Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Wednesday, September 16, 2015

Pengalaman Menggunakan BPJS: Penyelamat Dikala Kena Musibah

Tiga minggu yang lalu mamahku jatuh kepleset didepan kamar mandi. Karena digerakkan kakinya sedikit saja mamah sangat kesakitan aku tidak berani bawa mamah ke RS pakai mobil. Aku curiga ada patah tulang, aku pun menelpon PMI Bantul.

Gak sampai 20 menit ambulance PMI Bantul sudah datang. Petugasnya masih muda-muda, sigap dan sabar sekali. Mamah langsung di jepit kakinya pakai kayu dan diangkat ke ambulance dengan tandu.
Mamah minta ke Panti Rapih dan masuklah kami ke UGD Panti Rapih.

Oya, ambulance PMI tidak menarik bayaran sama sekali. Bahkan ketika kaka nak beri tip pun mereka menolak dengan halus. Terimakasih Pak JK, PMI luar biasa sejak dipimpin Pak JK.

Mamah langsung ditangani dengan cepat dan sangat baik di UGD Panti Rapih, disuntik pain killer dan dirontgen. Akhirnya ketahuan tulang panggul mamah patah.

Mamah harus opname.

Sesuai hak kelas 1 BPJS, kalau di Panti Rapih haknya mamah dirawat di Carolus 1B yang sekamar dua orang. Dengan pertimbangan kenyamanan mamah dan yang nungguin, kaka memutuskan mamah naik kelas setingkat dan mamah masuk ke bangsal Lukas 1A.

Jika naik kelas kamar, maka semua hal lain akan ikut naik harganya: obat, dokter, segala tindakan medis dari cuma nyuntik sampai operasi, termasuk harga kamar operasinya.

Karena mamah sudah tua, tulang tidak bisa menyambung secara otomatis. Jadi mamah harus operasi. Tulang panggul mamah bagian bonggolnya harus diganti dengan protesa aka tulang panggul bikinan manusia.

Karena mamah ada DM dan VES (ritme jantung tdk stabil), opnamenya jadi lama karena mamah harus hilang dulu VES nya. Total mamah opname selama 19 hari.

Mamah dipegang sama dokter-dokter spesialis terbaik di Panti Rapih. dr Tedjo untuk operasi ganti tulang panggul, dr Suharnadi untuk DM dan dr Krisdinarti untuk jantungnya.

Perjuangan luar biasa untuk operasi karena untuk operasi, VES maksimal hanya boleh ada lima. Setelah 10hari menstabilkan jantung mamah, baru dokter anestesi approve untuk masuk OK...mamah bisa operasi.
YA, semua dokter bekerja dengan hati hati sekali dalam mengambil keputusan operasi.

Alhamdulillah operasi lancar. Mamah cuma 10 jam di ICU post operasi dan boleh balik lagi ke bangsal Lukas.

Alhamdulillah lagi, suster-suster di Lukas itu luar biasa. Semuanya ramah, bersahabat sekali, super profesional dan penuh senyum. Mamah mandi di tempat tidur, BAB ditempat tidur dan ganti pempers jam dua pagi pun suster-suster itu melayani dengan sangat amat baik sekali. Ga ada muka setan, muka jutek dan pelayanan yang setengah hati dari suster-suster Lukas. Suster-suster di Lukas itu semacam SUPER HUMAN.

Sejak mamah masuk, karena mamah naik kelas, kaka sudah tanda tangan surat bersedia membayar selisih biaya yang tdk bisa diperkirakan sebelumnya karena sistem keuangan RS tidak bisa mengakses sistem keuangan BPJS. RS juga minta deposit. RS tidak menyebut nilainya, tapi kaka lumayan kasih depositnya supaya besok pas pulang ga lemes klo ujug ujug harus bayar sekian puluh juta.

Total mamah habis berapa bisa dilihat di bill rumah sakit dibawah. Dan total berapa dicover BPJS bisa juga dilihat.
Ketika mamah mau pulang, kaka malah dapat cash back dari kasir rumah sakit.

BPJS itu alhamdulillah banget. Terimakasih Bu Mega karna Ibu yang dulu punya ide asuransi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kuitansi pengalaman menggunakan BPJS Kesehatan

Lesson learnt:
1. Berobat pakai BPJS itu tidak rumit dan anti ribet.
2. Tidak benar kalau pakai BPJS lalu dianaktirikan dan dilayani dengan buruk. Mamah bisa naik kelas perawatan, dirawat dokter spesialis terbaik dan suster terbaik.
3. Walaupun naik kelas perawatan dan harus bayar selisih kelas, selisihnya tidak banyak dibandingkan dengan total biaya perawatan.
4. BPJS itu manfaatnya luar biasa sekali. Yang bilang BPJS haram itu pasti karna ga kecipratan duitnya.

Silahkan share postingan ini sebanyak banyaknya. Biar semua orang Indonesia ngeh betapa kita punya sistem kesehatan yang luar biasa bahkan lebih keren dari sistem kesehatannya Amerika Serikat.

Dan supaya orang orang yg bilang BPJS Kesehatan itu ribet, antri, ga nyaman itu pada kebuka hatinya kalau BPJS itu membantu. Kalau ada yang ngehek itu biasanya oknum rumah sakit. Dan oknum ruma sakit bisa kita laporkan ke petugas BPJS atau ke Direktur Pelayanan Rumah Sakit ybs.
[Pengalaman menggunakan BPJS ini ditulis oleh Facebook.com/Lalitya Xaviera]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengalaman Menggunakan BPJS: Penyelamat Dikala Kena Musibah

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

6 comments:

  1. itu semua biaya yang 5juta jadi gratis semua mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum komentar tolong dibaca teliti sampai selesai. Pasien dirawat 18 hari dengan akomodasi BPJS Rp. 57.672.500,- itu gratis. Yang 5 juta adalah selisih yang harus dibayar pasien karena naik kelas atas permintaan sendiri.

      Delete
  2. Kalau suster sekarang ga ramah laporkan saja pada manager RSU setempat

    ReplyDelete
  3. BPJS sungguh luar biasa, salut juga sama ambulannnya yang gratis.
    Itu foto gambar slipnya kurang begitu jelas, kirain lima juta itu total biaya perawatan dan pengobatan ternyata selisih yang harus dibayar sendiri. Biaya 57 jutaan ?, luar biasa besar ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pasien naik kelas atas permintaan sendiri peraturannya harus bayar selisih biaya dan mendapat kuitansi. Tapi kalau tidak naik kelas umumnya 100% gratis tiss..

      Delete
  4. terimakasih mas atas informasinya, bisa menambah wawasan nih :)

    ReplyDelete