Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Saturday, February 21, 2015

Apa Itu Penyakit Lupus (SLE): Penyebab, Gejala, Pengobatan

Penyakit lupus adalah penyakit autoimun kronis. Penyakit ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang salah menyerang jaringan dan organ dalam tubuh yang sehat. Sistemic lupus erythematosus (SLE) adalah bentuk paling umum dari penyakit ini, karenanya SLE sering disebut dengan "lupus" saja.

Lupus menyebabkan inflamasi kronis yang dapat berdampak pada kulit, persendian, dan organ-organ vital, termasuk paru-paru, otak, dan ginjal. Kondisi ini mungkin hadir dengan berbagai bentuk gejala, karena gejalanya yang sangat beragam, diagnosis bisa menjadi sulit.



Orang-orang dengan bentuk ringan dari lupus mungkin akan mengalami gejala-gejala yang dapat muncul dan pergi. Gejala-gejalanya termasuk:
  • Nyeri sendi dan bengkak 
  • Ruam kupu-kupu (butterfly rash) yang menutupi hidung dan pipi yang akan memburuk saat terkena matahari. 
  • Sensitif terhadap sinar matahari 
  • Fatigue

Bentuk sedang dan beratnya mungkin akan menyebabkan komplikasi jangka panjang, termasuk:
  • Inflamasi pada ginjal (yang dikenal dengan lupus nefritis), yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyaring kotoran dalam darah, dan dapat berkembang pada kegagalan ginjal. 
  • Inflamasi pada otak, yang menyebabkan gangguan memori, sakit kepala, brain fog, dan stroke. 
  • Meningkatkan tekanan darah pada paru-paru. 
  • Pengerasan pembuluh arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung. 
  • Inflamasi pembuluh darah pada otak, yang dapat menimbulkan kejang. 

Penyebab lupus secara pasti tidak diketahui, dan tidak ada pemeriksaan medis yang pasti. Kendati demikian, faktor genetik dan lingkungan dipercaya memicu penyakit ini dan meningkatkan risiko seseorang dalam mengembangkan lupus.

Lupus erythematosus adalah penyakit yang serius, jika anda miliki gejala lupus, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab Lupus Erythematosus

Lupus adalah penyakit autoimun. Penyakit autoimun menyebabkan sistem imun tubuh anda salah menyerang jaringan-jaringan tubuh yang sehat. Pada lupus, ini akan menjadi inflamasi kronis.

Penyebab lupus sampai saat ini tidak diketahui. Namun demikinan, beberapa faktor risiko telah teridentifikasi. Menurut Mayo Clinic, diagnosis sering terjadi pada usia 15 - 40 tahun. Wanita memiliki kasus yang jauh lebih banyak dari pada Pria. Lupus juga lebih sering terjadi pada ras Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia. (Mayo Clinic, 2011)

Gejala Lupus


Gejala lupus sangat bervariasi dari setiap penderitanya. Seringkali gejalanya datang dan pergi. Saat gejalanya memburuk. Kondisi ini sering disebit dengan istilah nge-flare (flare-up). Beberapa gejala lupus yang sering terjadi diantaranya:
  • Nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan (beberapa pasien lupus mengembangkan arthritis) 
  • Kelelahan/leletihan/kelesuan (fatigue) 
  • Mata kering (dry eyes)
  • Ruam kupu-kupu pada wajah (butterfly rash)
  • Lesi pada kulit (memburuk jika terkena sinar matahari) 
  • Sesak nafas 
  • Jari tangan menjadi putih atau biru saat terkena dingin (raynaud's phenomenon)
  • Demam
  • Sakit kepala 
  • Kebingungan dan kehilangan memori. 

Komplikasi Lupus

Lupus dapat menyerang hampir seluruh bagian tubuh anda, yang timbul dengan berbagai gejala.
  • Wanita dengan lupus lebih rentan terhadap masalah pada kehamilan. Mereka memiliki risiko lebih keguguran, preeklamsia, dan kelahiran prematur.
  • Orang dengan lupus lebih rentan terhadap infeksi.
  • Hilangnya pasokan darah ke tulang dapat menyebabkan patah dan kolapsnya tulang. Ada risiko yang tinggi patahnya tulang pinggul.
  • Lupus dapat menyebabkan anemia, vasculitis (inflamasi pada pembuluh darah), pendarahan, dan penggumpalan darah.
  • Pleurisy (radang selaput rongga dada) dapat membuat sulit bernapas atau nyeri hebat.
  • Ada peningkatan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular.
  • Orang dengan lupus memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker.
  • Gagal ginjal merupakan penyebab utama kematian di antara orang dengan lupus.

Jika lupus menyerang otak Anda, dapat menyebabkan:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Stroke
  • Kejang
  • Perubahan perilaku
  • Halusinasi

Bagaimana Lupus Didiagnosa

Tidak ada pemeriksaan medis tunggal dalam mendiagnosa lupus. Karena gejalanya yang sangat bervariasi, diagnosis bisa menjadi sulit. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, riwayat pasien, pemeriksaan fisik, dan berbagai tes, termasuk.
  • Tes darah
  • Urinalisis
  • Tes ginjal dan hati
  • X-ray dada
  • Antinuclear antibody panel
  • Echocardiogram
  • Biopsi ginjal

Diagnosa bisa ditegakkan setidaknya anda memiliki empat tanda khas lupus.

Pengobatan Lupus Erythematosus


Pengobatan lupus umumnya berdasarkan gejala dari masing-masing individu, seberapa sering mereka nge-flare, dan tingkat keparahan penyakit. Penting bagi anda untuk mendiskusikan manfaat dan efek samping dari setiap obat yang diresepkan dokter. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk terapi lupus diantaranya:
  • Kortikosteroid, seperti Prednisone
  • Obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs), seperti Ibuprofen
  • Imunosupresan, seperti Cellcept & Imuran
  • Anti malaria, seperti Chloroquine

Komplikasi dari lupus juga membutuhkan pengobatan.

Jika anda memiliki lupus, anda seharusnya memiliki pemeriksaan medis yang rutin. Hal ini juga penting untuk mempertahankan gaya hidup sehat.

Hidup Dengan Lupus

Lupus merupakan kondisi jangka panjang, bahkan seumur hidup, namun ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan pandangan anda.
  • Edukasi diri anda tentang Lupus. Pastikan anda memiliki sumber terpercaya. Tanyakan pada dokter anda untuk rekomendasinya. 
  • Bergabung dengan perkumpulan antar sesama pasien Lupus. Dokter anda mungkin bisa mengantarkan anda ke perkumpulan Lupus di daerah anda. 
  • Saya sarankan anda bergabung dengan support group Lupus di facebook: Yayasan Lupus Indonesia.
  • Kontrol ke dokter secara rutin.
  • Minimalkan paparan sinar matahari. Gunakan kaca mata hitam, sunblock, topi, dan pakaian yang melindungi anda dari paparan sinar matahari.
  • Berolahraga. 
  • Beristirahat yang cukup dapat membantu melawan fatigue.
  • Jangan merokok.
  • Baca juga: Tips hidup dengan autoimun.
source: healthline

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apa Itu Penyakit Lupus (SLE): Penyebab, Gejala, Pengobatan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 comments:

  1. wah jadi nambah wawasan nie mengenai penyakit lupus, kirain saya LUPUS itu Lupakan Pacara untuk Sementara hehehe...

    ReplyDelete
  2. Faktor kekebalan tubuh adalah hal utama bagi kita agar tidak mudah terserang penyakit ya kang . .semoga para ahli medis setidaknya bisa menemukan faktor utama akan penyakit Lupus ini, ,

    ReplyDelete