Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, October 23, 2016

APGAR Score, Tes Yang Pertama Kali Dilakukan Pada Bayi Lahir

Apgar adalah tes yang pertama kali dilakukan pada bayi baru lahir, tepat setelah bayi lahir di ruang persalinan. Tes ini akan dengan mudah menilai dan mengevaluasi kondisi fisik bayi baru lahir untuk melihat apakah bayi tersebut memerlukan penanganan gawat darurat dan khusus.

APGAR score dikembangkan oleh seorang ahli anastesi, Virginia Apgar, pada tahun 1952. APGAR, juga dikenal sebagai singkatan dari : Appearence (tampilan – warna kulit), Pulse (denyut nadi), Grimace (mimik wajah, refleks), Activity (tonus otot), dan Respiration (frekuensi dan usaha pernafasan).

Tes apgar biasanya dilakukan 2 kali. Pertama saat 1 menit pertama setelah lahir, dan yang kedua 5 menit setelah lahir. Terkadang, jika ada hal khusus dengan kondisi bayi, dan nilai skor sampai 5 menit masih rendah, tes bisa dilakukan lagi untuk ketiga kalinya pada saat 10 menit setelah lahir.

Dokter dan tim medis akan menilai skor apgar, dan menjumlahnya. Total maksimal skor adalah 10.

Bayi yang lahir dengan skor >8 biasanya dalam kondisi kesehatan yang baik. Bagaimanapun, skor yang rendah bukan selalu berarti bayi sakit dan tidak normal. Bisa jadi bayi hanya memerlukan penanganan khusus seperti suction (menyedot) pada saluran nafas dan pemberian oksigen untuk membantu agar bayi bisa bernafas. Biasanya kondisi akan membaik.

5 menit setelah lahir, skor apgar kembali dinilai. Jika skornya masih rendah pada awalnya dan belum membaik, atau ada hal lainnya, dokter bisa terus melanjutkan tindakan penanganan khusus dan akan pemantauan ketat akan dilakukan.

Beberapa bayi lahir dengan kondisi yang memerlukan penanganan medis yang khusus. Sebagian lainnya memang hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari biasanya untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan diluar rahim. Kebanyakan bayi dengan nilai apgar yang awalnya rendah, perlahan akan terus membaik.

Penting bagi orang tua baru untuk memperhatikan nilai skor apgar dalam piengetahuan mereka. Tes ini didesain untuk membantu tenaga medis menilai secara keseluruhan kondisi fisik bayi baru lahir, sehingga tim medis bisa dengan cepat menentukan apakah bayi perlu penanganan yang khusus. Tes ini tidak didesain untuk memprediksi bagaimana kesehatan bayi untuk jangka panjang, perilaku, kecerdasan, kepribadian, atau yang lainnya. Sangat sedikit bayi yang mendapat skor sempurna 10, karena tangan dan kaki mereka pada umumnya tetap agak membiru sampai nanti dihangatkan. Bayi yang sehat sempurna terkadang memiliki nilai yang lebih rendah padabeberapa menit awal setelah lahir.

Apgar scoring system

Ketahuilah bahwa nilai skor apgar yang sedikit rendah (khususnya di 1 menit awal), adalah sangat umum pada bayi baru lahir, khususnya yang lahir dengan riwayat kehamilan yang beresiko, sesar, komplikasi saat melahirkan. Skor apgar yang rendah juga ditemukan pada bayi prematur, yang umumnya memiliki lebih sedikit tonus otot daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur pada banyak kasus memerlukan pengawasan ekstra, dan bantuan pernafasan dikarenakan paru-paru yang belum matang.

Jika dokter dan tim medis melihat ada hal khusus dalam skor apgar, mereka akan memberi tahu orang tua, dan hal apa saja yang mungkin bisa jadi penyebabnya, dan penanganan apa yang sedang diberikan.

Seiring waktu menyesuaikan dengan lingkungan yang baru, dan dengan penanganan medis yang sesuai telah diberikan, kebanyakan bayi akan membaik. Jadi daripada fokus ke angka, syukurilah bayi baru lahir anda.

Sumber: Kidshealth.org

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : APGAR Score, Tes Yang Pertama Kali Dilakukan Pada Bayi Lahir

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment