Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Wednesday, August 26, 2015

Operasi Laparoskopi Ditanggung BPJS Kesehatan

Operasi laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan menggunakan laparoskop atau alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut. Sering dikenal sebagai istilah awamnya “diteropong”.

Dibandingkan dengan metode konvensional, di mana pasien dibedah dengan sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista, metode laparoskopi merupakan metode terkini dalam dunia kedokteran.

Operasi dengan teknik laparoskopi biasanya digunakan untuk kasus tertentu, seperti:
  • Mengangkat rahim. Hal ini biasa dilakukan untuk mengobati penyakit endometriosis dan penyakit radang panggul.
  • Mengangkat kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
  • Mengangkat fibroid.
  • Memperbaiki hernia atau turun berok.
  • Mengangkat usus buntu yang telah meradang.
  • Mengangkat organ tubuh yang telah terkena kanker, seperti hati, usus, ginjal, ovarium, prostat atau kandung kemih.
  • Mengangkat kantong empedu pada penyakit batu empedu.
Biaya operasi laparoskopi dikenal jauh lebih mahal dibandingkan dengan operasi sistem terbuka dan hanya rumah sakit tertentu saja yang memiliki fasilitas laparoskopi.

Ilustrasi operasi laparoskopi

Apakah operasi laparoskopi ditanggung BPJS Kesehatan?

Intinya asal itu indikasi medis dan sesuai prosedur bisa ditanggung BPJS. Karena sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan JKN (permenkes nomor 28 tahun 2014) semua ditanggung kecuali yang disebutkan secara eksplisit tidak masuk pertanggungan seperti estetika, infertilitas, alternatif, komplementer dll.

*Baca juga: Apa Saja Yang Dijamin BPJS Kesehatan?.

Berikut kutipan testimoni beberapa peserta BPJS Kesehatan yang pernah menjalani operasi laparoskopi dengan BPJS. Dikutip dari group BPJS Kesehatan.
Saya bpjs kls 3. 4 bln yang lalu operasi laparoskopi, pdhal kista sya cuma 4cm tp sya suruh operasi.... Alhamdulillah ....ga keluar uang sepeser pun... Terimakasih bpjs,skrng sy sdh sehat...
All@sy didiagnosa SpOg kista endometriosis kiri dan kanan,ada miom juga,rahim menebal,dan ada perlengketan....nah pas di USG transvaginal trnyata kista sya + melebar dan infeksi...lalu SpOg mnyuruh sy tes mantuk di puskesms dan stelah hslnya dbaca trnyta sy positif mantuk...kt SpOg nya mantuk/kumannya ada d kista sya..nah stelah itu sya dsruh brobat ke RSU yg alatnya lbh canggih... Lalu sya brobat ke RSU stelah mnunggu 1 bln bru sy dpt jdwal LO (laparoskopi).
alhamdulillah obat dari bpjs bagus kok.dari pengalaman saya 1 kali operasi kanker usus besar,2 kali laparoskopi hernia,trus kemo semuanya pakai obat dari bpjs .

Jika pihak RS mengatakan operasi laparoskopi tidak ditanggung, mungkin RS tersebut tidak memiliki alat laparoskopi, jadi tidak mampu memberikan pelayanan laparoskopi. Tindakan yang seharusnya adalah melakukan rujukan ke RSU yang memiliki fasilitas laparoskopi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Operasi Laparoskopi Ditanggung BPJS Kesehatan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

7 comments:

  1. istri didiagnosa kista ovarium dan dirujuk ke rs tipe a. dokter menyarankan laparatomi tp sy inginnya laparaskopi mengingat laparatomi cenderung dokter mengangkat kista sekalian dengan ovariumnya..padahal istri blm pernah melahirkan.. dimana rs tipe a di jakarta yg menerima laparaskopi dengan bpjs dan dgn dokter siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya tau di RSCM dan Fatmawati ada fasilitas laparoskopi.

      Delete
  2. petugas bpjs di rs bilang tidak bisa ke rscm karena mereka tidak terima rujukan dari rs swasta, hanya dari rs pemerintah. apa bener seperti itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak benar. Tanyakan pada petugas regulasi mana yang dipakai? Tidak ada.
      Setiap RS yang bekerjasama dengan BPJS dapat merujuk ke RS milik pemerintah jika tidak mampu menangani pasien.

      Delete
  3. petugas BPJS di RSCM juga konfirmasi, RSCM levelnya sudah di atas Tipe A. kalau masih bisa di rujuk ke RS Tipe A lain akan dirujuk kesitu, baru terakhir ke RSCM kalau belum tertangani. tapi kembali ke indikasi medis, kalau memang tidak ada yg bisa ya dari tipe B bisa ke RSCM langsung.. itu yang menentukan petugas bpjs saat minta acc rujukan

    kalau boleh tau, itu testimoni yg sudah pernah laparoskopi sumbernya dari mana pak? boleh minta link grup diskusinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau maksudnya begini, benar. RSCM itu RS rujukan nasional, jadi selama masih bisa ditangani di RS tipe A lain, tidak boleh dirujuk ke RSCM. Bukan tidak boleh dirujuk ke RS pemerintah.

      Jadi kalau, misalnya, masih bisa ditangani di RS Tarakan atau RS Fatmawati, yang sesama RS Tipe A, tidak boleh dirujuk ke RSCM. Tapi kalau tidak bisa ditangani maka boleh dirujuk.

      Testimoni cek di facebook group BPJS KESEHATAN yang bukan group resmi. Cek di sini ada testimoni LO kista juga: http://ikeayas.blogspot.com/2014/06/pengalaman-operasi-menggunakan-bpjs.html

      Delete