Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, October 19, 2015

Apa Itu Rubella Atau Campak Jerman?

Minggu, tanggal xxx dalam Talk Show Kick Andy di Metro TV dibeberkan kisah keluarga muda dari Jogya yang anaknya mengalami Sindrom Rubella Kongenital sehingga sang buah hati bermasalah dengan jantungnya, pendengarannya dan sistim motoriknya. Ada penjelasan secara umum oleh seorang dokter ahli anak perihal penyakit tersebut. Sayangnya, mungkin karena keterbatasan waktu, ada hal yang sesungguhnya penting tapi tidak mengemuka dalam acara tsb baik dari nara-sumber, host acara tsb (Andy Noya) maupun ibu dari anak yang mengalami sindrom Rubella Kongenital tsb. Perihal peranan vaksin MMR sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit Rubella tsb. Upaya pencegahan yang sangat nyata menghindarkan anak dari cacat bawaan akibat infeksi virus Rubella.

Apa itu penyakit Rubella atau dikenal sebagai campak Jerman (German measles) ?

Rubella merupakan penyakit infeksi akut yang disebakan oleh virus Rubella yang penularannya melalui percikan ludah (oral droplet) penderita, umumnya menyerang anak-anak dan dewasa muda. Penularannya juga dapat melalui plasenta dari ibu hamil yang terkena infeksi virus ini ke bayi yang dikandungnya (infeksi kongenital). Masa inkubasi penyakit berkisar antara 14-21 hari.

Apa gejala klinis yang dialami seseorang yang terinfeksi virus Rubella ini ?

Gejala klinis tergantung pada fase atau tahapan penyakit. Tahap awal atau fase prodromal (1-5 hari), pada anak-anak jarang disertai gejala dan tanda khusus, sampai kemudian timbul erupsi makulo papular rash atau ruam2 pada kulitnya. Berbeda dengan remaja dan dewasa muda, didapati keluhan spt demam ringan, sakit kepala, nyeri tenggorok, kemerahan pada konjuktiva mata, rinitis (pilek, bersin-bersin) dan limfadenopati yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan nyeri tekan. Pembesaran kgb khas mengenai kelenjar suboksipital (belakang kepala), postaurikular (belakang telinga) dan servikal (leher). Gejala-gejala tersebut tadi berangsur menghilang pada waktu erupsi (ruam-ruam) timbul.

Pada masa ruam (fase eksantema) : ruam akan timbul mual dari belakang telinga atau muka yang kemudian meluas dari bagian atas badan ke bagian badan. Gambaran ruam menyerupai ruam morbilli (morbiliform). Pada hari ke 2 ruam di muka hilang, hari ke 3 ruam2 di tubuh dan hari ke 4 ruam di anggota gerak menghilang. Pada 40 % kasus terjadi tanpa timbul ruam (eksantema).

Keluhan lain yang cukup sering terjadi pada remaja dan dewasa muda adalah terjadi artritis dan artralgia dari sendi kecil tangan, kaki, lutut dan bahu. Hal tsb ditandai dengan pembengkan dan nyeri pada sendi yang terkena. Keluhan ini biasanya menghilang dalam 1 bulan.

Apa yang dimaksud dengan sindrom rubella kongenital ?

Infeksi Rubella pada ibu hamil menimbulkan juga infeksi pada janin yang mengakibatkan janin mengalami keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir mati atau bayi dilahirkan dengan kelainan cacat bawaan (teratogenesis), khususnya bila infeksi terjadi pada awal atau timester pertama (3 bulan pertama). Bayi yang dilahirkan akan mengalami sindrom rubella kongenital dimana bayi dapat megalami beberapa gangguan di beberapa organ. Pada mata dapat timbul sbb : katarak (kekeruhan lensa), mikroftalmia (ukuran bola mata yang lebih kecil), glaukoma dan retinopati (kelainan pada retina). Pada organ telinga terjadi ketulian, pada jantung dapat terjadi stenosis arteri pulmonalis, patent ductus arteriosus (PDA) dan VSD (Ventricle Septal Defect, kebocoran sekat serambi jantung). Dapat juga disertai kelainan sistim saraf pusat dan mikrosefali.

Dari waktu infeksinya dapat diperkirakan organ yang dapat terkena, Pada ibu hamil yang terinfeksi virus waktu usia kehamilan kurang 3 minggu, maka terjadi kerusakan jatung dan mata. Sementara itu ketulian dan defek saraf terjadi pada kehamilan sampai sekitar 16 minggu. Ketulian merupakan kelainan yang paling sering dijumpai pada Rubella kongenital, bisa salah satunya (unilateral) atau keduanya (bilateral). Terkadang ketulian merupakan satu2nya manifestasi infeksi kongenital.

Hal umum yang sering ditemukan pada waktu awal2 kelahiran bayi dengan rubella kongenital adalah keterlambatan pertumbuhan dan psikomotorik. Bayi lahir dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram) dan setelah lahir pertumbuhannyapun terhambat serta perkembangannya lebih lambat dibanding anak yang lain.

image source: vanessajunkin

Bagaimana dengan peranan imunisasi ?

Vaksin Rubella ada dalam kemasan vaksin kombinasi yang terdiri dari Campak (Measles), Campak (Rubeola/Morbilli) dan campak Jerman (Rubella). Di pasaran merk yang ada adalah MMR dan Trimovax. Salah satu tujuan utama pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah pencegahan terjadinya sindrom Rubela Kongenital ini. Vaksinasi diberikan pada usia 12-18 bulan (atau 6 bulan setelah imunisasi campak). Jadwal IDAI untuk vaksin MMR adalah mulai pada usia 15 bulan dengan perhitungan anak divaksin campak pada usia 9 bulan. MMR ulangan diberikan pada usia 5-7 tahun. Jika vaksin MMR diberikan pada wanita usia dewasa, maka yang bersangkutan harus menunda dulu kehamilan selama 2-3 bulan.

Pada wanita usia reproduksi yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya diperiksakan titer antibodi rubellanya. Bila dari pemeriksaan tsb didapatkan hasil negatif atau titer antibodi yang kurang/sama dengan 1/16 maka ybs dianggap rentan terhadap infeksi, sehingga pada wanita tsb perlu dilakukan vaksinasi. Titer antibodi rubella yang memberikan reaksi imunitas yang baik adalah lebih dari > 1/16 sampai 1/512.

[Disadur dari artikel tulisan dr. Mohammad Muchlis berjudul "Rubella atau Campak Jerman" tertanggal 17 September 2013]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Rubella Atau Campak Jerman?

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment