Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, February 9, 2015

Apa Itu Sakit Kepala Dan Migrain: Jenis, Gejala, Pengobatan

Bagi kebanyakan orang, serangan sakit kepala dapat segera disembuhkan dengan memakan sesuatu, istirahat sejenak atau dengan obat pereda nyeri.

Sakit kepala dan migrain sangat tidak menyenangkan, walaupun itu tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan terapi atau obat pereda nyeri. Namun ada beberapa orang yang mengalami sakit kepala serius, yang ditandai dengan gejala-gejala lain.

Konsultasikan ke dokter jika anda mengalami sakit kepala yang parah secara tiba-tiba, terutama setelah terjadi benturan di kepala, atau jika disertai dengan demam atau kantuk.

Berikut adalah panduan untuk berbagai jenis migrain dan sakit kepala dan cara penanganannya.

Sakit Kepala Primer

Sakit Kepala Primer bukanlah kondisi organik, tapi gangguan biologis. Ada tiga jenis sakit kepala primer: migrain, cluster, dan tipe tegang (tension-type).

Sakit Kepala Migrain

Meskipun setiap orang mengalami sakit kepala migrain dengan gejala yang berbeda, sakit kepala jenis ini ditandai dengan nyeri berdenyut, biasanya terjadi pada salah satu sisi kepala. Pengidapnya mungkin akan mengalami mual atau muntah, dan sensitif terhadap cahaya dan suara, sebagian lainnya mungkin tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Pada sedikit kasus, pengidap migrain mengalami gangguan visual seperti kilatan cahaya, titik hitam, dan garis zig zag.

Setiap orang yang terserang migrain memiliki gejala yang berbeda, migrain dapat bertahan mulai dari 4 hingga 72 jam. Migrain biasanya memiliki tiga fase: 1) pra-sakit kepala, 2) sakit kepala, 3) pasca-sakit kepala. Untuk pra- dan pasca-sakit kepala dapat berlangsung dari jam hingga hari dan pengidapnya dapat mengalami nyeri tertekan, fatigue, dan perubahan mood. Migrain bisa diturunkan dan biasanya lebih banyak menyerang wanita.

Daerah Yang Menjadi Serangan Sakit Kepala Migrain

1. Migrain dimulai dari bagian dalam otak
2. Impuls elektik menyebar ke daerah lain dalam otak
3. Merubah aktifitas sel saraf dan aliran darah akan menyebabkan gangguan visual, mati rasa, kesemutan, dan pusing.
4. Zat kimia pada otak seperti serotonin, menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan inflamasi jaringan sekitar.
5. Inflamasi mengiritasi saraf trigeminal, menghasilkan nyeri berdenyut yang parah. Nyeri ini merupakan gelasa sensitisasi perifer.
6. Nyeri yang menyerang otak bisa makin menjadi, menyebabkan serangan yang simultan. Hal ini menyebabkan sensitivitas pada kepala/kulit kepala, sebuah kondisi yang disebut cutaneous allodynia. Jenis nyeri ini adalah bagian dari sensitifitas sentral dan membuat migrain berlangsung lebih lama. Catatan: tidak semua orang yang migrain dapat mengembangkan sensitivitas sentral.

Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster adalah nama dari serangan berkelompok. Serangannya relatif singkat, umumnya 30-120 menit. Serangannya dimulai dengan sakit kepala yang teramat sangat, pada salah satu sisi kepala atau leher. Periode sakit kepalanya dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan bulan, dan gejelanya akan menghilang dengan sendirinya setelah sekian bulan atau tahun. Biasanya hanya menyerang pria, umumnya menyerang di musim semi dan musim gugur, dan seringkali berkaitan dengan alergi dan stress.

Sama halnya dengan migrain, sakit kepala cluster juga berkaitan dengan proses inflamasi yang dikembangkan dari saraf trigeminal dan pembuluh darah yang menutupi otak. Sebagian peneliti mempercayai bahwa daerah pada otak, yang disebut hypothalamus, bertanggung jawab terhadap pola dari sakit kepala cluster.

Sakit Kepala Tipe Tegang (Tension-Type)

Sakit kepala tipe tegang adalah jenis sakit kepala yang paling umum. Pengidapnya akan merasa seperti kepala diikat atau sakitnya di seluruh kepala. Dipercaya bahwa sakit kepala tipe tegang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia dan neuron saraf pada otak, dan karena pengencangan otot di kepala dan leher.

Ada tiga jenis sakit kepala tipe tengang berdasarkan lama waktu terjadinya.
1. Sakit kepala tipe tegang episodik (episodic tension-type headaches), terjadi hanya satu serangan per bulan atau kurang, biasanya dipicu karena stress, kecemasan, fatigue, atau marah.
2. Sakit kepala tipe tegang sering (frequent tension-type headaches), terjadi 1 - 15 hari per bulannya, dan bisa terjadi disertai migrain.
3. Sakit kepala tipe tengan kronis (chronic tension-type headaches), sakit kepala kronis yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan, sakit kepala tipe ini berkaitan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan emosional lainnya.

Sakit Kepala Sekunder

Sakit Kepala Sekunder, juga dikenal dengan sakit kepala organik, sakit kepala ini bukanlah penyakit murni, tapi gejala dari penyakit lain atau kecelakaan pada kepala. Pengidap sakit kepala sekunder dapat mengalami kelihalangan kemampuan untuk fokus, kebingungan, kehilangan kesadaran, dan nyeri yang secara progresif makin memburuk atau menjadi sakit kepala yang terburuk yang pernah dialami.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan sakit kepala sekunder termasuk: tumor, tekanan darah tinggi, infeksi, dan beberapa penyakit pada kepala. Karena perawatan sakit kepala sekunder ini bisa bersifat jangka panjang, sangat penting untuk mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter untuk penanganan.

Gaya Hidup Sehat Untuk Mencegah Sakit Kepala

  • Hindari apapun yang dapat memicu sakit kepala
  • Perhatikan dengan baik tentang menu diet anda
  • Tidur yang cukup dan teratur
  • Latihan merelaksasi diri
  • Berolahraga secara teratur

Tabel Panduan Untuk Sakit Kepala

MigrainClusterTipe TegangSekunder
Frekuensi2 - 8 kali per bulan1 - 4 kali per hariEpisodic: 1 per bulan; frequent: 1-15 hari per bulan; kronis: Lebih dari 15 hari per bulanBervariasi
Durasi4 - 72 jamNyeri dirasakan 30 - 120 menitBiasanya progresif
OnsetBertahapTiba-tibaBervariasi
Daerah NyeriSatu atau kedua sisi kepalaBiasanya satu sisi dan di dalam area mataKedua sisi kepalaBervariasi
Tanda NyeriBerdenyut, sedang hingga beratSensasinya seperti terbakarSeperti pita diikat di kepala dan leher, ringan hingga sedangBervariasi
Gejala Yang BerkaitanMual, sensitif dengan cahaya dan suaraMata berairTidak adaBervariasi
PemicuDiet, aktifitas, kebiasaan, emosi, pengobatan, hormonAlkoholStress, kecemasan, kelelahan, marahPenyakit lain dan kecelakaan pada kepala
Jenis Kelamin 75% wanita90% priaBeda sedikit, tapi lebih banyak wanitaDistribusinya sama

Tabel Pengobatan Sakit Kepala


  • Obat abortif (abortive medication) yang juga dikenal dengan obat akut, akan mengobati migrain dengan segera saat serangannya datang. Banyak obat jenis ini yang dikonsumsi segera setelah serang datang, sayangnya obat ini kurang efektif. Contonya: triptans dan serotonin antagonists.
  • Obat pencegah (preventive medication), dikenal juga dengan sebutan "prophylactic medication", digunakan untuk mengurangi jumlah, keparahan, dan lamanya serangan. Contohnya antiepilespi, anti kejang, antikonvulsan, beta-blockers, calcium channel blockers, antidepresan, dan obat anti radang non steroid (NSAIDs).
  • Obat lainnya yang dijual bebas (over the counter), dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan gejala lainnya yang terkait sakit kepala. Obat yang dijual bebas termasuk NSAIDs seperti aspirin, asetaminopen, ibuprofen, dan kadang dikombinasikan dengan kafein agar lebih efektif.
  • Biofeedback, menggunakan perangkat khusus untuk memonitor respon tubuh terhadap rasa sakit, membatu pengidap sakit kepala untuk menyempurnakan teknik relaksasi. Terapi ini dapat membantu pasien untuk mengontrol nyeri secara psikologis.
  • Terapi Oksigen (Oxygen therapy), melibatkan alat khusus untuk menghirup oksigen yang digunakan saat gejala awal sakit kepala. Terapi ini dapat menghentikan sakit kepala cluster yang akut.
  • Terapi alternatif, terapi lainnya yang dilakukan untuk mengobati migrain dan sakit kepala, seperti: akupuntur, akupresur, yoga, pijat, dan herbal. Konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan terapi alternatif untuk mendapatkan terapi yang paling tepat.

Catatlah gejala-gejala sakit kepala yang anda rasakan setiap hari dan konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang paling tepat. Catatan sakit kepala bisa berisi tanggal, waktu, intensitas, gejala sebelum sakit kepala, pemicu, obat yang dikonsumsi dan tingkatan nyeri.

[informasi ini diperoleh dari migrain and headaches chart dari anatomical chart company]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Sakit Kepala Dan Migrain: Jenis, Gejala, Pengobatan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

6 comments:

  1. kalau sakit kepalanya sampai kronis dan nyeri sekali,, duh sungguh sangat menyiksa.. terimakasih atas info sakit kepalanya mas,, sangat bermanfaat bagi saya..

    ReplyDelete
  2. aku taunya sakit kepala itu migrain aja sama full, ternyata banyak juga yah namanya..

    ReplyDelete
  3. untuk pengobatannya pasti berbeda-beda ya, betul mas cipto kan.

    ReplyDelete
  4. Sepertinya gaya hidup sehatnya boleh ditiru ni, terutama untuk mencegah sakit kepala.....so sakit kepala memang menggangu apalagi jika ada keperluan mendesak

    ReplyDelete
  5. wah kalo sakit kepala paling nyerah deh saya mas, asli paling gak kuat saya kalo dah kena sakit kepala, berasanya gak enak banget...itu kepala kayaknya gede banget gitu, kalo lagi nyut-nyutan suka pengen dicopot aja tuh pala dipindahin dulu gitu hehehe...yang sering saya alami itu sakit kepala tapi ko suka ke leher belakang ampe berasa pegel banget, itu sakit kepala apan ya namanya?

    ReplyDelete
  6. saya biasanya sakit kepala kalau pas kurang tidur atau belum minum kopi....biasanya dengan saya pijit pakai minyak kayu putih dan dipakai tidur sebentar sudah agak mendingan..

    ReplyDelete