Obrolan Pasien Seputar Kesehatan

Monday, August 29, 2016

Cara Mengatasi Drop Penyakit Ginjal Anda

Penyakit ginjal Anda drop? Jangan takut dan jangan panik, setiap pasien hemodialisis (HD) akan mengalaminya dan akan terjadi lagi disaat yang tidak kita duga.

Lalu bagaimana? Pelajarilah kondisi drop anda, urutan-urutan drop pada tiap orang bisa berbeda, namun akan berakibat sama bila tidak ada tindakan yang tepat.

Beberapa tanda-tanda dan urutan drop yang umum biasanya urutannya seperti ini:
  • resah, tidak bisa tidur, gerak bagaimanapun terasa tidak nyaman
  • detak nadi meningkat
  • tensi turun
  • tingkat keresahan meningkat
  • keringat dingin (bila diperhatikan biasanya darah yang keluar dari arteri berwarna sangat hitam)
  • denyut nadi melemah
  • tensi semakin turun, bahkan anjlok
  • muntah kalau ada makanan di perut/kekenyangan
  • shock , kondisi dimana tubuh susah dikendalikan, sekujur tubuh terasa kesemutan hebat dan kaki cenderung dingin.
  • pingsan, setelah pingsan, tahap selanjutnya bisa menjurus ke kematian

Gejala-gejala lain yang bisa terjadi :
  • menggigil
  • pusing
  • pening
  • sesak/susah bernafas

Cara mengatasinya drop penyakit ginjal anda
  • hitung denyut nadi kita, bila meningkat dari denyut harian berarti sesuatu sedang terjadi
  • copot bantal, naikkan kaki ke atas sisi bed, dengan tujuan kepala lebih rendah dari jantung dan kaki lebih tinggi (trendelenburgh position)
  • minta tensi pada perawat Anda
  • turunkan qb
  • turunkan UF
  • minta inject bolus (cairan nacl) bila tensi masih diatas 110 namun terasa sangat tidak enak
  • minta inject D40 bila tensi dibawah 110
  • minta oksigen bila perlu
  • turunkan qb dan UF ke minimum, kalau qb jadikan 200, UF rate 50ml/mnt
  • tensi lagi, bila sudah dibawah 80, minta D40 , 2-3 D40 bila perlu
  • copot bila sudah benar-benar merasa tidak kuat.

Ingat, tidak ada yang bisa melawan drop, pasti diperlukan tindakan untuk menghadapinya.

Jangan memaksakan diri melawan drop, apalagi sungkan atau malu pada perawat kalau kita drop.

Kalau tidak kuat, mending copot, daripada kita opname atau bahkan mengalami hal yang tidak kita inginkan.

Lapor perawat sedini mungkin, lebih meringankan kerja mereka daripada mereka menangani kita dalam kondisi drop parah.

Dan yang terakhir dan tidak kalah pentingnya.

Drop bukan pasti salah kita, bisa juga karena teknis mesin atau kesalahan prosedur klinik HD.

Pasien yang sering drop bisa jadi lebih bagus dari pada yang jarang atau tidak pernah drop, karena dia akan lebih tanggap dan tahu harus bagaimana bila drop tersebut terjadi di luar jadwal HD, dan tentunya pasien yang lebih bagus bila dia mempelajari proses penanganan yang dilakukan para perawat, karena tindakan perawatan tersebut selalu sama ketika kita drop, masa tidak bisa dihapal?

Semoga membantu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Cara Mengatasi Drop Penyakit Ginjal Anda

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 comments:

Post a Comment