Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Tuesday, October 11, 2016

Sesak Napas, Tanda Bahaya Yang Harus Diwaspadai Saat Anak Sakit

Demam, batuk, pilek adalah gejala yang paling sering ditemui pada anak yang sakit. Seperti sudah pernah dibahas sebelumnya, umumnya demam tidak membahayakan, justru bisa bermanfaat untuk melawan infeksi penyakit yang sedang berlangsung. Begitupula dengan batuk, yang seringkali ingin dihindari. Batuk juga sebuah mekanisme pertahanan alami dari tubuh, sebuah gejala yang tujuannya baik, tapi tetap perlu diketahui apa sebabnya.

Kondisi demam, batuk, pilek pada anak yang paling sering terjadi dan ditemui adalah selesma/ “common cold”. Jika diagnosis ini sudah ditegakan oleh dokter maka orang tua tidak perlu khawatir. Selesma adalah kondisi yang ringan, akan membaik dengan sendirinya, dan tidak memerlukan obat-obatan khusus. Lalu apakah semua kondisi batuk pilek anak adalah selesma? Belum tentu. Banyak kondisi dan penyakit lainnya yang harus disingkirkan kemungkinannya, maka jika ragu orang tua perlu membawa anak periksa ke dokter untuk menegakan diagnosis.

Apa yang perlu diwaspadai orang tua saat anak sedang demam, batuk, pilek? Pertama, cegah dehidrasi. Ya, karena saat anak mengalami demam, tubuh akan kehilangan cairan dengan lebih cepat. Dehidrasi adalah kondisi yang akan membuat kondisi anak semakin melemah, berikan minum lebih banyak saat anak sedang demam.


Kondisi lain yang penting untuk diwaspadai oleh orang tua, dan juga merupakan tanda bahaya, adalah sesak napas. Banyak kondisi atau penyakit yang terkait dengan sesak napas. Jika tanpa demam, Asma adalah yang tersering. Jika dengan demam, disertai batuk berdahak, Pneumonia perlu dipikirkan. Rontgen paru yang khas menunjukan gambaran pneumonia lebih sering ditemui pada anak yang memiliki gejala khas pneumonia yang disertai sesak, dibandingkan dengan yang tidak sesak. Meskipun sesak napas bukanlah satu-satunya tanda pasti kemungkinan pneumonia. Anamnesis dan pemeriksaan fisik lengkap perlu dilakukan dokter untuk menegakan diagnosis penyebab dari sesak napas.

Pada anak yang sesak, orang tua bisa melihatnya dari frekuensi napas pendek dan cepat. Berikut ini panduan WHO mengenai batas anak dikatakan sesak napas:
  • Anak usia < 2 bulan : lebih atau sama dengan 60x napas/menit.
  • Anak usia 2 - 11 bulan : lebih atau sama dengan 50x napas/menit.
  • Anak usia 12-59 bulan : lebih atau sama dengan 40x napas/menit.

Sesak napas pada anak adalah gejala yang serius, dan tidak boleh diabaikan. Jika sebelumnya sudah pernah dibawa periksa ke dokter dan diagnosis sudah diketahui, berikan penanganan awal untuk membuat anak lebih nyaman. Jika gejala memburuk, segera bawa periksa ke dokter atau rumah sakit.
Sumber tulisan: Fb dr. Agung Zentyo Wibowo | Sumber gambar: forestlanepediatrics.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sesak Napas, Tanda Bahaya Yang Harus Diwaspadai Saat Anak Sakit

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment