Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, February 10, 2015

Bahaya Stress Dan Cara Mengatasinya

Pernahkah anda bertanya bagaimana cara stress dapat berdampak pada tubuh dan kehidupan sehari-hari? Stress merupakan penyebab dari berbagai penyakit mematikan. The American Medical Association mencatat bahwa stress adalah penyebab lebih dari 60 % penyakit, gangguan kesehatan, dan kondisi medis pada tubuh manusia.

Kondisi stress dapat membahayakan kesehatan, kestabilan emosi dan hubungan anda bersama orang lain jika anda tidak segera mengambil tindakan untuk mengatasi, menghindari, dan mengurangi stress.

Apa saja dampak atau efek stress pada tubuh? Apa saja yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya? Simak ulasan berikut ini.

sumber ilustrasi

Dampak Stress Pada Tubuh

  • Sistem saraf pusat: sakit kepala, pusing, ADD/ADHD, gangguan cemas, mudah marah, gangguan panik.
  • Gigi dan mulut: grinding pada gigi, ketegangan rahang.
  • Jantung: peningkatan denyut jantung, stroke, penyakit jantung, hipertensi, diabetes tipe 1 & 2, aritmia.
  • Sistem pencernaan: gangguan pencernaan, sakit perut, nyeri otot perut, gangguan usus (IBS).
  • Badan: peningkatan bedat badan, obesitas.
  • Organ genital: Penurunan gairah sex.
  • Otot: ketegangan otot, fibromyalgia, sindrom nyeri regional kompleks.
  • Mood: kehabisan tenaga, penurunan mood dan nafsu makan.
  • Seluruh tubuh: insomnia, gangguan kebiasaan, gangguan emosional, gangguan sistem imun, asma, ulkus, tak bertenaga, depresi, kegelisahan, paranoia, dan lain-lain.
  • Stress juga dapat menyebabkan pengidapnya gemar alkohol, obat-obatan terlarang, kecanduan rokok, dan kebiasaan merugikan lainnya. 

Fakta Tentang Stress

Jika anda memahami cara kerja stress maka hal itu dapat memberi anda keuntungan dengan menjadi lebih sadar dan sensitif terhadap tingkat stress pada diri anda, kapan terjadinya, dan bagaimana menentukan langkah proaktif penanggulangannya. Peningkatan kesadaran akan stress juga dapat membantu anda untuk lebih peduli terhadap keluarga, teman, dan kolega. Berikut adalah beberapa fakta tentang stress yang kebanyakan orang kurang menyadarinya:

Fakta Stress #1 - Tubuh Anda Tidak Peduli Apakah Stressnya Besar Atau Kecil

Tubuh manusia tidak diskriminatif terhadap stress yang besar dan yang kecil. Terlepas dari signifikansi, stress yang menyerang tubuh anda sebenarnya dapat diprediksi. Reaksi khas dari stress --yang kebanyakan kita mengalaminya lusinan kali dalam sehari-- dimulai dengan pelepasan sekitar 1400 zat biokimia dalam tubuh anda. Jika reaksi ini tidak kita cegah, maka kita akan menua secara prematur/penuaan dini, gangguan pada sistem pencernaan, kehabisan tenaga, terganggunya efektivitas dan produktivitas.

Fakta Stress #2 - Stress Dapat Membuat Orang Pintar Melakukan Hal Konyol

Stress dapat menyebabkan yang disebut oleh peneliti otak dengan hambatan kortikal (cortical inhibition). Fenomena dari hambatan kortikal inilah yang membantu menjelaskan kepana orang pintar dapat melakukan hal konyol/bodoh. Sederhananya, stress menghambat daerah kecil pada otak dan anda tidak dapat melakukan aktivitas terbaik anda. Saat kita berada dalam suatu koherensi --kondisi dimana kempuan kognitif kita baik, emosi tenang, dan kita merasakan dan berfikir dengan jernih-- otak, jantung, dan sistem saraf akan bekerja dengan harmonis. Keadaan koherensi ini membuat kemampuan kognitif kita berfungsi dengan baik, yang artinya kita dapat beraktivitas pada performansi puncak, secara mental, emosi, dan fisik.


Peneliti dari HeartMart menunjukkan bagaimana perubahan emosi mempengaruhi ritme denyut jantung. Emosi yang positif menunjukkan koherensi ritme jantung yang terlihat dengan pola halus dan beraturan. Sebaliknya emosi negatif membuat pola yang semrawut dan tak menentu.

Fakta Stress #3 - Orang-Orang Tidak Merasa Sedang Dalam Kondisi Stress

Secara psikologi, kita yang mengalami stress sering merasa tidak sedang stress karena kita telah sangat terbiasa dengan stress tersebut. Beberapa dari kita telah terbiasa dengan tekanan setiap hari, kejengkelan, dan kesal terhadap kehidupan yang mulai menjadi hal yang normal. Stress yang kecil akan terakumulasi dengan cepat dan tanpa disadari telah merusak mental, emosi, dan kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Kabar buruknya, kita baru menyadari setelah terjadi keputusan yang salah, reaksi berlebihan,dan diagnosis oleh dokter karena penyakit yang tidak diinginkan.

Fakta Stress #4 - Kita Dapat Mengontrol Cara Merespon Stress

Kita tak perlu menjadi korban atas emosi, pikiran, dan sikap kita sendiri. Kita dapat mengontrol bagaimana cara bertindak saat stress datang dan kita bisa menjadi lebih sensitif terhadap situasi yang membuat kita stress dan bagaimana stress berdampak pada diri kita sebelum bermanifes sebagai keluhan fisik, mental, dan emosional. Mudahnya, kita membuat solusi dari stress dengan menghubungkan dengan respon stress pada diri kita.

Fakta Stress #5 - Cara Terbaik Untuk Mengontrol Stress

Cara terbaik untuk mengontrol stress adalah dengan melawannya saat stress terjadi. Banyak orang yang tidak berhasil melakukan pendekatan "binge-and-purge" saat stress datang. Stress tetap terjadi setiap hari dan berharap akan hilang saat mereka pergi ke latihan yoga, gym, dan bersantai di hari libur. Sayangnya, saat menunda pergi untuk kesembangan batin kita, tubuh kita telah mengaktifkan respon stress dan berdampak pada kesehatan kita.

Beberapa Cara Mudah Mengatasi, Menghindari, Mengurangi, dan Melawan Stress

1. Buatlah jadwal kegiatan
Sedikit kegiatan rutin yang fleksibel bisa mengurangi stress dengan cara menjadwalkannya. Ingatlah jadwal kegiatan ini jangan dibuat kaku. Buatlah daftar harian untuk hari ini, tidak sampai akhir pekan. Ucapkan dengan lantang apa yang anda syukuri setiap hari.
2. Persiapkan hari anda
Luangkan waktu 10 menit setiap malam untuk membuat persiapan untuk besok. Tulis daftar makanan dan menu makan siang yang hendak dimakan. Pilih pakaian, tas, dan sepatu yang anda butuhkan. Telepon dan jadwalkan pertemuan dengan teman yang positif.
3. Nikmati hal-hal kecil
Secara perlahan nikmatilah momen di mana anda berada. Fokus secara mendetail dari aktivitas harian anda.
4. Lebih sering bergerak
Olahraga secara teratur dapat mengurangi stress dan baik untuk kesehatan. Bergerak dengan cepat saat bekerja juga membantu jika ada tidak punya waktu berolahraga. Berjalan selama 10 menit juga sama manfaatnya dengan berolahraga 45 menit dalam meringankan kebosanan.
5. Bercandalah lebih sering
Tertawa dapat melepaskan endorfin yang meningkatkan mood dan sistem imun. Mengurangi hormon stress kortisol dan epinefrin.
6. Nikmati indahnya alam dunia
Menghabiskan waktu di luar rumah adalah obat antidepresi alami. Aroma dan pemandangannya memiliki efek yang menenangkan.
7. Tarik nafas dalam-dalam
Ambil 5 menit untuk bernafas dalam-dalam secara perlahan saat anda merasa gelisah/cemas. Nafas yang perlahan membantu mengurangi hormon stress dalam tubuh, menurunkan denyut jantung, dan tekanan darah.
8. Bermeditasi atau Sholat yang khusyu'
Meditasi dan sholat yang khusu' dapat menentramkan batin. Untuk meditasi anda tak perlu mempelajarinya, cukup dengan membersihkan pikiran, bisa sambil mandi, dan fokus bernafas dalam-dalam (seperti nomor 7).
9. Buatlah jurnal kebahagiaan
Jurnal kebahagiaan dapat mendorong renungan dan mengorganisir pemikiran. Isinya boleh pendek atau panjang. Tulislah jurnal tentang situasi yang positif, prestasi, dan hal-hal kecil.
10. Tidur yang berkualitas
Baca juga: 9 Tips tidur lebih nyenyak dan berkualitas / Mengenal jenis gangguan tidur.

[informasi ini diperoleh dari website hearthmath.com, infografik berjudul how stress affects the body, dengan beberapa tambahan]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bahaya Stress Dan Cara Mengatasinya

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. Sy gampang banget stress, Pak.
    Dulu kalau mau ujian pasti stress terus sariawan gedhe banget.
    Skrg agak berkurang.
    TFS ya, Pak.

    ReplyDelete
  2. Menurut saya tindakan awal yang harus dilakukan dalam menerima stressor adalah "Bersyukur". Bahwasanya Tuhan tidak memberi beban pada manusia melebihi kemampuan manusia tersebut. masih ada orang lain yang bebannya lebih berat.

    ReplyDelete