Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akibat Iuran BPJS Tidak Dibayar 2, 3, Hingga 8 Tahun Nunggak, Setelah Lunas Langsung Aktif?


JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah program yang diselenggarakan oleh badan hukum publik yang bernama BPJS Kesehatan, karena itu kita lebih suka menyebutnya BPJS. Sebagai asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba, BPJS memiliki 3 segmen kepesertaan yaitu BPJS mandiri, BPJS perusahaan dan BPJS PBI.

BPJS mandiri merupakan segmen yang memiliki kelas 1, 2 dan 3 yang iurannya dibayar secara mandiri oleh peserta pekerja bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja. Sementara itu BPJS perusahaan merupakan segmen yang memiliki kelas 2 dan 3 yang iurannya dibayarkan oleh perusahaan dan besarannya menyesuaikan dengan gaji pokok peserta. BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) merupakan segmen yang hanya memiliki kelas 3 yang iurannya "gratis" dibayar oleh pemerintah.

Selain segmen BPJS PBI, setiap peserta BPJS diwajibkan membayar iuran. Untuk peserta BPJS mandiri, besaran iurannya disesuaikan dengan kelas yang diambil, kelas 1 umumnya lebih mahal dari kelas 2, dan yang paling murah adalah kelas 3. Untuk peserta BPJS perusahaan, besaran iuran dibayarkan oleh perusahaan dan disesuaikan dengan gaji peserta, yaitu 5% dari gaji pokok peserta, dengan perincian 4% dibayar perusahaan dan 1% dari potongan gaji peserta.

Iuran bulanan harus dibayar setiap bulan dengan besaran yang sudah ditentukan sesuai peraturan pemerintah. Batas pembayaran iuran BPJS adalah akhir bulan berjalan. Jika iuran tidak dibayar atau nunggak, apalagi nunggak 2 tahun, 3 tahun, atau 8 tahun, maka kepesertaan BPJS menjadi nonaktif, yang artinya peserta tidak dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS saat peserta sakit.

Apa Akibatnya Jika Iuran BPJS Tidak Dibayar Selama Bertahun-Tahun?


Sebagaimana kita ketahui, JKN dari BPJS Kesehatan berwujud asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba.

Kepesertaan BPJS diwajibkan bagi seluruh warga Indonesia, dari sekian banyaknya peserta, ada yang disiplin membayar iuran, namun tidak sedikit pula kasus peserta yang iurannya nunggak, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Ada yang BPJS nunggak 1 tahun, nunggak 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, bahkan ada yang BPJS nya nunggak 8 tahun.

Tentunya saat peserta memiliki tunggakan, secara otomatis kepesertaannya menjadi tidak aktif dan peserta tidak bisa menggunakan BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dijamin BPJS, baik di puskesmas, klinik, atau di rumah sakit pada saat peserta sakit.

Jika diamati, peserta yang menunggak memiliki berbagai macam penyebab, namun pada umumnya adalah karena mereka terbebani dengan pembayaran iuran. Karena iuran tidak dibayarkan maka kepesertaan menjadi tidak aktif sehingga peserta tidak bisa mendapatkan pelayanan yang dijamin BPJS.

Perlu diketahui, bahwa kepesertaan BPJS berlaku seumur hidup, peserta tidak bisa berhenti dari BPJS meskipun iuran bulanan tidak dibayarkan. Jika iuran bulanan tidak dibayarkan secara bertahun-tahun, secara otomatis tunggakan akan terus dihitung dan tunggakan akan terus membesar. Iuran BPJS sudah nunggak bertahun-tahun, ada potongan tidak?

Jika Tidak Bayar Iuran Atau BPJS Nunggak Bertahun-Tahun, Apa Yang Terjadi ?


Berikut beberapa hal yang mungkin akan terjadi apabila iuran tidak dibayarkan atau nunggak selama bertahun-tahun :

1. Tunggakan akan terus dihitung dan semakin lama akan semakin besar.


Namun tunggakan maksimal yang dihitung adalah 24 bulan. Jika anda menunggak selama lebih dari 2 tahun atau nunggak 10 tahun, pada saat melunasinya hanya perlu membayar tunggakan untuk 24 bulan + iuran 1 bulan berjalan. Sehingga bisa juga disebut dengan bayar iuran untuk 25 bulan.

2. Anda dan keluarga anda tidak bisa mendapatkan pelayanan yang dijamin BPJS sebelum semua tunggakan dilunasi.


Dan setelah tunggakan dilunasi akan ada denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) yang berlaku jika peserta mendapatkan pelayanan rawat inap. Untuk rawat jalan atau berobat jalan dan persalinan normal di faskes 1 tidak ada denda rawat inap. Denda RITL berlaku selama 45 hari sejak pelunasan tunggakan dan kartu aktif.

Baca Juga: Cara Hitung Denda Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL), Ada Contohnya!

3. Di khawatirkan, status kepesertaan BPJS aktif dan tidak aktif akan digunakan sebagai salah satu syarat mendapatkan pelayanan publik.


Diantaranya seperti jual-beli tanah dan bangunan, membuat surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), sampai surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Bahkan, kepesertaan BPJS Kesehatan akan menjadi syarat pelaksanaan ibadah haji dan umrah hingga kegiatan pendidikan. Semoga saja status kepesertaan aktif atau tidak aktif tidak menjadi syarat pelayanan publik ini. Tapi jika diberlakukan tentu saja kita dengan terpaksa harus melunasi seluruh tunggakan saat ingin mendapatkan pelayanan publik.

Baca Juga: 8 Layanan Publik Yang Menjadikan BPJS Menjadi Syaratnya

4. Status kepesertaan anda tetap ada.


Walaupun status kepesertaan tidak aktif dan anda tidak akan berhenti secara otomatis dari BPJS selama masih hidup dan menjadi warga Indonesia walaupun iuran tidak dibayarkan.

Jika Iuran BPJS Nunggak 2 Tahun


Peserta yang iuran BPJS menunggak dua tahun atau lebih, maka tunggakan yang dihitung adalah paling banyak 24 bulan. Untuk melunasinya, peserta harus membayar tunggakan sebanyak 24 bulan ditambah satu bulan berjalan. Setelah tunggakan dilunasi, kepesertaan BPJS langsung aktif namun akan ada status denda pelayanan rawat inap tingkat lanjut (RITL) selama 45 hari. Denda hanya berlaku jika peserta membutuhkan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Peserta tetap dapat menggunakan BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di faskes tingkat pertama dan faskes tingkat lanjutan. Besaran denda rawat inap adalah sebesar 5% x biaya diagnosis awal x jumlah bulan tertunggak (maksimal 12 bulan). Jika telat bayar dua tahun, perhitungan denda tetap mengkalikan pada angka 12 bulan.

Jika Iuran BPJS Nunggak 3 Tahun


Status kepesertaan BPJS menjadi nonaktif apabila ada tunggakan selama tiga tahun. Peserta akan dikenakan denda rawat inap jika menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak dibayarkannya iuran tertunggak, dengan denda sebesar 5% x biaya diagnosis awal x jumlah bulan tertunggak (maksimal 12 bulan).

Jika Iuran BPJS Nunggak 8 Tahun


Perhitungan yang sama juga berlaku pada peserta yang iuran BPJS miliknya nunggak selama delapan tahun. Peserta dapat membayar iuran tertunggak untuk mengaktifkan kembali status kepesertaan BPJS. Ketika harus menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak melakukan pembayaran, maka akan dikenakan denda sebesar 5% x biaya diagnosis awal x jumlah bulan tertunggak (maksimal 12 bulan).

Lantas Bagaimana Solusi Jika BPJS Nunggak?


Akankan ada keringanan jika BPJS tidak dibayar selama 2 hingga 8 tahun? Keringanan dari BPJS adalah dengan meluncurkan program pembayaran tunggakan. Sampai akhir tahun 2021 BPJS memiliki program Relaksasi yang meringankan beban peserta yang menunggak. Namun pada tahun 2022, program Relaksasi sudah dihapus, diganti menjadi program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap). Dengan program REHAB, peserta bisa mencicil tunggakan sehingga lebih ringan daripada membayar lunas sekaligus.

Jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah BPJS tidak dibayar selama bertahun-tahun yaitu selalu membayar iuran bulanan BPJS secara rutin, jangan sampai menunggak terlalu lama, karena akan lebih besar bebannya karena tunggakan yang harus dibayar akan terus membengkak.

Jika merasa berat dalam iuran, solusinya adalah turun kelas, ambil kelas yang iuran bulanannya lebih murah misalnya menjadi kelas 3. Atau jika anda sudah tidak sanggup lagi bayar iuran karena keadaan ekonomi, anda mungkin bisa mengganti kepesertaan BPJS menjadi peserta BPJS PBI yang iuran bulanannya dibayarkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Cara Daftar BPJS PBI Jika Tidak Mampu Bayar Iuran BPJS Mandiri

Semoga kita sekeluarga diberi kesehatan jiwa dan raga. Terima kasih BPJS Kesehatan, dengan gotong royong, semua tertolong. Anda dapat mengunjungi blog Pasien Sehat untuk melihat artikel kami lainnya.

Posting Komentar untuk "Akibat Iuran BPJS Tidak Dibayar 2, 3, Hingga 8 Tahun Nunggak, Setelah Lunas Langsung Aktif?"

close