Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, August 29, 2016

Apa Sih Terapi Intravenous Immunoglobulin (IVIg) Itu?

Intravenous Immunoglobulin atau biasa kita sebut IVIg merupakan salah satu terapi untuk pengobatan Myasthenia Gravis (MG) yang manfaat terapinya hampir sama dengan plasmapheresis.

Apa sih terapi IVIg itu?

IVIg adalah terapi memasukan Imunoglobulin melalui intra vena (infusan) ke pasien. Imunoglobulin yang akan dimasukan ke pasien adalah imunoglobulin yang di dapat dari puluhan ribu pendonor darah yang telah di screening terlebih dahulu.

Setelah melewati proses screening, darah akan dipisahkan dengan plasma darah, dari setiap plasma darah yang sehat itu kemudian dipisahkanlah serum imunoglobulinnya.

Imunoglobulin yang telah dipisahkan dari puluhan ribu plasma darah si pendonor tadi kemudian digabungkan kembali menjadi satu.

Imunoglobulin yang telah dijadikan satu inilah yang kemudian akan dimasukan ke dalam tubuh pasien.

Bagaimana cara kerja IVIg terhadap Myasthenia Gravis?

Imunoglobulin yang masuk ke dalam tubuh pasien akan mempengaruhi antibodi pasien sehingga antibodi yang abnormal pada pasien MG diharapkan akan berkurang, namun mekanisme pastinya sampai saat ini belum diketahui.

Beberapa penyakit yang mungkin menggunakan terapi IVIg: Immune thrombocytopenia (ITP), Guillain-Barré Syndrome (GBS), Myasthenia Gravis (MG), dan Kawasaki Syndrome.

Kapan penderita MG membutuhkan terapi IVIg?

Penderita myasthenia gravis membutuhkan IVIg saat pasien mengalami krisis miastenik, pasien tidak dapat menelan, terapi lanjutan bagi pasien mg yg rentan gagal nafas atau persiapan operasi.

Berapa lama waktu pemberian IVIg?

Waktu pemberian IVIg disesuaikan dengan dosis serta berat badan tubuh pasien, namun rata-rata di Indonesia menggunakan metode 5 hari pemberian IVIg pada pasien dengan dosis kisaran 0,4-0,5 g/kg berat badan pasien. (Pada kenyataan kadang ada yang kurang dari dosis tersebut karena mahalnya biaya terapi IVIg).

Apakah respon terapi IVIg bisa secepat respon plasmapheresis?

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak, karena cairan imunoglobulin yang masuk ketubuh pasien terkadang membutuhkan waktu untuk mempengaruhi antibodi pasien.

Berapa lama terapi IVIg dapat bertahan dalam tubuh?

Sama seperti plasmapheresis, terapi IVIg adalah terapi singkat untuk menolong pasien melewati masa kritis atau mengkontrol MG pasien agar tidak semakin memburuk. Terapi IVIg hanya mampu bertahan kisaran mingguan sampai bulanan saja.

Obat Gamaras, Intravenos Immuneglobulin (IVIg)

Apa kelebihan IVIg dibanding plasmapheresis?

Kelebihan IVIg dibanding plasmapheresis adalah tidak lamanya waktu yang dibutuhkan untuk perawatan dibandingkan plasmapheresis dan IVIg tidak membutuhkan akses vena yang besar tidak seperti plasma yang sering kali membuat pasien harus memasang mahokar terlebih dahulu, serta tidak semua rumah sakit memiliki alat plasmapheresis sehingga IVIg bisa menjadi alternatif pilihan terapi pengobatan.

Apa efek samping yang didapat selama terapi IVIg?

Umumnya terjadi demam, batuk, flu syndrome, sesak bernafas (bila alergi), sakit kepala, detak jantung bertambah cepat atau menjadi tidak berirama, rasa lelah dan lemas, sensasi rasa sakit di tubuh, mual muntah, dan darah rendah.

Apakah IVIg ditanggung BPJS Kesehatan?
Dapat ditanggung BPJS Kesehatan bila terapi plasmapheresis tidak memberikan hasil maksimal pada pasien yang sedang gagal nafas, dan hanya dicover 40 botol.

Sumber : FB Frans Diego

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Sih Terapi Intravenous Immunoglobulin (IVIg) Itu?

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment