Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan KIS PBI APBD dan PBI APBN, Peserta BPJS PBI Perlu Mengetahuinya


JKN (Jaminan Kesehatan Nasional adalah program jaminan kesehatan berupa asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong yang diselenggarakan oleh pemerintah, lebih tepatnya program ini diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Karena itu seringkali masyarakat menyebut program JKN sebagai BPJS.

BPJS Kesehatan sebenarnya bukanlah badan hukum publik baru namun merupakan transformasi dari badan hukum publik milik pemerintah sebelumnya. BPJS Kesehatan didirikan tahun 1968 dengan nama Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), kemudian pada tahun 1992 berubah menjadi PT Askes (Persero), dan pada tahun 2014 secara resmi bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

JKN adalah program dari pemerintahnya, BPJS adalah lembaga atau badan yang mengelolanya, dan KIS adalah kartunya.

Jenis kepesertaan JKN BPJS Kesehatan terbagi menjadi tiga segmen yang meliputi :

  1. Peserta BPJS PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah), yang terdiri dari peserta mandiri dan bukan pekerja, yaitu segmen kepesertaan yang iuran bulanannya harus dibayar sendiri oleh si peserta. Bisa bayar iuran melalui ATM, indomaret/alfamart, kantor pos, e-commerce, internet banking atau loket ppop. Hak kelas rawat inap yang bisa dipilih adalah kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.
  2. Peserta BPJS PPU (peserta penerima upah), yaitu segmen kepesertaan yang iuran bulanannya dibayar melalui potongan gaji di tempat kerja/perusahaan atau instansinya. Lalu perusahaan/instansinya yang membayar secara kolektif beserta pegawai lainnya.Hak kelas rawat inap berdasarkan besar gaji, yaitu kelas 1 dan kelas 2. Tidak ada kelas 3.
  3. Terakhir adalah Peserta BPJS PBI (penerima bantuan iuran), yaitu segmen kepesertaan khusus untuk warga miskin dan orang tidak mampu dimana iuran bulanannya dibayarkan oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Segmen kepesertaan ini memiliki hak kelas rawat inap hanya kelas 3.

Pada awal diselenggarakannya JKN, segmen yang paling banyak pesertanya adalah BPJS PBI. Hal ini disebabkan oleh transformasi dari program jaminan kesehatan sebelumnya yang disebut Jamkesmas dan Jamkesda.

Baca Juga: Cara Pindah BPJS Mandiri Ke BPJS PBI Yang Iurannya Gratis

BPJS yang iurannya dibiayai pemerintah adalah PBI. BPJS PBI terbagi menjadi dua jalur pembiayaan menjadi PBI APBN dan PBI APBD, antara lain:
  • PBI APBN adalah iuran PBI yang dibayar oleh pemerintah pusat menggunakan anggaran APBN. Jamkesmas sudah bermigrasi ke PBI ini.
  • PBI ABPD adalah iuran PBI yang dibayar oleh pemerintah daerah menggunakan anggaran APBD. Jamkesda masuk ke dalam PBI ini.
Karena BPJS PBI iurannya dibayar oleh pemerintah, maka peserta BPJS PBI tidak lagi bayar iuran BPJS alias gratis. Dengan hak kelas rawat inap adalah kelas 3. Lantas lagi perbedaan BPJS PBI APBN dan PBI APBD?

Berikut ini adalah beberapa persamaan BPJS PBI ABPN dan PBI APBD serta beberapa perbedaan BPJS PBI APBN dan PBI APBD yang perlu anda ketahui sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Persamaan KIS PBI APBN dan PBI APBD


Sebagaimana kita ketahui, JKN dari BPJS Kesehatan berwujud asuransi kesehatan rawat jalan cashless atau asuransi kesehatan rawat inap terbaik namun memiliki prinsip gotong royong dan nirlaba. Hasil pengelolaan dana sosial dimanfaatkan untuk pengembangan program dan kepentingan peserta.

Persamaan antara BPJS PBI APBN dan PBI APBD adalah sebagai berikut:

  1. Sama-sama program jaminan kesehatan dari pemerintah yang diperuntukkan untuk warga miskin dan orang tidak mampu.
  2. Pesertanya tidak perlu membayar iuran alias gratis. Karena sudah ada pembiayaan dari pemerintah (APBD dan APBN), iurannya ditanggung dan dibayarkan oleh pemerintah.
  3. Pesertanya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai tanda kepesertaan BPJS PBI.
  4. Memiliki hak kelas rawat inap yaitu kelas 3.
  5. Fasilitas kesehatan tingkat pertamanya adalah Puskesmas. Tidak bisa pindah faskes ke klinik atau dokter praktek perorangan.
Baca Juga: Kenapa Tidak Bisa Pindah Dari BPJS Mandiri ke KIS PBI

Perbedaan KIS PBI APBN dan PBI APBD


Sedangkan perbedaan antara BPJS PBI APBN dan PBI APBD adalah sebagai berikut:
  1. KIS PBI APBD merupakan peralihan dari Jamkesda sedangkan PBI APBN merupakan peralihan dari Jamkesmas.
  2. KIS PBI APBD iurannya dibiayai oleh pemerintah daerah menggunakan angaran APBD, sedangkan PBI APBN iurannya dibiayai oleh pemerintah pusat menggunakan anggaran APBN.
  3. KIS PBI APBN bisa pindah faskes ke seluruh Indonesia, sedangkan KIS PBI APBD hanya bisa pindah faskes di daerah/provinsi-nya.

Kenapa bisa terdaftar sebagai peserta BPJS PBI padahal tidak menerima kartunya?


Ada banyak peserta BPJS yang mereka pada umumnya baru sadar sudah terdaftar sebagai peserta BPJS PBI ketika ingin daftar menjadi peserta BPJS PPU di perushaan tempat mereka bekerja. Kenapa bisa terdaftar sebagai peserta BPJS PBI padahal tidak menerima kartunya? Hal ini terjadi karena kepesertaan BPJS PBI didaftarkan oleh pemerintah, bukan didaftarkan oleh si peserta. Pemerintah menggunakan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dari Kementerian Sosial sebagai acuan pendaftaran BPJS PBI. 

Apabila anda kebetulan sudah terdaftar sebagai peserta BPJS PBI namun ternyata anda tidak menerima kartunya, maka anda bisa mencetak kartu BPJS PBI atau KIS melalui aplikasi Mobile JKN. Apabila ada kendala terkait login aplikasinya, misalnya nomor handphone atau alamat email tidak sesuai, anda dapat mengubah data anda terlebih dahulu melalui PANDAWA atau care center BPJS Kesehatan 165.

Anda dapat membaca artikel seputar BPJS Kesehatan lainnya di sini :

Posting Komentar untuk "Perbedaan KIS PBI APBD dan PBI APBN, Peserta BPJS PBI Perlu Mengetahuinya"

close