Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Sunday, June 21, 2015

Bisakah Kerja Dengan Penyakit Autoimun?

Setiap orang harus bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita harus memperjuangkannya di saat kita sehat, ditambah dengan penyakit autoimun, hal itu akan menjadi sangat merepotkan, bikin frustasi, dan menuntut kinerja yang baik saat bekerja.

Jadi, bagaimana caranya kita bisa berkerja? Pertama-tama kita harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pribadi kita sebagai orang yang berjuang melawan autoimun.

Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang perlu anda tanyakan pada diri sendiri dan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:


#1 - Apakah pekerjaan tersebut menuntut kita untuk berada dalam tekanan dan memberikan efek stress dalam hidup kita?


Stress merupakan pemicu utama kekambuan penyakit autoimun. Pekerjaan yang berpotensi menimbulkan stress yang besar sebaiknya kita hindari. Pilih pekerjaan yang tidak membuat stress atau yang paling ringan efek stressnya.

#2 - Apakah pekerjaan tersebut terlalu menuntuk kerja fisik? 

Tergantung dari penyakit autoimun kita, kalau yang diserang adalah otot, sendi, dan tulang; pekerjaan padat karya mungkin sangat tidak cocok. Bahkan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama untuk berdiri bisa menyebabkan masalah, jadi pastikan hal ini masuk dalam pertimbangan Anda.

#3 -  Bisakah saya mengikuti jadwal kerja?

Fatigue atau kehabisan tenaga merupakan masalah besar bagi sebagian besar pejuang autoimun. Pekerjaan yang memiliki banyak waktu lembur, perjalanan panjang, atau memakan waktu berjam-jam mungkin terlalu sulit untuk kita kerjakan.

#4 - Apakah pekerjaan / atasan kita fleksibel?

Fleksibilitas adalah kunci utama ketika kita mencari pekerjaan dengan kondisi penyakit autoimun. Sangat penting bagi kita memiliki atasan yang mengerti kebutuhan kita, dan bersedia untuk fleksibel selama perkerjaan kita selesai. Sebagai contoh, mungkin ini berarti membolehkan kita bekerja paruh waktu atau bekerja di rumah.


Begitu sudah memilih sebuah pekerjaan dan siap untuk bekerja, apalagi yang harus anda lakukan?


#1 - Jujurlah dengan atasan anda

Jika penyakit anda memiliki dampak yang signifikan bagi kehidupan, inilah saat yang tepat untuk membicarakannya kepada atasan tentang bagaimana hal tersebut berdampak pada diri anda. Anda tidak harus memberi tahu secara detail jika tidak merasa nyaman melakukannya, tapi pastikan sudah mencakup dasar-dasarnya. Jelaskan bahwa anda memiliki penyakit autoimun yang merupakan gangguan kronis yang menyebabkan X, Y Z, dan mungkin anda mudah lelah atau harus pergi ke dokter lebih sering daripada orang normal, ada hari-hari baik dan hari-hari kambuh, dan lain-lain. Pastikan anda menjelaskan bagian-bagian dari penyakit yang dapat mengganggu aktivitas kerja. (Jika tidak nyaman bicara kepada atasan, anda bisa bicara kepada HRD untuk membantu memfasilitasi dan mengatur sesuai kebutuhan anda).

#2 - Jangan takut untuk jujur tentang kebutuhan anda

Bantu bos anda memahami bahwa anda mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda dari orang lain. Apakah boleh bekerja di rumah 1 hari dalam seminggu, atau diijinkan berdiri dan berjalan setiap 20 menit, jangan ragu untuk bertanya! Selama pekerjaan anda selesai, atasan anda sepertinya tidak mungkin berpikir untuk mengatur begini dan begitu.

Kenapa harus terbuka tentang penyakit anda di tempat kerja?


#1 -  Ini keuntungan buat kita

Bersikap terbuka tentang kondisi penyakit akan menimbulkan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Jika semua orang dapat memahami dan anda mendapat akomodasi yang tepat, Anda cenderung tidak/kurang mengalami stress dan lebih bahagia dengan pekerjaan anda.

#2 - Atasan akan mengapresiasi anda

Atasan anda mungkin tidak ingin melihat ketidakjelasan. Ini bisa menjadi sumber frustrasi bagi atasan Anda jika Anda sering harus bekerja dari rumah karena autoimun sedang kambuh atau Anda sering kelihatan lelah di tempat kerja. Jika mereka tahu tentang apa yang terjadi, atasan akan jauh lebih mungkin dapat memahami kondisi anda.

#3 - Anda meningkatkan kesadaran tentang penyakit autoimun

Bersikap terbuka tentang penyakit autoimun adalah cara yang baik agar orang lain dapat memahami penyakit autoimun. Semakin banyak orang yang tahu dan mengerti apa itu autoimun, semakin kuat pula kita melawan penyakit autoimun!
sumber

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bisakah Kerja Dengan Penyakit Autoimun?

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. Jujur dan terbuka lebih baik, daripada di tutupi malah penyakit akan tambah parah

    ReplyDelete
  2. yg nomor satu.. menurut saya pekerjaan apapun akan membuat stres karena berpikir keras. yg trpenting dengan beristirahat dan tdk berlebihan

    ReplyDelete