Kisah Tentang Penemuan Lorenzo's Oil

Kisah tentang penemuan Lorezo's Oil

---------------------------

SMART PARENTS
Penulis : Dr Eka Nugraha

Apakah dunia medis tidak punya tempat bagi non-medis yang 'sekadar' berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya?

Ada.

Pada tahun 1985, Augusto Odone, seorang ekonom World Bank dan istrinya Michaela harus menghadapi kenyataan pahit bahwa putra mereka didiagnosis adrenoleucodystrophy (ALD).

ALD adalah penyakit langka saat itu. Dan barangkali anda baru pertama kali tahu ada penyakit itu saat membaca tulisan ini. Penyakit genetik ini menyebabkan tumpukan asam lemak rantai panjang yang merusak otak.

Putra mereka, yang saat itu berusia 7 tahun, divonis hanya mampu bertahan hidup 2 tahun lagi, itu pun setelah menjalani kerusakan otak yang menyebabkan lumpuh, kebutaan, dan kehilangan kemampuan bicara.

Mendengar vonis itu, Augusto bertanya kepada dokter anaknya:

"Bolehkah saya membaca laporan medisnya?"

Dokternya menjawab:

"Tidak perlu. Toh anda tidak akan mengerti."

 ***


Augusto (dan Michaela) berjibaku mempelajari riset-riset terbaru tentang penyakit anaknya. Dia habiskan waktu hingga bermalam-malam di perpustakaan untuk mempelajari jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan ALD.

Tidak hanya itu, dengan koneksi (dan uangnya), dia mengadakan konferensi internasional untuk mengumpulkan para pakar ALD dari seluruh dunia.

Dan akhirnya dia menemukan titik terang.

Suatu campuran asam oleat (dari minyak rapa dan zaitun) yang disebut asam erukat disinyalir mampu menghancurkan asam lemak rantai panjang yang merusak jaringan otak anak-anak dengan ALD.

Perjuangan tidak selesai sampai di situ. Augusto harus menemukan perusahaan kimia yang bersedia memproduksi minyak yang diberi nama sesuai dengan nama anak mereka tersebut.

Bagaimana akhir kisah ini?

Lorenzo, nama putra mereka, meninggal pada usia 30 tahun. Dua puluh tahun lebih lama dari yang diperkirakan dokter.

Kisahnya diabadikan dalam film 'Lorenzo's Oil' yang mendapatkan dua nominasi dalam Academy Awards.

***

Pertanyaannya, apakah Lorenzo's oil (LO) betul-betul efektif sebagai terapi ALD?

Jawabannya tidak.

Hanya Lorenzo seorang yang mampu mencapai usia sedemikian dramatis. Anak-anak lain yang mendapat LO kebanyakan meninggal di usia yang sama dengan anak-anak yang tidak mendapatkan LO.

Salah satu alasannya adalah karena LO hanya dapat menurunkan kadar asam lemak rantai panjang dalam darah, tetapi kerusakan jaringan otak yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki.

Sehingga, LO hanya bermanfaat untuk anak-anak ALD yang belum menunjukkan gejala. Dengan kata lain, sebagai sarana pencegahan gejala yang progresif.

Lantas mengapa Lorenzo berhasil bertahan selama itu?

Demikianlah kehendak Tuhan.

***

Satu-satunya jembatan bagi jurang pemisah antara dunia medis dan pengobatan alternatif adalah riset.
Ini penting sekali dipahami. Jangan hanya gara-gara 'kan hanya pengobatan alternatif' lantas menolak riset.

Itu salah. Dan tidak hanya salah, tapi juga berbahaya.

Kisah Lorenzo's Oil adalah kisah yang paling cocok mewakili pesan ini.

Dimulai dengan seorang dokter yang belagu, orang tua yang terus berusaha, berkumpulnya para ahli, riset yang sungguhan (bukan abal-abal), hingga keterlibatan dunia industri.

Selalu ada tempat untuk inovasi dalam dunia medis. Tetapi dia harus melalui jembatan bernama riset.

Semoga bermanfaat.

Demikianlah artikel kisah tentang penemuan lorenzo's oil. Anda dapat mengunjungi blog Pasien Sehat untuk melihat artikel kami lainnya.

0 Comments

Posting Komentar