Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Friday, December 12, 2014

Kenali Bentuk dan Warna Kotoran Tinja Anda

Saat kamu buang air besar, gumpalan cokelat kecil di lubang toilet kamu adalah apa yang tersisa dari makanan setelah tubuh kamu menyerap semua nutrisi yang dibutuhkan dari makanan itu.

Buang air besar adalah vital untuk kesehatan kamu karena itu adalah cara alami tubuh kamu dalam membuang sampah yang tidak dibutuhkan. Itulah kenapa bentuk kotoran yang kamu buang dan baunya bisa memberikan petunjuk apa yang terjadi di tubuh kamu.

Dalam beberapa kasus, dokter juga akan menggunakan bantuan deteksi warna tinja untuk mengumpulkan data observasi yang menentukan kondisi kesehatan pasiennya.

Bentuk Kotoran / Tinja


1. Gumpalan keras bulat, sepeti kacang
Kamu kekurangan serat dan cairan. Minum lebih banyak dan makan buah dan sayuran.


2. Bulat lonjong mirip sosis, lembut dan halus
Kotoran paling optimal, sudah bagus!



3. Encer, tidak padat, semuanya cairan
Kamu sedang diare! Mungkin ini terjadi karena sedang terjadi infeksi. Pastikan kamu minum cukup air untuk mengganti cairan yang hilang jika tidak kamu bisa dehidrasi.

4. Mirip sosis tapi banyak gumpalannya
Tidak masalah dibandingkan yang pertama. Kamu butuh tambahan serat dan cairan.


5. Gumpalan lembek bulat, tidak cair
Tidak terlalu buruk. Masih normal jika kamu buang air besar beberapa kali sehari.


6. Bentuk sosis tapi pecah di permukaannya
Masih normal, tapi kamu butuh lebih banyak cairan.



7.  Tinja lembek, gumpalan tidak beraturan
Masih normal tapi tipe tinja ini sedang dalam proses menuju diare


8. Lunak dan menempel di pinggir lubang toilet
Terlalu banyak minyak, yang artinya tubuh kamu tidak menyerap lemak dengan baik. Penyakit seperti pancreatitis kronis mencegah tubuh kamu untuk menyerap lemak dengan baik.


Warna Kotoran / Tinja

Kenali Bentuk dan Warna Kotoran Tinja Anda

1. Cokelat
Kamu dalam keadaan baik. Kotoran / Tinja umumnya berwarna cokelat karena empedu yang dihasilkan oleh hati.
2. Hijau
Makanan terlalu cepat bergerak ke usus besar. Atau kamu terlalu banyak makan sayuran hijau.
3. Kuning
Berminyak / licin, baunya tak sedap, mengindikasikan kamu kelebihan lemak, yang bisa juga disebabkan oleh malabsorption  disorder seperti celiac diseases.
4. Hitam
Bisa disebabkan oleh pendarahan yang disebabkan ulcer atau kanker. Beberapa vitamin yang berisi zat besi atau bismuth subalisilat bisa menyebabkan tinja hitam juga. Perhatikan jika lengket (menempel di lubang toilet) dan kunjungi dokter jika kamu kuatir.
5. Putih atau berwarna cerah.
Ini bukanlah warna tinja yang normal, bisa disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu. Beberapa obat-obatan juga bisa menyebabkan hal ini. Kunjungi dokter.
6. Merah atau bernoda darah
Darah bisa jadi adalah gejala kanker. Segera kunjungi dokter jika tinja kamu bernoda darah saat buang air besar.

Fakta Tentang Buang Air Besar

1. Makanan yang kamu makan biasanya butuh waktu 3 hari dari pertama kali kamu makan sampai berakhir dengan buang air besar.
2. Kotoran / Tinja terbuat dari makanan yang tidak dicerna, bakteri, sel-sel mati, lender, itulah kenapa baunya tidak sedap.
3. Buang air besar yang sehat berlangsung dengan perlahan.

Seberapa Sering Seharusnya Kamu Buang Air Besar?

Rata-rata, orang-orang buang air besar sekali atau dua kali, tapi beberapa orang mungkin bisa lebih banyak atau lebih sedikit. Menurut dokter, tidak ada frekuensi yang normal, artinya selama kamu nyaman, kamu baik-baik saja.

Bagaimana Menjaga Buang Air Besar Kamu Tetap Sehat?

1. Lakukan diet dengan serat (20 - 25gr), cukupi kebutuhan cairan dan berolahraga.
2. Jika kamu punya masalah sembelit, makan lebih banyak serah bisa membuat kotoran lebih lembek.
3. Minum air sesuai kebutuhan bisa membantu usus besar agar cukup licin untuk menggerakan kotoran / tinja keluar.

Ingin Berkunjung Ke Dokter?

Saat kamu melihat ada yang tidak biasa saat buang air besar, jangan panic dahulu. Jika hal itu terjadi kembali, dan gejalanya tidak nyaman, segera konsultasikan dengan dokter. Perhatikan apa yang tubuh kamu katakan dan saat kamu merasa tidak nyaman, pergilah ke dokter.

[source: healthworks.my]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kenali Bentuk dan Warna Kotoran Tinja Anda

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment