Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, March 1, 2015

Apa Itu Penyakit Parkinson: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif yang berprogresif lambat pada otak. Penyakit ini berdampak pada sel-sel saraf di dalam sebuah daerah pada otak yang disebut basal ganglia yang penting untuk menentukan bagaimana tubuh anda bergerak.

Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif syaraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson dengan gejala yang paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot.

Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun. Parkinson Primer disebabkan berkurangnya dopamin, karena bertambahnya usia, sedangkan Parkinson Sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah dan trauma.


Otak dan Gerakan Tubuh

  • Impuls gerakan dihasilkan di dalam motor cortex di otak.
  • Kluster sel-sel saraf yang disebut basal ganglia dan cerebellum memastikan bahwa gerakan terlaksana dengan terkoordinasi secara lancar.
  • Kluster sel-sel saraf tersebut saling terhubung satu sama lain dalam loop umpan balik yang kompleks. Mereka juga saling terhubung dengan motor cortex dan struktur lain dekat basal ganglia yang disebut thalamus, yang bertindak sebagai pusat relai dari informasi sensor dan gerakan.
  • Basal ganglia ditemukan pada kedua sisi otak dan bertanggung jawab dalam mengaktivasi dan menghambat sirkuit motor secara spesifik. Basal ganglia terbuat dari komponen yang lebih kecil yang disebut striatum, globus pallidus, subthalamic nucleus (STN), dan substantia nigra.
  • Sel-sel saraf di dalam substantia nigra memproduksi dopamin, neurotransmitter yang bertindak sebagai zat penghantar pesan dalam sirkuit otak yang penting untuk merencanakan dan mengontrol pergerakan tubuh.
  • Dopamin bertindak sebagai penyeimbang dengan neurotransmitter lain yang disebut asetilkolin, kedua neurotransmitter ini memastikan gerakan terkoordinasi secara lancar.

Tanda dan Gejala Parkinson

Penyakit Parkinson tidak menyerang penderitanya dengan cara yang sama dan laju progresifnya yang berbeda. Namun demikian, kebanyakan kasus dimulai dengan hanya satu sisi tubuh dan mungkin memburuk dan menyebar ke sisi satunya sebagaimana khas penyakit degeneratif. Tanda dan gejala penyakit parkinson termasuk:
  • Tremor: gemetar tanpa sadar (dominan di tangan) biasanya merupakan gejala awal. Rahang dan bibir juga bisa terlibat; jarang terlibat pada lengan atas, kaki, lidah, dan wajah. Kebanyakan akan muncul saat sedang istirahat dan tidak mengganggu aktifitas sehari-hari seseorang atau tidak menyulitkan pasiennya.
  • Bradykenisia: gerakan menjadi lambat, yang merupakan kasus mayor dari disabilitas dalam penyakit parkinson dan cenderung diinterpretasikan pasien sebagai kelemahan otot. Bradykenisia pada akhirnya akan menyebabkan kesulitan berjalan yang dimanifestasikan sebagai postur berhenti, kesulitan memulai berjalan, berjalan dengan kaki diseret. Pasien parkinson mungkin juga akan sulit mengekspresikan wajah dan lebih jarang berkedip.
  • Kekakuan: kaku pada badan, tangan, dan kaki akibat otot yang mengencang; hal ini terlihat pada sekitar 90% pasien.
  • Ketidakstabilan postur: gangguan refleks yang mengontrol postur, menyebabkan rasa ketidakseimbangan dengan peningkatan kecenderungan untuk terjatuh; gejala ini biasanya tidak muncul hingga akhir proses penyakit.

Gejala yang berhubungan termasuk:
  • Penurunan atau kehilangan rasa penciuman
  • Meningkatkan risiko demensia dengan usia, onset, dan tingkat keganasan parkinson
  • Depresi
  • Gangguang tidur
  • Kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan
  • Kesulitan menulis dengan baik
  • Halusinasi (efek samping pengobatan)
  • Masalah buang air kecil dan besar

Penyebab dan Faktor Risiko Parkinson
  • Tanpa sebab yang pasti, sel-sel saraf pada substantia nigra yang memproduksi dopamin menjadi rusak dan mati. Saat tubuh kehilangan dopamin 60% - 80%, gejala seperti tremor, gerakan melambat, kaku, dan keseimbangan akan muncul.
  • Jenis kelamin. Penyakit Parkinson lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.
  • Usia. Penyakit ini muncul pada kelompok usia 50 - 60 tahun, namun usia lebih muda bisa terjadi.
  • Ilmuan meneliti hahwa faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan penyakit prakinson.

Peranan Neurotransmitter

  • (1) Neuron menerima pesan dari neuron lain dalam dendritnya.
  • (2) Informasi diturunkan oleh axon sebagai sinyal listrik.
  • (3) Di dalam axon, kantung yang berisi dopamin distimulasi untuk lepas menuju sinaps.
  • (4) Dopamin menyebrangi sinaps untuk terikat menuju reseptor dopamin di dalam sel yang menerima.
  • (5) Dopamin menstimulasi reseptornya untuk terbuka, agar dapat menyampaikan pesan ke sel saraf berikutnya.
  • (6) Setelah pesan terkirim, reseptor melepaskan dopamin kembali menuju sinaps di mana dopamin akan diserap kembali oleh axon atau dipecah menjadi zat kimia yang disebut MAO-B.


Pengelolaan dan Pengobatan Parkinson

Untuk saat ini tidak ada obat yang menyembuhkan untuk penyakit parkinson, namun banyak orang dengan parkinson yang bisa hidup aktif dan harapan hidup normal. Ketegori utama pengelolaan penyakit parkinson termasuk obat-obatan dan operasi. Perubahan gaya hidup tertentu juga mungkin membantu hidup dengan parkinson lebih mudah.
Pengobatan
Obat-obatan merupakan pertahanan utama untuk pasien parkinson. Ada beberapa pilihan obat-obatan yang bisa dikonsumsi tunggal atau dikombinasikan untuk mengontrol gejala.
  • Levodopa/Carbidopa adalah kombinasi obat yang bisa sekali minum dan dicerna, masuk ke otak dan berubah menjadi dopamin. Obat ini diakui sebagai perawatan terbaik untuk gejala motorik dari parkinson. Kedepannya, bagaimanapun, pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping dan pasien bisa melihat dyskinesias, menghentak tanpa sengaja atau tubuh yang bergoyang-goyang yang bisa muncul saat dosis obat tinggi.
  • Dopamin agonist, adalah obat yang menirukan efek dopamin pada otak.
  • Penghambat MAO-B (monoamine oxidase B inhibitors), membantu mencegah pemecahan alami tubuh dan kadar dopamin levodopa.
  • Penghambat COMT (cathecol O-methyltransferase inhibitors), mengoptimasi penyampaian levodopa dengan menghambat COMT, enzim yang memecah dopamin dalam sistem pencernaan.
  • Antidepresan, mungkin akan diresepkan dokter jika dibutuhkan.
Terapi
Meskipun olahraga apapun tidak bisa menghentikan perogresif dari parkinson, meningkatkan kekuatan otot bisa membantu pasien merasa lebih mampu dan yakin.
  • Terapi fisik mungkin akan disarankan untuk meningkatkan mobilitas, cara berjalan, keseimbangan, jarak gerakan, dan kemampuan otot.
  • Terapi bicara atau dokter fisioterapi mungkin bisa mambantu masalah bicara dan menelan.

Operasi Parkinson

Saat pengelolaan parkinson dengan obat-obatan gagal karena renspon yang fluktiatif, tidak efektif, atau pengembangan efek samping seperti dyskinesias, pengobatan dengan operasi mungkin dipertimbangkan.
  • Deep-Brain Stimulation (DBS) adalah prosedur untuk penanganan penyakit parkinson yang sering dilakukan dan paling sering dilakukan untuk pasien dengan kasus parkinson yang gawat. Operasi ini melibatkan implan sebuah elektroda yang ditanam di dalam otak (globus palidus, thalamus, atau sub thalamus). Elektroda dihubungkan dengan alat pacu yang diimplan di bawah kulit di bawah tulang selangka (collarbone), di mana akan mengirimkan sinyal listrik untuk mengelola aktifitas gerakan. Sayangnya, deep-brain stimulation kurang berguna untuk pasien yang tidak merespon pengobatan Levodopa/Carbidopa.
  • Pallidotomy. Bagian dalan dari globus pallidus interna (DPI) dihancurkan dengan mengalirkan arus frekuensi tinggi melaluinya. Prosedur ini berguna untuk mengontrol dyskinesias.
  • Thalamotomy. Aliran arus frekuensi tinggi yang digunakan untuk menghancurkan daerah kecil di dalam thalamus. Prosedur ini berguna untuk mengontrol tremor.

[informasi ini diperoleh dari infografik berbahasa inggris berjudul "understanding parkinson's disease" dari anatomical chart]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Penyakit Parkinson: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

3 comments:

  1. Mudah mudahan dihari tua nanti djauhkan dari penyakin ini apalagi belum ada obatnya

    ReplyDelete
  2. berarti parkinson itu tidak selalu disertai pikun ya mas?

    ReplyDelete