Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Thursday, April 16, 2015

Maraknya Calo Antrean Berobat Pasien BPJS

Praktik calo kian marak akibat membludaknya pasien BPJS yang berobat, sementara jumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan masih terbatas.

Dikutip dari Kompas.

Antrean panjang untuk mendapat pengobatan membuat calo bermunculan di rumah sakit. Mereka membantu pasien yang tidak bisa datang pagi untuk mengambil antrean.

Sigit (bukan nama sebenarnya) mengaku sering membantu pasien atau keluarga pasien mengambil nomor antrean.

“Saya bisa ambilin nomor antreannya. Mau dapat nomor satu pun bisa,” kata Sigit saat ditemui Kompas.com di salah satu rumah sakit di Jakarta, Senin (6/4/2015).

Ia bisa datang pukul 03.00 WIB untuk mengantre mengambil nomor. Padahal, pengambilan nomor baru dibuka pukul 06.00 WIB. Sigit mengungkapkan, pukul 03.00 saja antrean bisa mencapai 50 orang.
“Pukul 05.00 saja biasanya nomor antrean sudah seratus,” lanjut Sigit.

Sigit tak seorang diri. Ia mengaku memiliki empat orang teman yang juga biasa menjadi calo di rumah sakit. Menurut Sigit praktik percaloan sudah menjadi rahasia umum di seluruh rumah sakit.

“Semua temen-temen saya juga. Biasanya satu orang ngambilin satu nomor saja,” kata Sigit.

Tak hanya mengambil nomor antrean. Menurut Sigit, ia juga bisa membantu mengurus berkas-berkas yang dibawa pasien ke loket berikutnya, seperti berkas rujukan ke rumah sakit. Setelah itu, pasien pun tak perlu datang terlalu pagi. Menurut Sigit, pasien cukup datang sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, jika tanpa bantuan calo dan pasien baru datang pukul 08.00, nomor antrean bisa mencapai 400 orang. Kemudian pukul 10.00 biasanya sudah mencapai 700.

Tentunya ada upah yang diberikan untuk para calo ini. Namun, Sigit mengaku tidak memiliki patokan harga. Sigit mengatakan, biasanya tak lebih dari Rp 50.000.

“Saya mah dikasih berapa saja ya terima. Terserah saja yang ngasih berapa,” kata Sigit.

Praktik percaloan ini memang menguntungkan bagi pasien yang memiliki uang lebih untuk membayar calo. Namun, sangat merugikan bagi pasien tidak mampu karena mereka tidak memiliki dana lebih untuk membayar calo sehingga terkadang harus menunggu lama, bahkan baru keesokan harinya dilayani berobat karena nomor antrean sudah tutup.

Pada pasien rumah sakit rujukan nasional yang berasal dari luar kota dan tidak mampu, terkadang mereka terpaksa menginap di lobi rumah sakit untuk mendapatkan nomor antrean.
Foto: Antrian Daftar BPJS Kesehatan

________
Rumah sakit rujukan nasional juga merupakan tempat saya berobat, lihat di sini untuk melihat gilanya antriannya.

Sedih melihatnya. Praktik calo terbuka gara-gara orang yang punya uang dan mementingkan diri sendiri. Karena calo, pasien yang berjuang datang pagi tetap mendapat nomor yang tinggi. Saya kalau daftar memang jam 10 an, tapi tidak sampai satu jam sudah selesai di loket BPJS, baru setelah itu tunggu dokternya yang lama, maklum pasiennya sangat banyak.

Jasa calo kadang bisa lebih besar daripada jasa tenaga kesehatan yang benar-benar melayani pasien. Kok ya tega ambil untung di atas penderitaan orang lain. Semoga yang jadi calo dan yang minta tolong pada calo, lekas dibukakan mata hatinya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Maraknya Calo Antrean Berobat Pasien BPJS

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment