Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Wednesday, April 22, 2015

Komponen - Komponen Darah Manusia

Tahukah anda setiap kali anda mendonorkan darah, darah dari setiap pendonor mengandung sel-sel darah, platelet dan plasma. Yang artinya setiap darah yang didonorkan bisa digunakan untuk menyelamatkan tiga jiwa yang berbeda.

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.

Darah manusia terdiri dari tiga komponen:
1. Komponen cair atau plasma (55%)
2. Komponen padat atau sel-sel darah (45%)
3. Platelet, atau disebut juga Trombosit

Berikut ini adalah uraian penjelasaan dari masing-masing komponen darah manusia.


Komponen cair atau Plasma (55%)


Benda cair dalam pembuluh darah yang merupakan campuran dari air, glukosa, lemak, protein, dan mineral.
Berperan mentransport komponen 'padat'/ selular darah (sel darah merah, putih, dan trombosit) bersama dengan nutrisi, berbagai jenis protein (antibodi, faktor-faktor pembekuan darah, dll) dan hormon ke seluruh tubuh, serta mentransport kembali waste product/ 'sampah' hasil metabolisme ke organ-organ ekskresi dan metabolisme (ginjal, hati) untuk dibuang atau diolah.

Komponen padat atau selular (45%)

Komponen selular utama dalam darah terdiri dari:

1. Sel darah merah (eritrosit)
Mendominasi 40-45% dari keseluruhan komponen selular darah. Berbentuk bikonkaf (seperti donat dengan bagian tengah pipih). Darah kita terlihat merah karena dominasi eritrosit ini, yang mendapatkan warna merahnya dari protein bernama hemoglobin yang dikandungnya.

Hemoglobin yang terkandung dalam eritrosit berperan mengangkut oksigen dari paru ke seluruh sel tubuh dan sebaliknya mengangkut karbondioksida hasil metabolisme sel kembali ke paru-paru untuk dibuang.
Tidak seperti sel-sel tubuh lainnya, eritrosit matang yang beredar dalam pembuluh darah tidak memiliki inti sel.

Akibat ketiadaan inti sel ini adalah: eritrosit sangat fleksibel dan mampu berubah bentuk menyesuaikan diri untuk masuk ke pembuluh darah terkecil sekalipun, tetapi sekaligus juga membatasi hidup eritrosit hingga hanya rata-rata 120 hari (karena ketidakmampuan memperbaiki kerusakan membran dan memperbarui energi).

2. Sel darah putih (leukosit)
Singkatnya dikenal sebagai "The Soldier". Leukosit merupakan sel darah yang memiliki inti sel. Lekosit sendiri terdiri dari 5 jenis sub-sel yang berbeda - beda bentuk dan fungsinya.

a. Neutrofil (60-70% dari seluruh leukosit)

"Tentara" yang sebenarnya. Jenis leukosit yang paling aktif memakan (fagositosis) mikroba/ bakteri, banyak terdapat pada luka, nanah, dan setiap lokasi radang akut. Neutrofil dapat bergerak keluar dari pembuluh darah, memasuki jaringan dan 'berperang' langsung di tempat kejadian perkara. Setelah melakukan tugasnya neutrofil akan mati. Masa hidup neutrofil hanya 1-5 hari.

b. Eosinophil (2-4% dari seluruh leukosit)
Jumlah ini akan meningkat pada reaksi alergi (asma, alergi obat/ makanan) dan infeksi parasit (misal : cacingan).
Normalnya hanya sedikit beredar di pembuluh darah, tetapi terdapat dalam jumlah besar di selaput saluran pernafasan, pencernaan, dan saluran kemih.

c. Basofil (0-0,5% dari seluruh leukosit)
Juga berperan dalam reaksi alergi dan radang akut (misal : infeksi) dengan menghasilkan histamin yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Histamin bertanggung jawab terhadap sensasi 'gatal' dan warna kemerahan pada lokasi radang/ reaksi alergi.

d. Lymphocyte
Lebih dominan terdapat dalam pembuluh limfe/ getah bening ketimbang dalam pembuluh darah.
Terdiri atas : Limfosit T (berfungsi sebagai regulator dalam reaksi imunogi dan memakan sel - sel yang terinfeksi virus atau sel kanker), Limfosit B (berfungsi memproduksi antibodi) dan Natural Killer Cell (memakan sel yang terinfeksi virus, sel tumor).

e. Monocyte
Versi 'panjang umur' dari neutrofil. Dapat keluar juga dari pembuluh darah ke jaringan, tetapi tidak langsung mati melainkan berdiam di jaringan sebagai 'bodyguard' serta mendapat nama baru : 'makrofag jaringan'

Trombosit

Sesungguhnya bukan merupakan sel, tetapi pecahan - pecahan/ fragmen dari sel yang disebut Megakaryocte.

Peran utama trombosit adalah dalam pembekuan darah saat terjadi luka.
source: dr. Fabiola Stella

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Komponen - Komponen Darah Manusia

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment