Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Friday, October 30, 2015

Kejang Demam Pada Anak

Kejang demam merupakan kejang simtomatik akut yang sering terjadi pada anak (2-5% kejang pada anak). Prognosis umumnya baik, tidak pernah menyebabkan kematian. Walaupun demikian kejang sering menakutkan orang tua. Ada keadaan kejang demam yang perlu di waspadai.

Secara definisi, kejang demam adalah kejang yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38,4 derajat celsius tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit pada anak di atas usia 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya.

Kejang terjadi diawali dengan demam, dan pasien sadar setelah kejang selesai. Perlu diperhatikan pada pasien dengan diare akut dan muntah, apakah kejang disebabkan oleh gangguan elektrolit. Bila kejang tanpa demam,curiga mengarah ke epilepsi. Umumnya kejang demam terjadi pada anak usia 6 bulan - 5 tahun.

Ada 2 kategori kejang demam, kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana bila kejang seluruh tubuh (umum), singkat, dan tidak berulang. Kejang demam kompleks bila lama kejang > 15 menit, kejang sebagian tubuh dan berubah menjadi seluruh tubuh, dan bila kejang berulang dalam 24 jam. Kejang demam kompleks sering berulang dan berlangsung lama.

Kejang demam perlu diwaspadai pada:
  • Usia pasien dibawah 1 tahun
  • Kejang demam yang berulang > 2 kali dalam sehari
  • Kejang demam yang berlangsung > 5 menit
  • Tipe kejang berubah
  • Kejang demam yang perlu pengobatan setiap hari
  • Penanganan kejang yang salah

Penanganan kejang yang salah, terjadi bila orang tua tidak tenang, memasukkan sesuatu di antara gigi, tidak tersedia obat penghenti kejang. Obat penghenti kejang (diazepam rektal), sebaiknya menjadi obat yang selalu tersedia di rumah. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang cara penggunaan, dan dosisnya. Ajarkan kepada setiap anggota keluarga.

Rujuklah ke rumah sakit bila:
  • Pasca kejang pasien tidak sadar
  • Pasien kejang separuh tubuh
  • Kejang demam berulang > 2 kali
  • Kejang demam disertai panas > 39 °C
  • Kejang disertai demam lebih dari 2 minggu, dan disertai kelainan neurologis yang lain
Ilustrasi kejang demam pada anak

Prognosis Kejang Demam Pada Anak

Kejang demam akan sering berulang bila ada riwayat kejang demam dalam keluarga, kejang pertama terjadi saat usia < 18 bulan, suhu saat kejang tidak tinggi (38,5°C),atau suhu tiba-tiba tinggi. Kejang demam dapat menjadi epilepsi jika terdapat riwayat epilepsi pada keluarga, terjadi kejang demam kompleks, dengan riwayat demam yang singkat. Resiko epilepsi 4-6%, dan meningkat bila ada 2 faktor menjadi 10-15%. Tips untuk orang tua Orang tua harus mengetahui pada suhu berapa anak mengalami kejang. Selalu sediakan termometer, untuk mengukur suhu tubuh anak setiap demam. Sediakan obat penghenti kejang berupa puyer/syrup (konsultasikan dulu dengan dokter), berikan pada suhu di atas 38,5°C (pada anak dengan riwayat kejang demam sebelumnya). Berikan obat penghenti kejang via rektal bila suhu >39°C atau terjadi kejang.

Bila anak kejang, miringkan posisi anak, longgarkan pakaian, perhatikan jalan nafas, dan berikan obat penghenti kejang via rektal. Temani anak sewaktu kejang sampai anak sadar kembali.

Prognosis kejang demam umumnya baik, namun ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Untuk beberapa kasus, diperlukan pemeriksaan lanjutan (EEG). Yang terpenting adalah orang tua mengetahui kapan harus dibawa ke rumah sakit, dan penanganan saat terjadi kejang demam di rumah.

[Informasi tentang kejang demam ini disadur dari catatan dr. Agung Zentyo Wibowo]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kejang Demam Pada Anak

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment