar iuran dan melunasinya.

Baca Juga: Cara Membuat Kartu BPJS PBI Yang Iurannya Dibayar Pemerintah

Kapan batas waktu bayar iuran bulanan BPJS?


Batas waktu bayar iuran adalah akhir bulan berjalan. Apabila terlambat bayar iuran sampai akhir bulan, pada tanggal 1 bulan berikutnya status kepesertaan akan nonaktif dan saat status nonaktif anda tidak dapat berobat dengan jaminan BPJS.

Untuk mengaktifkannya status kepesertaan kembali, anda harus melunasi seluruh tunggakannya, maka secara otomatis kartu akan aktif kembali dan bisa kembali digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan yang menerima BPJS.

Baca Juga: Cara Cicil Tunggakan Melalui Program REHAB BPJS

Namun ketika kartu yang awalnya nonaktif di aktifkan kembali, walaupun kartu kembali aktif dan dapat digunakan untuk berobat rawat jalan, kepesertaan anda akan langsung memasuki masa denda rawat inap tingkat lanjut selama 45 hari, dihitung mulai dari tanggal kartu anda aktif kembali setelah anda melunasi tunggakan.

Berapa besaran denda rawat inap tingkat lanjut?


Seperti apa yang diuraikan di atas, denda rawat inap tingkat lanjut berlaku selama 45 hari sejak kartu diaktifkan kembali atau sejak anda melakukan pindah kelas.

Dampak denda rawat inap baru akan anda dapatkan apabila anda melakukan rawat inap pada masa itu, konsequensinya adalah anda harus membayar denda sebesar:

5% x jumlah bulan menunggak x tarif INA CBG sesuai diagnosa awal masuk RS.

Jumlah bulan menunggak yang dihitung maksimal adalah 12 bulan dan denda pelayanan RITL yang dibayar peserta maksimal adalah Rp 30.000.000.

Contoh kasus hitung-hitungan berapa besaran denda RITL:

Ilustrasi 1.
Peserta Joko pada tanggal 1 Juni 2022 membayar iuran BPJS kelas 3 yang memiliki tunggakan 3 bulan, kemudian pada tanggal 1 Juli 2022 peserta dirawat dengan diagnosa awal Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan kode INA CBG J-4-17-III. Peserta dirawat inap di rumah sakit kelas B regional 1.

Maka denda pelayanan RITL yang harus dibayar adalah:
Diagnosa : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (Berat)
Tarif kode INA CBG's : J-4-17-III (RS Kelas B, Regional 1, BPJS Kelas 3) = Rp. 5.363.802,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 5.363.802,- x 3 bulan = Rp 804.570,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta Joko adalah Rp 804.570,-

Ilustrasi 2.
Peserta Widodo sudah menunggak selama 3 tahun (36 bulan) dengan kepesertaan BPJS mandiri kelas 3, pada tanggal 14 Juni 2022 peserta tersebut telah membayar tunggakan iurannya. Pada tanggal 10 Juli 2022 peserta dirawat inap untuk prosedur katup jantung dengan katerisasi berat dengan kode INA CBG I-1-02-III. Peserta dirawat inap di rumah sakit kelas A regional 1.

Maka denda pelayanan RITL yang harus dibayar adalah:
Diagnosa : Prosedur Katup Jantung Dengan Katerisasi Berat
Tarif kode INA CBG's : I-1-02-III (RS Kelas A, Regional 1, BPJS Kelas 3) = Rp. 66.443.771,-
Denda Rawat Inap = 5% x Rp. 66.443.771,- x 12 bulan = Rp 39.860.262,-
Jumlah denda rawat inap (RITL) yang harus dibayarkan peserta Widodo adalah Rp 30.000.000,-

Contoh surat denda rawat inap tingkat lanjut BPJS yang diberikan RS

Denda tersebut harus dibayarkan oleh peserta sendiri melalui kantor pos, bank mandiri, bank BRI (teller dan ATM), bank BNI (teller), dan alfamart sebelum pasien masuk rawat inap di rumah sakit, atau selambat-lambatnya pada saat pasien dinyatakan sudah bisa pulang. Dan tidak dibenarkan membayar denda tersebut ke pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit akan menginformasikan tentang denda rawat inap untuk anda dan bukti pembayaran dapat digunakan untuk syarat pelayanan pasien BPJS yang dirawat inap saat terkena masa denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

Demikian artikel apa yang dimaksud dengan denda rawat inap BPJS atau denda pelayanan RITL. Untuk melihat artikel lainnya, silahkan kunjungi blog Pasien Sehat dari browser Anda.

85 komentar untuk "Apa Yang Dimaksud Dengan Denda Rawat Inap BPJS atau Denda Pelayanan RITL?"

  1. kalau selama periode masa denda atau red notice tadi,peserta bpjs tidak mengalami rawat inap...? apa akan gugur masa denda nya dan status kepesertaan nya normal kembali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, status denda akan otomatis hilang setelah melewati masa denda 45 hari. Denda pun hanya berlaku jika rawat inap di faskes rujukan/rumah sakit, untuk rawat jalan tidak ada denda.

      Hapus
    2. MAAF komentar ini belum dijawab... karena pertanyaan sy mirip dengan pertanyaan ini.. terima kasih

      Hapus
    3. Apakah yang anda maksud jika peserta tidak mengalami rawat inap akan gugur masa dendanya?
      Jawabannya tentu, Ya, status denda akan hilang setelah 45 hari. Denda RITL hanya perlu anda bayar jika anda masuk RS untuk rawat inap. Jika anda berobat ke RS dan tidak rawat inap, hanya rawat jalan saja, juga tidak dikenakan denda RITL.

      Hapus
  2. Denda itu untuk denda biaya apa ,padahal kita telat bayar bpjs dan telah di lunasi keterlambatannya ,tp kok masih muncul denda ,maksud denda itu ke siapa dan untuk denda apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai namanya : Denda Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL); yaitu denda untuk peserta yang mendapatkan pelayanan rawat inap. Denda hanya berlaku jika rawat inap, untuk rawat jalan/berobat ke poliklinik tidak dikenakan denda. Denda berlaku selama 45 hari. Saat rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda, dan denda dibayarkan
      langsung ke BPJS melalui kantor pos/bank, dan tidak diperkenankan membayar denda ke pihak RS.

      Denda ini sudah ada sejak tahun 2016. Alasan munculnya denda rawat inap adalah karena banyaknya peserta BPJS yang hanya mendaftar BPJS tapi tidak membayar iuran bulanannya dan baru membayar iuran hanya ketika sakit.

      Hapus
    2. Klw minta rujukan utk brobat jlan, tnpa rwat inap apakah ttp kena denda RITL?

      Hapus
    3. Tidak ada denda rawat jalan, adanya denda rawat inap.

      Hapus
    4. Min kalo misal

      Saya terakhir pakai bpjs tahun 2016 untuk melahirkan sesudahnya bpjs saya ilang dan saya baru urus di thn 2022 dan sudah bayar premi nya 1,4 sekian trus dapet status RITL tsb sampai waktu ditentukan, tapi sesudah ritl itu kalau saya mau pake buat lahiran lagi bisa kan? Apa ga bisa? Harus bayar minimal berapa bulan dlu baru bisa

      Hapus
    5. Bisa, selama statusnya aktif. Persalinan normal di faskes 1 tidak ada denda RITL. Jika persalinannya di RS baru ada denda RITL.

      Hapus
  3. Itungan dendanya dari total tagihan selama di rawat (obat+rawat inap+dll) atau hanya rawat inap nya saja atau seperti apa ya?
    Tolong penjelasannya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda dihitung dari tarif INA CBG sesuai diagnosa awal masuk RS.
      Rumusnya: 5% x diagnosa INA CBG x jumlah bulan tertunggak

      Saat masuk RS untuk rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda RITL, denda dibayarkan langsung ke BPJS melalui kantor pos/bank. Bayar denda dahulu baru bisa dilayani rawat inapnya.

      Hapus
  4. Yang di maksud telat bayar tolong jelaskan orang awam kurang paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telat bayar iuran artinya anda tidak membayar iuran pada bulan berjalan. Misal, iuran bulan Agustus harus dibayar pada bulan Agustus. Jika sampai 1 September tidak dibayar maka status kepesertaan langsung nonaktif dan saat pelunasan tunggakan status kepesertaan langsung aktif kembali tapi ada status denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL).

      Hapus
  5. Pak, tolong bantu jelaskan. Ini saya byr bpjs seharusnya byr tgl 25 juli. Tp sy telat byr tgl 3 agsts. Sdgkn batas waktu pembayaran saya terhitung mulai 25 juli - 10 agsts. Sdgkn di lapora info peserta JKN, ada tulisan RITL. itu knp pak ? Tlg bantu jelaskan pak. Padahal di info iuran, sdh tertulis. LUNAS, bahkan menu Denda pun, gk ada tulis nilai denda yg di byrkan. Apa lg peserta ini, gak rawat inap atau rawat jalan. terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang seperti itu sistem pembayaran BPJS, batas pembayaran iuran adalah akhir bulan berjalan. Iuran yang muncul di bulan Juli harus dibayarkan maksimal pada akhir bulan Juli. Jika dibayar pada bulan Agustus maka sistem otomatis menganggap anda telat bayar 1 bulan. Lalu dikenakan status denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) dengan besaran : 1 x 5% x tarif diagnosa awal. Denda diberlakukan jika peserta memperoleh pelayanan rawat inap di rumah sakit. Untuk rawat jalan, tidak dikenakan denda.

      Hapus
    2. Mohon Maaf berarti ini dendanya hanya dikalikan tarif diagnosa awal ya? Setelah menjalani rawat inap apa Masih ada denda lagi?

      Hapus
    3. Tidak ada denda lagi. Kecuali rawat inap lagi saat masa denda RITL yang 45 hari masih berlaku. Karena itu diusahakan kondisi pasien sudah benar-benar stabil saat dipulangkan untuk menghindari rawat inap berulang dalam jangka pendek.

      Hapus
  6. Kalau untuk proses lahiran dengan rawat inap kena nya berapa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persalinan normal di faskes tingkat pertama/puskesmas tidak ada denda RITL.
      Besaran denda pelayanan RITL untuk persalinan di rumah sakit tergantung jumlah tunggakan anda dan diagnosa. Coba cek di sini: https://www.pasiensehat.com/2022/07/berapa-denda-pelayanan-ritl-bpjs-untuk-persalinan-caesar-kelas-1.html

      Hapus
    2. Untuk lahiran normal dirumah sakit gimana? Apakah ada kenakan denda??

      Hapus
    3. Persalinan normal ditangggung BPJS di faskes 1. Untuk persalinan di faskes 1 tidak ada denda, karena denda hanya berlaku jika rawat inap di faskes rujukan. Persalinan normal dengan indikasi medis dapat ditanggung di faskes rujukan jika ada surat rujukan dari faskes 1. Jika masih ada status denda RITL maka persalinan normal di faskes rujukan dikenakan denda RITL.

      Hapus
  7. Bulan agustus blom bayar dan bulan September kmrin tgl 7 sudah autodebet lewat mandiri 2 bulan
    Kenapa tadi mau kontrol gak bisa yah ? Katanya belom bayar . Akhirnya ke Indomaret bayar lagi .. berati bulan sept ini bayar 2 kali 2 bulan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin autodebetnya telat bayar ke BPJS Kesehatan. Dana anda sudah dipotong autodebet oleh pihak bank tapi pihak bank telat membayar ke BPJS Kesehatan.

      Hapus
    2. Kasus nya sama dengan bapak saya, pembayaran pake auto debet, pas mau berobatt di Faskes 1 tiba-tiba gak bisa, kartu non aktif karena premi, setelah itu beberapa hari kemudian status nya berubah jadi aktif tapi ada tulisan denda RITL, setelah di cek rekening koran auto debet nya normal tidak ada telat sama sekali. Kalau seperti ini siapa yang salah? masa harus peserta yang menanggung akibat nya? kalau misalkan tiba-tiba sakit dan harus di rawat inap, masa harus peserta yang bayar denda yang 5% tadi? ini BPJS bener-bener kacau sistem nya.

      Hapus
  8. Istri saya pernah rawat inap.... Saya telat bayar 6 bulan..... Seumpama saya bayar iuranya 6 bulan ... Apakah bisa... Denda RiTL itu d bayar kalau masuk rs lagi.... Atau wajib di bayar walau tidak masuk rs....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda pelayanan RITL adalah denda yang HANYA dibayar saat masuk RS untuk rawat inap. Saat mengurus administrasi rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda yang besarannya sesuai dengan tarif INA CBG diagnosa awal. Selama masih ada status denda RITL yang berlaku 45 hari, setiap masuk untuk rawat inap di RS, peserta wajib membayar denda sebelum mendapat pelayanan rawat inap. Jika tidak ada rawat inap maka tidak ada denda.

      Hapus
  9. Jika denda msa RITL sudah habis, untuk kelanjutanya msal rawat inap msih di kenakan denda ap sudah bebas selagi iuran lancar ga telat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah bebas tidak ada denda jika sudah habis masa berlaku dendanya.

      Hapus
  10. Selamat Pagi Author (PasienSehat),

    Izinkan saya bertanya, karena ini juga dialami oleh orang tua saya yang terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan dan memasuki fase Denda Pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut.

    Meskipun sudah membayar lunas iuran, saat berobat pada tanggal 1 September ternyata harus membayar denda tersebut sesuai dengan perhitungan yang berlaku saat akan rawat inap. Jadi denda juga sudah lunas terbayarkan.

    Mohon bantuan pencerahan dari pertanyaan saya ini ya:
    1. Mengapa status denda RITL masih tercantum pada akun bagian Info Peserta walaupun sudah dilunasi?

    2. Apakah denda akan dikenakan kembali apabila pada bulan berikutnya, misalkan 1 Oktober orang tua saya berobat ke Rumah Sakit dan harus rawat inap kembali?

    Terima kasih atas perhatian dan bantuan pencerahannya.

    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang,

      1. Masa berlaku denda RITL adalah 45 hari sejak pelunasan tunggakan. Tanggal 1 September itu hari ke berapa setelah pelunasan? Jika belum lewat 45 hari status denda tetap ada. Status denda tidak berkaitan dengan sudah/belum membayar denda dan terus berlaku setiap kali rawat inap dalam 45 hari.

      2. Jika tanggal 1 Oktober masih ada status denda RITL, maka saat rawat inap kembali, akan ada denda lagi. Denda berlaku secara berulang setiap kali masuk rumah sakit untuk rawat inap dalam 45 hari. Karena itu usahakan kondisi pasien sudah stabil saat dipulangkan sehingga mengurangi kemungkinan kambuh dalam waktu dekat. Denda berlaku setiap rawat inap, untuk kontrol rawat jalan tidak ada denda.

      Hapus
  11. Batas waktu pembyaran denda itu smpai kpn y ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda harus segera dibayar setelah diinformasikan, karena pihak RS hanya bisa menagih biaya pengobatan anda ke BPJS jika denda sudah dibayar.

      Denda RITL diinformasikan oleh pihak rumah sakit saat peserta masuk untuk rawat inap. Peserta harus membayar denda terlebih dahulu sebelum mendapatkan pelayanan rawat inap, jika tidak segera dibayar maka tidak dilayani rawat inapnya. Denda dibayar langsung ke pihak BPJS melalui kantor post atau bank. Jika tidak ada rawat inap maka tidak ada denda, abaikan status denda RITL sampai hilang sendiri setelah 45 hari.

      Hapus
  12. Wong cilik,wong bodhi mumet,,ngrtine tunggakan dilunasi,rawat inap langsung ditanggung BPJS,,ternyata Eneng dendane.mumet..mumet..nulungi wong cilik Ponari menginginkan wong cilik to BPJS iki

    BalasHapus
  13. Jika ada keterangan RITL tapi dalam 45 hari akan ada rencana melahirkan di bidan normal pakai bpjs apa tetap kena denda ? Atau denda berlaku jika rawat inap di rumah sakit saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda RITL berlaku saat rawat inap di rumh sakit. Persalinan yang ditangani di faskes tingkat pertama (puskesmas/bidan) tidak ada denda RITL, tapi persalinan yang ditangani di faskes rujukan atau rumah sakit dikenakan denda RITL.

      Hapus
  14. Kalo saya BPJS Kesehatannya di bayarkan oleh perusahaan , terus kan perusahaan telat bayar , saya jadi kena masa tenggang , saat saya mau di rawat kan harus bayar denda , nah untuk pembayaran denda tersebut nanti kaya Virtual Accountnya di infokan ke kita sendiri atau hanya pihak perusahaan yang bisa akses ?Karna kaya pembayaran premi aja kita gak bisa akses tagihannya berapa .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk denda RITL, informasinya diberikan ke masing-masing peserta saat rawat inap. Besarannya ditentukan berdasarkan diagnosa awal saat masuk RS, setelah diketahui tarif INA CBG sesuai diagnosa awal, pihak RS/administrasi rawat inap akan menginformasikan besaran denda yang harus dibayar. Denda dibayar langsung ke pihak BPJS melalui kantor pos/bank. Apakah denda tersebut harus anda bayar sendiri atau bisa minta reimburse ke perusahaan itu tergantung kebijakan perusahaan anda.

      Hapus
  15. Mohon ijin bertanya bg, bulan 3 awal bulan di 2022 kemarin BPJS saya kan d tanggung perusahaan, dan istri saya lahiran menggunkan BPJS d awal bulan 3, nah di akhir bulan 3 secara mendadak kami jd freelance jd BPJS tidak lg d cover perusahaan, jd gk terbayarkan lah bg, jd td saya cek ada iuran 35.000, jd saya bayarkan tagihan tersebut dengan catatan saya pindah segment jd mandiri. Kartu saya aktif tp ada notice berwarna merah , denda perawatan rawat inap dari tgl 28-09-22 sampai 11-11-22. Tp kenapa kartu saya saja yg aktif y bg? Sedangkan istri dan anak tidak aktif, saya coba cek buat bayar d tagihan tercantum sudah lunas bg, mohon bg penjelasan nya, soalnya istri dan anak belum aktif kartunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iuran yang 35rb itu iuran sendiri atau iuran seluruh anggota keluarga? Apakah segmen kepesertaan istri dan anak sudah dipindah juga ke mandiri? Jika belum silahkan pindahkan segmen dari PPU ke Mandiri lewat Pandawa 08118165165 atau Mobile JKN menu Perubahan Data Peserta, kemudian bayar iuran pertama sesuai jadwal bayarnya. Cek juga status segmen kepesertaan anda karena seharusnya segmen PPU nonaktif tidak bisa otomatis pindah ke mandiri sebelum ada perubahan data peserta secara manual baik melalui mobile JKN, whatsapp pandawa, atau datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

      Hapus
  16. Hai kak mau nanya donk, ini kan masa denda punyaku sampe tanggal 28 sept 2022 nha besok mau d pkk operasi gtu itu ritl bakalan berjalan atau enggak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Besok cek lagi di aplikasi Mobile JKN, jika tidak ada status denda maka tidak ada denda saat rawat inap besok.

      Hapus
    2. Bagaimana BPK anonim apa waktu rawat inap masih dikenai denda setelah keterangan ritl hilang
      Mohon balasannya

      Hapus
  17. Kl BPJS muncul denda RITL apa masih bisa dipakai rawat jalan di poli rumah sakit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, tidak ada denda untuk rawat jalan. Denda hanya berlaku untuk rawat inap jika ada status denda RITL.

      Hapus
  18. Pindah perusahaan tp blm dibayar perusahaan baru muncul RITL kalo kita sudah bayar iuran apa harus bayar denda? Padahal kita tidak melakukan rawat inap?
    Kapan kartu bisa dipakai kembali? Dan kapan notif RITL akan hilang? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai namanya Denda Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) adalah denda yang berlaku jika anda mendapat pelayanan rawat inap ketika kepesertaan anda masih dalam status denda. Jika tidak dirawat inap maka abaikan saja status denda RITL tersebut, setelah 45 hari akan hilang otomatis.
      Jika kepesertaan sudah aktif maka bisa dipakai kembali. Setelah iuran dibayar perusahaan, kepesertaan langsung aktif, tapi ada status denda RITL, meskipun ada status denda sudah bisa dipakai karena sudah aktif dan tidak perlu bayar denda jika tidak rawat inap.

      Hapus
  19. Saya baru membayar bpjs tapi kenapa ada tulisan denda pelayanan RITL ya.
    Mohon bantuannya karna saya kurang paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Status denda pelayanan RITL muncul setelah pelunasan tunggakan, status tersebut berlaku selama 45 hari. Jika dalam 45 hari anda mendapat pelayanan rawat inap, maka saat mendaftar masuk rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda RITL yang harus anda bayar ke BPJS melalui kantor pos/bank. Jika tidak ada rawat inap, maka abaikan saja status denda RITL tersebut karena akan hilang setelah 45 hari dan tidak ada kewajiban membayar denda jika tidak rawat inap. Untuk rawat jalan atau berobat di faskes 1 atau RS, tidak ada denda.

      Hapus
    2. Punya saya ada notif denda rtl trua tertera tgl mulai sampai akhirnya, artinya gimana ya pak???? Apakah jika di akhir tgl tersebut saya tidak rawat inap maka notif denda akan hilang ya.. atau bagaimana.

      Hapus
    3. Itu status masa denda. Jika anda masuk RS untuk rawat inap saat ada status denda RITL, saat mendaftar rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda yang perlu anda bayar. Abaikan saja status tersebut jika anda tidak ada rencana rawat inap.

      Hapus
  20. Sebelumnya saya peserta mandiri. D bulan september 2022 beralih ke perusahaan. Nah tgl 12 oktober anak sy d rawat tp ada tanda merah pas d cek dan hrs byr denda, masa denda 1 sep sampai 16 okt. Apakah itu telat bayar yg pas mulai d perusahaan atau kemungkinan yg pas mandiri? Klo misal yg msh d mandiri kan otomatis terhapus dendanya klo lewat 45 hari. Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba anda ingat bayar iuran peserta mandiri tanggal berapa dan iuran PPU dibayar oleh perusahaan tanggal berapa? Yang jelas denda berlaku setelah pelunasan tunggakan. Jika denda berlaku tanggal 1 September maka pelunasan tunggakan seharusnya juga tanggal 1 September. Saya tidak tahu yang tanggal 1 September iuran masih dibayar mandiri atau dibayar oleh perusahaan karena bukan saya yang membayar.
      Pada status denda sudah tertulis denda RITL berlaku 45 hari dari 1 September sampai 16 Oktober. Jika anak anda mendapat pelayanan rawat inap pada 12 Oktober, maka akan dikenakan denda RITL karena masih dalam masa denda 45 hari yang terhitung sejak 1 September.

      Hapus
  21. Selamat malam,kalo sudah membayar denda RITL apakah bisa langsung di cover BPJS kah?saya tbtb harus ke IGD krn pendarahan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa langsung dicover BPJS. Pasien yang datang ke IGD biasanya langsung ditangani. Bayar dendanya nanti jika sudah ditentukan akan rawat inap, saat mendaftar rawat inap, pihak RS akan menginformasikan adanya denda RITL.

      Hapus
  22. Kalau dalam masa RITL dirawat difaskes apakah kena denda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikenakan denda jika rawat inap di faskes rujukan (rumah sakit), untuk rawat jalan tidak dikenakan denda.
      Untuk pelayanan di faskes 1, baik rawat jalan, rawat inap, atau persalinan, tidak ada denda. Denda hanya berlaku jika rawat inap di faskes rujukan.

      Hapus
  23. Izin bertanya , saya kemaren baru ngurus BPJS sekeluarga tapi kok anak saya masuk masa denda RITL ya , sedang kan tadi saya baja RITL berlaku Untuk bpjs yg baru diaktifkan kembali sedangkan saya sekeluarga baru buat . Tolong penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Mungkin salah satu orang tua ada yang sudah menjadi peserta BPJS sebelumnya dan oleh sistem anaknya dianggap terlambat daftar. Aturannya anak baru lahir wajib didaftarkan paling lambat 28 hari setelah dilahirkan. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya anda tanyakan ke BPJS Kesehatan, bisa melalui aplikasi mobile JKN menu pengaduan pelayanan atau care center 165.

      Hapus
  24. Apabila bpjs kita status RITL salah satu peserta dlm 1 kk sudah rawat inap dan membayar denda rawat.dan apabila peserta lainnya maasuk rumah sakkit apakah harus membayar denda rawat lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, bayar denda lagi jika masih ada status masa denda RITL. Denda berlaku untuk perorangan, jadi masing-masing anggota keluarga bisa dikenakan denda jika masuk RS untuk rawat inap saat terkena masa denda RITL.

      Hapus
  25. Mau bertanya doank,saya telat bayar 2 bln,terus ada status kena denda Ritl,true besok tgl 25 nov mw operasi Cesar..apakah harus byr dendanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, akan ada denda saat pendaftaran rawat inap masuk ke RS karena masih dalam masa denda 45 hari. Perkiraan besaran denda RITL operasi caesar mungkin bisa anda lihat di tautan ini.

      Hapus
  26. Maaf mau tanya semoga di jawab cepat, adik saya sakit dan operasi, operasi sudah berjalan dan sudah rawat inap dari 4 hari lalu, terus baru di lunasin, itu hitungannya gimana,terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika masuk RS nya menggunakan BPJS, maka operasi dan rawat inapnya dapat ditanggung BPJS. Jika BPJS nya ada tunggakan dan baru dilunasi, maka akan denda RITL sebesar: 5% x jumlah bulan tertunggak x tarif INA CBG diagnosa awal. Mengenai jumlah bulan tertunggak, saya tidak lebih tahu daripada anda; dan mengenai tarif INA CBG sesuai diagnosa, silahkan tanya ke pihak RS. Kesimpulannya jika di awal masuk RS nya sesuai prosedur atau dengan jaminan BPJS (bukan masuk sebagai pasien umum), maka semua biaya dapat ditanggung BPJS dan tidak ada biaya tambahan, hanya saja jika ada status denda RITL, pihak RS akan menginformasikan adanya denda tersebut.

      Hapus
  27. Jika masa ritl berakhir pada tgl 24-11-22 maka hilang denda terjadi PD tanggal 24 tsbt atau PD tanggal 25 nya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada info denda biasanya tertulis mulai tanggal.... xxx sampai tanggal... xxx. Tanggal akhir yang tertulis di info denda berarti hari terakhir denda masih berlaku. Esok harinya baru status denda nya hilang.

      Hapus
  28. Ijin bertanya, untuk cabut gigi atau operasi gigi berarti termasuk rawat jalan ya? Tidak terkena masa dena RITL? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cabut gigi biasanya rawat jalan dan tidak ada denda RITL.

      Hapus
  29. IZIN PENCERAHANNYA 🙏🏻, Saya punya kasus begini : Nenek punya kartu KIS yang diberikan pemerintah, tapi sebelumnya nenek saya sudah pernah mendaftar BPJS dan dialihkan ke KIS dan ketika nenek saya masuk rumah sakit pada tgl 22 nov, ternyata KIS tidak aktiv lagi dan tidak berlaku, selanjutnya karna KISnya sudah tidak berlaku jadi saya alihkan lagi ke bpjs mandiri, dan sudah membayar tunggakan iuran bpjs sebelumnya pada saat sebelum peralihan ke KIS serta denda RITL,
    pertanyaan saya :
    1.Apakah setelah bayar tunggakan dan denda RITL apakah langsung bisa aktiv kembali BPJS nya?
    2.Sebelum masuk RS Nenek saya masih didaftarkn Pasien Umum dengan catatan diberikan kurun Waktu hanya 3 Hari untuk pengurusan keaktivan BPJS, apakah biaya obat serta perawatan bisa di klaim kembali?
    sedangkan dari pihak BPJS cabang mengatakan walaupun sadah bayar semuanya nanti aktiv kembali setelah 14 hari setelah bayar denda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Setelah bayar tunggakan, status kepesertaan akan langsung aktif kembali. Kecuali jika peralihan segmen dari PBI ke mandiri, iuran pertama baru bisa dibayar setelah 14 hari dari pendaftaran dan setelah iuran pertama dibayar, status kepesertaan langsung aktif. Denda RITL dibayarnya nanti setelah diinformasikan oleh pihak RS jika ada denda RITL.
      2. Tidak ada sistem reimbursement untuk penggunaan BPJS, jika masuk sebagai pasien umum, maka biaya pengobatan selama statusnya pasien umum tidak dapat dijamin BPJS.
      Jika baru melakukan peralihan segmen dari PBI ke mandiri, memang aktifnya setelah 14 hari, karena iuran pertama baru dapat dibayar setelah 14 hari, dan setelah iuran pertama dibayar, status kepesertaan akan langsung aktif. Namun jika melakukan re-aktivasi BPJS PBI non aktif melalui dinas sosial, bukan beralih segmen ke BPJS mandiri, BPJS PBI biasanya bisa langsung aktif kembali.

      Hapus
  30. Ijin bertanya, kalau operasi gigi termasuk rawat jalan ya? Jadi tidak terkena masa denda RITL? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Operasi gigi biasanya rawat jalan, kecuali jika operasinya lebih dari 1 gigi bisa saja rawat inap. Jika operasinya rawat jalan, tidak ada denda RITL.

      Hapus
  31. apakah denda RITL bisa di refund jika pasien terhitung pasien umum???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda dikenakan denda RITL jika rawat inap menggunakan BPJS. Jika masuk RS sebagai pasien umum ya tidak ada denda RITL.

      Hapus
  32. Bagaimana jika sudah 45 hari lebih,
    Dan harusdi rawat inap apakah denda juga harus d bayar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu tidak. Status masa denda hanya 45 hari, jika sudah berakhir artinya ya tidak ada denda jika rawat inap.

      Hapus
  33. Halo siang, izin mau bertanya.

    Selama kurang lebih 4thn saya ikut BPJS Perusahaan dan selama itu pula saya tidak pernah memakai BPJS untuk Rawat Inap/Rawat Jalan. Per akhir Oktober kemarin kepesertaan BPJS saya sdh nonaktif (karena saya sdh resign) dan BPJS saya dipindahkan/diikutkan ke perusahaan suami saya per awal November beberapa hari kemudian aktif kembali tanpa adanya keterangan "masa denda RITL". Saya cek awal Desember kemarin tiba2 BPJS saya sudah memasuki masa dengan RITL. Untuk dendanya itu sendiri apakah dibebankan kepada Saya atau perusahaan suami saya? Dan bagaimana perhitungannya untuk lahiran normal di Rumah sakit? Dikarenakan BPJS ini akan digunakan pada bulan ini untuk proses persalinan di Rumah sakit
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Denda RITL ditagihkan ke masing-masing peserta jika peserta mendapatkan pelayanan rawat inap di RS. Persalinan normal dijamin BPJS di faskes 1 dan tidak ada denda RITL. Persalinan di RS ada denda RITL, besarannya akan disampaikan oleh pihak RS saat anda mendaftar masuk RS untuk persalinan.

      Hapus
  34. Min saya mau tanya..
    Apa bila bpjs orang tua saya dalam masa denda RITL , kemudian dalam kurun waktu 45 hari tersebut orang tua saya harus kontrol selama 2 mnggu sekali di faskes rujukan (di RS) ,dan di lakukan tindakan seperti ESWL , kemudian USG , seperti itu ...itu di kenakan denda apa tidak ya min?? Mohon penjelasanya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kontrol dan tindakan medis yang anda maksud termasuk rawat jalan dan untuk rawat jalan tidak ada denda RITL. Denda RITL hanya berlaku untuk rawat inap.

      Hapus
  35. Kalau yanga gk tp muncul tulisan gitu gimana??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang muncul di aplikasi mobile JKN adalah status masa denda selama 45 hari setelah pelunasan tunggakan. Jika anda mendapatkan pelayanan rawat inap saat ada status denda RITL, anda dikenakan denda RITL saat masuk RS untuk mendaftar rawat inap.

      Hapus
  36. Mau nanya,,daftar BPJS mandiri BLN okt,,tapi di BLN Nopember telat untuk iuran Nopember,setelah dibyr ada denda irtl,,BLN desember istri sya akan melahirkan cecar,,kita beranggotakan 3 orang,,apakah dendanya 5%x3xbiaya,,ataaukah 5%x1xbiaya,,terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Besaran dendanya : 5% x 1 bulan tertunggak x tarif INA CBG sesuai diagnosa. Denda hanya berlaku bagi peserta yang masuk RS untuk rawat inap, bukan untuk semua anggota keluarga, yang tidak rawat inap tidak ada denda.

      Hapus
close