Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Saturday, November 5, 2016

Mengenal Lebih Jauh Tes Mantoux atau Uji Kulit Tuberkulin

Tes mantoux adalah metode standar yang biasa digunakan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis atau tidak. Pengujian dan pembacaan yang tepat membutuhkan standar baku prosedur, pelatihan, pengawasan, dan latihan.

Tes mantoux dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml tuberculin purified protein derivative (PPD), ke dalam lapisan kulit di lengan bawah. Injeksi ini harus dilakukan dengan syringe/suntikan khusus tuberkulin, dengan ujung suntikan mengarah ke atas. Injeksi dilakukan pada intradermal. Ketika dilakukan dengan tepat, injeksi akan membuat suatu benjolan kecil berwarna pucat pada kulit, dengan diameter sebesar 6 -10 mm.

Cara membaca tes mantoux

Pembacaan hasil tes dilakukan antara 48 – 72 jam setelah disuntik. Pasien yang tidak kembali dalam 72 jam harus dijadwalkan untuk di tes ulang.

Reaksi bisa diukur dalam milimeter dari adanya indurasi (teraba, meningkat, mengeras, atau area yang membengkak). Pembaca hasil tes tidak mengukur eritema/kemerahan pada kulit. Diameter dari daerah yang terjadi indurasi harus diukur melintang dari lengan bawah.

Cara interpretasinya:

Tes mantoux dinilai berdasarkan 2 faktor:
  • Pengukuran indurasi dalam milimeter
  • Resiko orang tersebut terinfeksi oleh TB dan perkembangan penyakit jika terinfeksi

Klasifikasi dari Tes Mantoux

Indurasi ≥ 5 mm
  1. Orang yang terinfeksi HIV
  2. Kontak dengan orang yang sakit TB
  3. Orang yang memiliki perubahan fibrotik pada hasil foto rontgen paru, terkait dengan penyakit TB sebelumnya
  4. Pasien dengan riwayat transplantasi organ
  5. Orang dengan kadar daya tahan tubuh yang rendah (bisa disebabkan oleh banyak sebab, misal minum obat prednison jangka panjang dengan dosis tertentu)

Indurasi ≥10 mm maka dinyatakan positif
  1. Baru pindah (kurang dari 5 tahun) dari negara yang terdapat banyak penderita TB
  2. Pengguna narkoba suntik
  3. Penghuni dan karyawan dari lingkungan yang padat dan beresiko tinggi
  4. Pekerja laboratorium yang terdapat bakteri TB
  5. Orang dengan kondisi klinis yang menyebabkan mereka beresiko tinggi
  6. Anak berusia kurang dari 4 tahun
  7. Balita, anak, dan dewasa yang terpapar dengan orang dewasa yang beresiko tinggi

Indurasi > 15 mm maka dinyatakan positif pada setiap orang, termasuk yang tidak dianggap beresiko terkena TB. Bagaimanapun, tes mantoux hanya dikerjakan pada kelompok dengan resiko tinggi.

Apakah yang dimaksud dengan reaksi POSITIF PALSU?

Beberapa orang bisa dinilai positif tes mantoux padahal tidak terinfeksi TB. Ada banyak kondisi sebagai berikut yang bisa menyebabkannya, meskipun ada juga yang lainnya:
  1. Infeksi dengan bakteri Mycobacteria, tapi jenis non Tuberculosis
  2. Baru di imunisasi BCG
  3. Metode yang salah ketika menyuntik
  4. Interpretasi/penilaian yang salah dari reaksi
  5. Penggunaan botol antigen yang salah

Apakah yang dimaksud dengan reaksi NEGATIF PALSU?

Sebagian orang bisa tidak bereaksi terhadap tes mantoux meskipun ternyata mereka terinfeksi TB. Ada banyak kondisi sebagai berikut yang bisa menyebabkannya, meskipun ada juga yang lainnya:
  1. Anergi Kutaneus. Anergi adalah ketidakmampuan untuk bereaksi kepada uji kulit karena daya tahan tubuh yang lemah.
  2. Infeksi TB yang baru terjadi (antara 8-10 minggu dari paparan penyakit)
  3. Infeksi TB yang lama (beberapa tahun)
  4. Usia yang masih sangat kecil (kurang dari 6 bulan)
  5. Baru di vaksinasi (contohnya campak)
  6. Penyakit TB yang menyebar dimana-mana dalam masyarakat tsb
  7. Penyakit akibat virus (campak, cacar air)
  8. Metode penyuntikan yang salah
  9. Interpretasi/penilaian yang salah dari reaksi


Siapa yang bisa di tes mantoux?

Hampir semua orang bisa di tes mantoux. Kontraindikasinya hanya pada kasus yang berat seperti adanya jaringan kulit yang mati, lenting, syok anafilaktik, dan luka terbuka dari tes mantoux sebelumnya.

Seberapa sering tes mantoux bisa di ulang?

Secara umum, tidak ada resiko terkait tes tuberkulin yang diulang. Ketika seseorang tidak kembali dalam 48-72 jam untuk membaca hasil tes, tes kedua bisa segera dilakukan. Tidak ada kontraindikasi untuk mengulang tes mantoux, kecuali di tes sebelumnya terdapat reaksi yang berat.

Apa yang dimaksud dengan reaksi yang meningkat drastis?

Pada beberapa orang yang terinfeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis, kemampuan untuk beraksi terhadap tuberkulin bisa jadi menghilang secara perlahan. Ketika di tes mantoux beberapa tahun setelah infeksi, maka orang ini akan mengalami negatif palsu. Bagaimanapun, tes mantoux dapat menstimulasi daya tahan tubuh untuk menghasilkan hasil yang positif, atau reaksi ditingkatkan dengan tes berkelanjutan. Tes mantoux kedua diberikan setelah tes mantoux yang pertama menunjukan hasil negatif, ini yang dinamakan tes dalam 2 tahap.

Kenapa tes 2 tahap dilakukan?

Tes ini berguna untuk menilai pasien dewasa yang akan di tes secara berkala, seperti contohnya tenaga medis dan perawat.

Bisakah tes mantoux diberikan pada orang yang baru divaksin?

Vaksinasi dengan virus hidup bisa bereaksi dengan tes mantoux. Untuk anak perlu dijadwalkan sebagai berikut:
  • Bisa saat yang bersamaan dengan vaksinasi dengan virus hidup, atau 4-6 minggu setelahnya.
Sumber: CDC | Sumber tulisan : FB dr. Agung Zentyo Wibowo

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengenal Lebih Jauh Tes Mantoux atau Uji Kulit Tuberkulin

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment