Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, May 24, 2015

Infeksi Yang Diperoleh Dari Rumah Sakit

Tahukah Anda kenapa anak kecil yang sehat dilarang masuk ke rumah sakit untuk sekedar menjenguk si sakit? Hal ini terjadi karena rumah sakit adalah tempatnya orang sakit yang penyakitnya bisa saja menular, sementara anak kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak sekuat orang dewasa. Infeksi bisa saja didapat oleh pengunjung rumah sakit, staf rumah sakit, dan pasien yang dirawat di rumah sakit. Infeksi yang diperoleh dari rumah sakit disebut infeksi nosokomial.

Apa Itu Infeksi Nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh di dalam rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Untuk diklasifikasikan ke dalam infeksi nosokomial, pasien harus diterima di rumah sakit dengan alasan selain kasus infeksi. Pasien juga harus tidak memiliki tanda-tanda dari infeksi aktif atau masa inkubasi infeksi.

Infeksi nosokomial akan terjadi :
  • hingga 48 jam setelah diterima di rumah sakit,
  • 3 hari setelah pasien pulang,
  • 30 hari setelah tindakan operasi,
  • di fasilitas kesehatan ketika pasien dirawat untuk kasus selain infeksi.


Jenis Infeksi Nosokomial

Infeksi saluran kemih adalah jenis yang paling umum dari infeksi nosokomial. Di Amerika Serikat, infeksi luka operasi, infeksi aliran darah, dan pneumonia adalah jenis yang paling umum lainnya (WHO, 2012).

Lokasi infeksi nosokomial tergantung dari jenis prosedur pasien di rumah sakit.

Apa Penyebab Dari Infeksi Nosokomial?

Infeksi nosokomial disebabkan oleh patogen yang mudah menyebar ke seluruh tubuh. Banyak pasien di rumah sakit yang terganggu sistem kekebalan tubuhnya, sehingga mereka kurang mampu melawan infeksi. Dalam beberapa kasus, pasien mengalami infeksi akibat prosedur yang buruk dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan, atau karena staf rumah sakit yang tidak mengikuti prosedur yang tepat.

Beberapa pasien dapat terkena infeksi nosokomial karena berinteraksi dengan pasien lain. Pasien lainnya juga dapat menemui bakteri, jamur, parasit, atau virus dalam lingkungan rumah sakit.

Siapa Saja Yang Berisiko Terkena Infeksi Nosokomial?

Setiap pasien di rumah sakit berisiko terkena infeksi nosokomial.

Pasien yang berada di dalam intensive care unit (ICU) memiliki risiko tertinggi terkena infeksi ini. Berdasarkan European Prevalence of Infection in Intensive Care Study Tahun 1995, hingga 20,6 persen pasien di ICU mengalami infeksi nosokomial selama atau setelah mereka berada di ICU.

Rata-rata, pasien nosokomial dirawat inap di rumah sakit 2,5 kali lebih lama dibandingkan mereka yang tidak mengalami infeksi. Pasien yang terganggu sistem kekebalan tubuhnya sangat mudah terkena infeksi ini. Itu karena tubuh mereka tidak bisa mengelola infeksi seperti seharusnya.

Apa Gejala Dari Infeksi Nosokomial?

Gejala infeksi nosokomial bervariasi tergantung jenisnya. Gejalanya termasuk peradangan, demam, bengkak dan bernanah. Pasien mungkin mengalami rasa sakit dan iritasi pada lokasi infeksi, dan banyak mengalami gejala yang terlihat.

Bagaimana Cara Mendiagnosa Infeksi Nosokomial?

Banyak jenis infeksi nosokomial yang dapat terdiagnosa melalui dilihat saja. Nanah, peradangan, dan gatal-gatal mungkin indikasi infeksi. Tes darah dan tes urin juga dapat mengidentifikasi infeksi.

Bagaimana Pengobatan Dari Infeksi Nosokomial?

Pengobatan untuk infeksi nosokomial tergantung pada jenis infeksi. Jika infeksi terjadi pada lokasi kateter atau jalur masuk yang lain, jalur itu harus segera disingkirkan.

Antibiotik dapat memerangi gejala dari banyak infeksi. Diet sehat, asupan cairan, dan beristirahat dapat mendorong proses penyembuhan alami dan mencegah dehidrasi.

Bagaimana Menyikapi Infeksi Nosokomial?

Sebagian besar kasus infeksi nosokomial terselesaikan dengan pengobatan, tetapi beberapa dapat berakibat fatal. Deteksi dini dan pengobatan dini sangat penting. Dalam kondisi yang tepat, sebagian besar pasien dapat sembuh total.

Pencegahan Infeksi Nosokomial

Diperkirakan 40% dari kasus infeksi nosokomial disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap kebersihan tangan (WHO). Staf rumah sakit dapat secara signifikan mengurangi jumlah kasus infeksi dengan mencuci tangan secara teratur. Mereka juga harus memakai pakaian pelindung dan sarung tangan saat bekerja dengan pasien.

Prosedur invasif meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Prosedur noninvasif dianjurkan bila memungkinkan. Rumah sakit didorong untuk menempatkan pasien dengan C. difficile, MRSA, VRE, dan infeksi resistensi Gram-negatif ke ruang isolasi. Hal ini dapat menurunkan risiko pasien lainnya terinfeksi.

Penggunaan antibiotik juga merupakan komponen penting dari pencegahan juga. Dokter harus merekomendasikan penggunaan antibiotik jika Anda rentan terhadap infeksi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Infeksi Yang Diperoleh Dari Rumah Sakit

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. Ngeri juga yah pulang dari rumah sakit, malah bawa penyakit
    harusnya ganti nama jadi rumah sehat, biar pulang juga sehat :D

    ReplyDelete
  2. Fakta dilapangan masih banyak orang yang belum tahu prosedur aman menjenguk orang sakit dirumah sakit misalnya harus memakai masker atau cuci tangan sebelum atau sesudah berkunjung padahal ditiap pintu masuk ada peringatannya

    ReplyDelete