Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, September 8, 2015

Pedoman Pasien Hemodialisis Baru

Inilah pedoman hemodialisis (HD) bagi pasien baru yang baru saja terdiagnosa dengan penyakit ginjal kronis dan disarankan dokter untuk cuci darah.

1. Cari berat kering anda secepat mungkin

Berat kering adalah berat badan setelah dialisis dimana seluruh atau sebagian cairan tubuh yang berlebihan telah dihilangkan.

Dengan cara menurunkan berat anda seminim mungkin tiap kali melakukan hemodialisis, mungkin anda akan sering mengalami drop, jangan khawatir aku pernah posting tentang cara-cara menghadapi drop, pelajari maka anda akan terbiasa dengan pola ini.

ingat, kram bukan tanda berat sudah kering, namun kram adalah titik dimana bagian tubuh anda yang kram itu sudah kering namun bagian lain belum, dengan kata lain kekeringan tidak merata.

Apabila mengalami kram, segeralah “membagi” sirkulasi darah anda ke bagian yang kram, umumnya yang kram adalah kaki karena kaki posisinya terjauh dari jantung...bisa dengan berdiri dan jalan di tempat.

Suatu saat anda akan selalu drop pada titik berat badan yang sama, disitulah berat kering anda.....

Jangan lupa proses ini harus anda lakukan paling tidak setiap 2-6 bulan sekali , karena berat tubuh kita terkadan g dengan mudah naik atau turun tergantung kondisi kita.

tempat hemodialisis

2. Setelah anda tau berat kering dan anda bisa menghadapi DROP, mulailah dengan belajar menaikkan Qb (putaran mesin) untuk meningkatkan kualitas Hemodialisis anda.

(Untuk hal ini perlu diperhatikan kondisi jantung Anda, jika ada masalah dengan jantung Anda sebaiknya fokus mengobati jantung Anda terlebih dahulu)

Sebelum masuk tahap ini usahakan Anda foto rontgen thorax Anda, sekedar untuk mengetahui kondisi jantung anda secara kasaran (bentuk dan ukuran) hemodialisis di luar umumnya 3 kali seminggu @4jam Qb min 300. Itulah standard di luar negeri.

Nah karena kita di Indonesia umumnya melakukan hemodialisis hanya 2 kali seminggu @4-5jam. Tentunya Qb kita yang harus ditingkatkan. Memang susah untuk meningkatkan Qb terutama untuk pasien lama yang sudah terbiasa Qb rendah.

Kualitas hemodialisis menentukan kualitas hidup anda, boleh saja anda HD 2 kali seminggu@4jam, Qb dibawah 200, namun dengan syarat anda harus dapat diet makan dan minum lebih ketat dibanding kita yang HD 2 kali seminggu @5jam Qb>300.

Dengan Qb standard internasional yang telah aku jalanin, aku merasa hampir tidak ada pantangan makanan bagiku dan tentunya banyak obat-obatan yang tidak perlu di konsumsi Qb 300 artinya dalam tiap menit mesin akan memompa darah anda sebanyak 300ml untuk di filter. Memakin banyak darah anda yang melalui filter, makin bersih darah anda.

Untuk menaikkan Qb, mulailah hemodialisis dengan Qb rendah (200), lalu tiap menit tingkatkan Qb anda. Untuk bulan pertama anda bisa naikkan hingga 220-250. Bulan berikutnya anda bisa menaikkan lagi dst. Hingga tercapai Qb sesuai dengan perilaku makan anda.

Bagaimana mengetahui Qb yang sesuai dengan anda? Mudah sekali, bila anda setelah hemodialisis sampai HD berikutnya mengalami mual, muntah, jantung berdegup kencang, berarti HD anda kurang berkualitas, alias Qb kurang tinggi. Ada 2 pilihan, anda diet atau menaikkan QB. Begitu seterusnya hingga anda memperoleh Qb yg sesuai dengan anda.

3. Setelah berat kering diketahui dan Qb yang cukup, maka waktunya anda meningkatkan kualitas hidup anda

Tentunya nafsu makan anda akan meningkat, dengan meningkatnya nafsu makan, fokuslah makan makanan ber protein,kalori dan iron tinggi untuk Hb anda.

Jaga keseimbangan semua nutrisi anda karena bila ada 1 nutrisi yang berlebih pasti akan ada efek samping di badan anda. 2 hal yang paling ditakutkan pasien hemodialisis adalah kalium dan fosfat, dan menurut saya yang paling bahaya pada pasien baru ada kalium, sedangkan untuk fosfat sangat berbahaya untuk pasien diatas 4 tahun HD.

Untuk masalah Kalium dan Fosfat sudah daya jabarkan di posting yang lain.

Ditulis oleh: facebook.com/Iv Aa Aw

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pedoman Pasien Hemodialisis Baru

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment