Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, September 7, 2015

Mengenal Mimisan Pada Anak

Mimisan (perdarahan hidung) atau epistaksis adalah kasus yang cukup sering dijumpai sehari hari. Epistaksis sering merupakan gejala dari penyakit lain misal pada anak dengan demam berdarah atau penyakit darah. Umumya epistaksis sifatnya ringan dan sering berhenti sendiri tanpa membutuhkan tindakan medis. Pada sebagian kecil kasus, epistaksis berat dapat merupakan masalah kedaruratan yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

Hampir 90% epistaksis pada anak merupakan epistaksis pada sekat (septum) hidung bagian depan (epistaksis anterior), berasal dari Pleksus Kiesselbach (anyaman pembuluh darah yang dibentuk dari beberapa arteri yang memperdarahi daerah hidung) di sekat depan hidung. Penyebab mimisan bisa idiopatik (tidak atau belum diketahui) atau trauma. Salah satu penyebab lainnya adalah karena bersin yang kuat. Epistaksis anterior ini sering berulang dan dapat berhenti sendiri.

Epistaksis pada sekat hidung bagian belakang (epistaksis posterior) jarang terjadi pada anak, biasanya terjadi pada keganasan. Epistaksis yang berulang atau menetap harus dicari penyebabnya dan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter THT.



Perdarahan pada mimisan bila tidak berhenti dengan sendirinya dapat dicoba hentikan dengan menekan hidung dari luar selama 10-15 menit. Bila sumber perdarahan terlihat, dokter dapat melakukan kaustik dengan larutan perak nitrat (nitras argenti) 25-30%, sesudahnya area tersebut diberikan antibiotik. Bila masih berdarah dokter akan melakukan pemasangan tampon anterior yang dibuat dari kassa atau kapas yang diberi pelumas atau salep antibiotik.

Beberapa keadaan mimisan yang membutuhkan penanganan dokter THT antara lain:
  1. epistaksis berulang, 
  2. epistaksis tidak terkontrol, 
  3. epistaksis sekat belakang (posterior), 
  4. mimisan yang disertai perdarahan mulut dan nasofaring (pertemuan area hidung dan tenggorokan), 
  5. mimisan karena trauma pada muka, 
  6. mimisan yang disertai polip atau adanya tumor pada hidung.
Sumber : buku kumpulan naskah PKB VI IDAI Jaya 2009 "Frequently Asked Questions in Pediatrics"

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengenal Mimisan Pada Anak

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. Ketika kecil pernah juga mimisan, syukur alhamdulillah sejauh ini sudah tak mengalaminya lagi. Ulasannya bermanfaat sekali!

    ReplyDelete
  2. Saya dulu pernah mengalami mimisan, sehari sebelumnya saya mengalami demam. Pada waktu subuh esok harinya, saya mengeluarkan darah dari hidung selama kurang lebih 5-7 menit. Alhamdulillah setelah itu tidak mengalami apa-apa.

    ReplyDelete