Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, June 9, 2015

Pembesaran Prostat Dan Cara Mengenalinya

Prostat adalah kelenjar yang menghasilkan cairan yang membawa sperma saat ejakulasi. Letaknya mengelilingi uretra, yang merupakan saluran yang dilewati di mana urin keluar.

Pembesaran prostat terjadi ketika kelenjar prostat menjadi besar atau mengalami pembengkakan. Pembesaran prostat (yang juga dikenal dengan "BPH" atau Benign Prostatic Hyperplasia) adalah masalah yang sering terjadi pada orang tua, indikator utamanya adalah masalah buang air kecil. Hal ini disebabkan karena urin yang akan keluar harus melalui saluran kecil yang dikelilingi prostat dan prostat yang membesar dapat membuat prosesnya menjadi lebih sulit.

Apa Gejala Dari Pembesaran Prostat?
  • Perasaan kandung kemih yang tidak sepenuhnya dikosongkan setelah buang air kecil
  • Masih harus buang air kecil lagi setelah dari toilet
  • Aliran buang air kecil yang lambat dan lemah
  • Aliran urin yang sering terhenti
  • Kesulitan memulai buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil
  • Sering bangun tengah malam untuk buang air kecil
  • Mengejan saat buang air kecil
  • Urin yang sering keluar sebelum atau sesudah buang air kecil, atau bahkan secara acak sepanjang hari

Ketika kandung kemih tidak sepenuhnya dikosongkan, ada risiko pengembangan infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius yang dapat terjadi seiring berjalannya waktu, seperti batu ginjal, inkontinensia, darah dalam urin, dan ketidakmampuan untuk buang air kecil. Ketidakmampuan untuk buang air kecil adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan medis dengan segera. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kerusakan ginjal dan kandung kemih dapat dikembangkan dari pembesaran prostat dan gejalanya.

Apa Saja Faktor Risiko Pembesaran Prostat?

Penyebab sebenarnya dari pembesaran prostat tidak diketahu pasti. Kendati demikian, ada faktor-faktor risiko seperti penuaan, perubahan sel-sel testis, yang mungkin berperan dalam pembesara kelenjar. Pria yang testisnya diangkat di usia muda, seperti terkena kanker testis, tidak mengembangkan pembesaran prostat. Juga jika testis diangkat setelah terjadi pembesaran prostat, ukuran prostat akan menyusut. Jadi, faktanya adalah:
  • Kemungkinan untuk mengembangkan pembesaran prostat meningkat seiring usia
  • Beberapa kasus pembesaran prostat hadir pada kebanyakan pria berusia lebih dari 40 tahun; lebih dari 90% akan mengalami pembesaran prostat setelah usia 80 tahun
  • Tidak ada faktor risiko, di luar memiliki testis yang berfungsi normal, telah diidentifikasi.

Bagaimana cara melindungi diri dari pembesaran prostat?

Kabar baiknya, ada beberapa cara mencegah pembesaran prostat melalui diet. Hindari banyak mengkonsumsi pedas dan kafein, konsumsi banyak buah-buahan dan sayuran, dan tetap terhidrasi. Untuk suplemen, cobalah meningkatkan zinc dan vitamin B kompleks. Zinc berperan dalam menciptakan rangsangan sekresi, dan membantu tubuh menghasilkan testosteron. Ketidakseimbangan hormon dapat memicu peradangan dan iritasi prostat, mengakibatkan pembesaran prostat.


Dan yang tidak kalah penting, makan lebih banyak ikan! Atau setidaknya carilah cara lain untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3. Asam lemak ini secara luas diyakini memiliki efek anti-inflamasi dan melindungi sel-sel prostat. Asam lemak omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, dan sumber lemak lainnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pembesaran Prostat Dan Cara Mengenalinya

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. terima kasih banyak infonya, benar-benar membantu.

    ReplyDelete
  2. sebenarnya, faktor resiko terpenting dari pembesaran prostat adalah penuaan.. aku berpikir ada hubungannya sama peningkatan kadar dehydrotestosteron, tapi entar tak cari lagi..

    sehingga, cara menghindarinya adalah dengan memperlambat penuaan..
    nice blog!

    ReplyDelete