Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, July 27, 2015

Informasi Vaksin Influenza Untuk Orang Tua

Untuk apa mendapat vaksinasi flu?
Influenza (“flu”) adalah penyakit yang mudah menular dan menyebar. Flu disebabkan oleh virus influenza yang disebarkan melalui batuk, bersin, dan kontak erat.

Setiap orang bisa terinfeksi flu, tetapi risiko mendapat flu lebih tinggi pada anak-anak. Gejala timbul segera dan menetap untuk beberapa hari. Gejala dapat berupa:
  • Demam/menggigil
  • Nyeri tenggorok
  • Nyeri pada otot
  • Lelah
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Hidung pilek atau tersumbat Flu bisa lebih berat pada anak, orang tua >65 tahun, wanita hamil, dan seorang yang menderita penyakit jantung, paru, dan ginjal.
Vaksin flu diperlukan untuk mereka dan orang sehat yang berhubungan dekat dengan mereka.
*Rekomendasi: Fakta dan Mitos Tentang Flu (Influenza)

Vaksin flu adalah pelindung paling baik terhadap flu dan komplikasinya. Vaksin flu mencegah penyebaran flu terhadap orang sekitarnya.

Vaksin Influenza
Vaksin flu yang beredar di Indonesia adalah vaksin flu inactivated (mati), tidak mengandung virus flu yang hidup, diberikan secara suntikan.

Vaksin flu diberikan tiap tahun, pada anak usia 6 bulan sampai usia 8 tahun dalam 2 dosis awal/ dasar. Virus flu selalu bertukar (mutasi), maka tiap tahun dibuat vaksin flu yang diperkirakan sesuai dengan jenis virus yang akan berjangkit pada tahun itu.

Walaupun vaksin flu tidak dapat mencegah semua jenis flu. Vaksin flu inactivated melindungi terhadap 3 atau 4 jenis virus influenza. Perlindungan akan terjadi setelah 2 minggu setelah vaksinasi dan akan bertahan beberapa bulan sampai 1 tahun.

Beberapa penyakit yang bukan disebabkan virus influenza sering disebut flu. Vaksin flu tidak akan melindungi penyakit penyakit lain yang disebabkan oleh virus lain. Dosis vaksin flu untuk dewasa lebih besar dan ditujukan untuk usia >65 tahun.

Sebagian orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin flu. Jelaskan pada dokter yang akan memberikan vaksinasi bila Anda: y Pernah mendapat reaksi alergi yang mengancam jiwa. Bila pernah mendapat reaksi alergi yang berat setelah vaksinasi flu atau vaksinasi lain, anda tidak divaksinasi lagi dengan vaksinasi flu.
  • Pernah menderita sindrom Guillain-Barre (kelumpuhan, disebut juga GBS). Mereka tidak boleh diberikan vaksin flu.
  • Apabila Anda atau anak Anda tidak sehat, berikan setelah sembuh

Risiko reaksi vaksin
Vaksin seperti obat dapat menimbulkan efek samping. Pada umumnya efek samping ringan dan akan sembuh sendiri. Efek samping yang serius dapat juga terjadi tetapi sangat jarang.

Vaksin flu mati tidak mengandung virus flu hidup, jadi vaksin ini tidak akan menimbulkan penyakit flu. Pingsan dapat terjadi setelah vaksinasi.

Untuk menghindarkan terjatuh setelah divaksinasi dianjurkan untuk duduk atau berbaring selama 15 menit. Jelaskan pada dokter anda bila mual atau sakit kepala, penglihatan kabur atau kuping mendengung.

Efek samping setelah vaksinasi:
  • suara serak y merah, sakit, dan bengkak pada tempat suntikan
  • mata kemerahan dan sakit
  • demam
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • rasa lelah Gejala-gejala tersebut biasanya terjadi segera setelah disuntik dan menghilang 1-2 hari.
  • y Reaksi alergi berat (diperkirakan 1 diantara 1 juta dosis) y Kemungkinan kecil dapat terjadi GBS, tidak lebih dari 1 sampai 2 orang diantara 1 juta dosis vaksin. Ini lebih kecil daripada komplikasi yang dapat ditimbulkan sakit influenza.

Bagaimana bila terjadi reaksi yang serius?
Apa yang harus saya perhatikan?
Perhatikan gejala, seperti gejala alergi yang mengancam jiwa, demam sangat tinggi atau perilaku yang berubah. Gejala reaksi alergi yang serius seperti biduran luas, muka bengkak dan tenggorok tersumbat sehingga susah bernapas, denyut nadi bertambah dan merasa lemah. Gejala ini dapat timbul segera setelah vaksinasi sampai beberapa jam kemudian.

Apakah yang harus dilakukan?
Bila anda yakin ini suatu masalah yang serius dan emergensi yang tidak dapat ditunda hubungi segera dan bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


Sumber
- Center of Disease Control and Prevention http://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/index.html
- Ranuh IG.N, Suyitno H, Hadinegoro SR, Kartasasmita CB, Ismedijanto, Soedjatmiko, penyunting. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Edisi ke-5. Jakarta:Badan Penerbit IDAI;2014.
Sumber: IDAI.or.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Informasi Vaksin Influenza Untuk Orang Tua

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment