Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, October 25, 2015

Kriteria Diagnosa Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Ibu susah sekali karena guru mengabarkan bahwa Adi sangat sulit belajar. Konsentrasinya terpecah bila melihat atau mendengar hal sepele. Lagipula Adi sangat mengganggu temannya, kadang sampai memukul. Adi juga berjalan-jalan terus di kelas. Mungkinkah Adi mengalami ADHD?

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Diagnosis ADHD ditegakkan bila anak memenuhi beberapa kriteria berikut.

A. 1 atau 2
1. Enam (atau lebih) gejala inatensi/ gangguan konsentrasi yang menetap 6 bulan atau lebih dengan derajat berat dan tidak sesuai dengan umur perkembangan.

Inatensi/ gangguan konsentrasi
  • a. Sering gagal memberi perhatian yang cukup terhadap detail, atau membuat kesalahan karena ceroboh saat mengerjakan pekerjaan sekolah, bekerja atau aktivitas lain
  • b. Sering sulit mempertahankan pemusatan perhatian saat bermain atau bekerja
  • c. Sering seperti tidak mendengarkan bila diajak berbicara
  • d. Sering tidak enurut instruksi dan gagal mengerjakan pekerjaan sekolah, tugas di pekerjaan (bukan karena melawan atau bukan karena tidak mengerti)
  • e. Sering mengalami kesulitan mengorganisir tugas dan aktivitas
  • f. Sering menghindari, tidak menyukai, atau menolak untuk melakukan tugas yang memerlukan konsentrasi penuh, misalnya pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah
  • g. Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan sehari-hari untuk menyelesaikan tugas dan aktivitas, misalnya mainan, pinsil, buku)
  • h. Perhatiannya mudah terpecah bila ada rangsang dari luar
  • i. Pelupa dalam aktivitas sehari-hari

2. Enam atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas, yang menetap 6 bulan atau lebih, dengan derajat berat dan tidak sesuai dengan umur perkembangan

Hiperaktivitas
  • a. Sering bermain jari atau tidak dapat duduk diam
  • b. Sering meninggalkan kursi di sekolah atau di situasi lain yang memerlukan duduk di kursi
  • c. Sering lari dan memanjat berlebihan di situasi yang tidak tepat. Pada anak remaja terlihat sebagai rasa gelisah.
  • d. Sering mengalami kesulitan bermain atau aktivitas lain yang memerlukan ketenangan
  • e. Selalu bergerak, seperti didorong motor
  • f. Sering berbicara terlalu banyak
  • Impulsivitas
  • g. Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai ditanyakan
  • h. Sering sulit menunggu giliran
  • i. Sering menginterupsi atau mengganggu anak lain, misalnya menyela suatu percakapan, masuk ke dalam permainan tanpa “antri”

B. Gejala hiperaktif-impulsif mulai terlihat sebelum berumur 7 tahun

C. Gejala terjadi di dua situasi berbeda atau lebih misalnya di sekolah dan di rumah

D. Adanya gangguan bermakna dalam fungsi sosial, akademis, atau pekerjaan

E. Gejala bukan merupakan bagian gangguan perkembangan pervasif (autisme), schizophrenia, atau gangguan jiwa berat lain, dan bukan disebabkan gangguan mood, kecemasan atau ansietas, gangguan disosiasi, atau gangguan kepribadian
Tipe:
  1. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe kombinasi bila didapat kriteria A1 dan A2 selama 6 bulan terakhir
  2. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe inatensi bila kriteria A1 dipenuhi tetapi kriteria A2 tidak dipenuhi selama 6 bulan terakhir
  3. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, tipe hiperaktif-impulsif bila kriteria A2 dipenuhi tetapi kriteria A1 tidak dipenuhi selama 6 bulan terakhir

[image source: neurogadget]

Sumber: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th Ed. (DSM-IV). Copyright 1994. American Psychiatric Association.

[Ditulis oleh DR. Hardiono Pusponegoro SpA(K) Dokter Spesialis Anak, Konsultan Saraf Anak. Bekerja di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RS Dr. Cipto Mangunkusumo. http://www.anakku.net/kriteria-diagnosis-adhd/]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kriteria Diagnosa Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment